Bukan begini…..

Well, mungkin pemandangan diatas sudah sering kali kita jumpai. Terlebih di kota besar sebesar Jakarta. Aneka macam polah tingkah para pengguna jalan, lazim di temukan. Dari yang biasa saja, sedang sampai yang ekstrim barangkali kerap terjadi. Dari yang beralasan buru buru, takut telat masuk kantor, kampus, ataupun yang memang kebelet ke toilet umum.he..he..he..
Dunia kerja nyata memang menuntut agresifitas dan mobilitas tinggi di Jakarta. Alhasil norma dan kaidah sering ditepikan. Semua bermuara satu yaitu tujuan. Ketika saya mencermati visual diatas, ada gambaran ketidak patuhan (akan norma lalu lintas) dan penindasan. Yak, penindasan akan hak orang lain. Ada hak pejalan kaki diatas trotoar. Sedemikian pentingnya trotoar buat pejalan kaki, Penyelenggara negara pun menerbitkan pasal terkait akan hal itu. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pasal 284:
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah). Nah, tentunya kalau sudah ada legalitas yang jelas, kenapa masih dilanggar? Harus ada perubahan pola pikir yang baru. Manajemen tertibkan diri dulu harus segera di aksikan. Pastikan kita sudah tertib, baru kita bisa berkoar menertibkan orang lain. So, mulailah dari diri kita sendiri. Sebenarnya ini nggak sulit kok, asal ada kemauan. Percayalah, apapun yang gak enak buat orang lain, akan gak enak buat kita juga. Ya ngak, ya nggak? hehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s