Bertaruh nyawa atas nama nyali…..

Jalan Peternakan Kapuk Cengkareng pukul 10 malam.

Kondisi lalu-lintas malam itu tak begitu ramai.,cenderung agak sepi. Hanya sepeda motor dan beberapa mobil pribadi tampak melintas..,sesekali truk besar melaju meramaikan jalan.. Jalan dua arah yang relatif lurus dan rapi..,agaknya menjadi trek sempurna andaikata cahaya lampu penerangan jalan tak terhalang rimbun nya dedaunan pohon di sisi kanan kiri jalan.

Wuuuuuuusssssshhhh…..!!!
Dua sepeda motor melaju super kencang… Setengah kaget, refleks saya melambat dan agak menepikan motor saya. Gilaak! Ini balapan.! Eedyiiiaaan tenan.! 40km/jam di speedometer motor saya, lirikan mata saya tak sanggup mengidentifikasi jenis motor kedua “pebali” itu. Ah, sudahlah..itu tak penting. Toh kejadian semacam ini bukan hal baru….nyaris menjangkiti para penyemplak kuda besi..dimanapun.
Dan biasanya manakala saya menjumpai pemotor super kencang apalagi di jalan kampung….saya cuma bisa bergumam…

“Semoga selamat sampai tujuan”

…entahlah apa itu do’a atau sinisme….

balapan_liar

Saya pun melanjutkan perjalanan pulang….

Tapii…belum tuntas saya merapikan kekagetan.,saya dikagetkan hal baru.. Sejurus mata memandang, tampak kerumunan orang di kanan kiri jalan. Wah, ada apa ini? Jangan-jangan..?? Selagi pikiran sibuk menganalisa..,saya pun sampai di TKP. Allahu Akbar.! Seorang biker muda nampak terkapar. (Sensor) walaupun kaki masih bergerak gerak, ceceran darah di sekitar kepala mengindikasikan sang bikers dalam kondisi kritis.. Ciut nyali saya melihat… Sekejap saya melebarkan pandangan…

censored

Astaghfirullah..! Nampak kegaduhan di sela kerumunan di sisi jalan lainnya. Dengan agak tertatih memegang dengkul., seorang pria paruh baya perlahan mendatangi sang biker kolaps.. Tampak oleh saya beberapa ikan basah berserakan dijalan… Perkiraan saya sang bapak itu pedagang ikan..,mengacu  dengan keranjang di kanan-kiri boncengan motor batangan nya…(agen atau semacamnya) dan sepatu boots  khas yang masih nempel di kedua kakinya….Seperti tak menghiraukan sekeliling.., umpatan dan makian stadium akhir lancar jaya meluncur dari bibirnya… Sepertinya kebenaran ada di pihak bapak itu….

Ternyata…..sang biker muda nan malang itu salah satu “pebali” itu… Jaket merah (tepatnya sweater) itu masih membekas sbg penanda di kilasan mata. Sepeda motor bebek yg sudah tak berbentuk nampak teronggok di samping pohon jalanan. Saya amati sebuah sendal jepit menyangkut di pedal rem belakang motor itu…. Entah bagaimana kejadian sebenarnya saya tidak tau persis..,semua berlangsung sangat cepat.. Aneka macam komentar diantara kerumunan seperti melahirkan dengungan khas suara tawon……

Agak sedikit grogi dan mencoba meng-GAGAH-kan diri saya berkata…

“Cepat..,panggil Ambulans..,kalau perlu Lapor Polisi.!”

identifikasi

Niat saya hanya memecah kebuntuan tindakan diantara kerumunan yg masih sibuk beranalisa.

Terlepas dari benar atau salahnya si korban..,isu kesetiakawanan pemakai jalan dan moralitas etika sosial…menjadi dasar. Benar atau salahnya si korban ada penegak hukum yang berwenang memutuskan. Sangat disayangkan handphone saya saat itu mati..mustahil melakukan panggilan.., SOS sekalipun.

“Biarin aja.! Mon**t itu biar mati.!” teriak bapak itu.

Saya mencoba tak menghiraukan. Satu dua orang berinisiatif mengatur laju lalu-lintas di sekitar TKP…,Beberapa orang di kerumunan yg saya mintain tolong melakukan panggilan darurat menggelengkan kepala…alasan nya tak mau terlibat.  Koplaaak! Hadeeeuh…! Waasyeeem…! Ini menyangkut nyawa….braddderrr…!  Lha.. gimana kalo kejadian ini menimpa salah satu anggota keluarga sampeyan.?

Miris memang…memang miris…gerusan tingkah laku dan peristiwa di Ibukota seperti melahirkan jiwa-jiwa apatis… Sejurus kemudian saya sudah diatas sepeda motor…. bergegas saya ke kantor Polisi yang kebetulan persis di ujung jalan. Basa basi formalitas sekedarnya…dan respon sang aparat langsung klik.! Tak lama mobil patroli dengan beberapa aparat langsung menuju TKP seperti yang saya laporkan…….

Maaf kawan..,kali ini do’a ku tak manjur……

Setelah agak sedikit lega perasaan saya melanjutkan perjalanan pulang……..

Moral cerita: monggo disimpulkan sendiri…..

nb: image illustration taken from geogle search.

4 responses to “Bertaruh nyawa atas nama nyali…..

  1. Yang bikin kesal dari pembalap liar ini, sdh membahayakan diri sendiri, juga membahayakan orang / pengguna jalan lainnya.

  2. salam kenal dari wong mojokerto😀
    susah memang menertibkan acara yg satu ini (baca:balap liar) meskipun ada tempat buat ngebut resmi seperti di kenjeran SBY tetep aja marak balap liar dijalan raya,kapoknya mungkin kalo salah satu saudara/teman ada yg mati ,serem masbro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s