Inilah alasan kenapa saya tidak pernah lewat jalur Transjakarta…

JakartaTransjakartaLogo

Banyak hal menarik jika kita berbicara mengenai Transjakarta atau yang lebih familiar diucapkan Busway. Dari masalah hal teknis pengangkutan, sistem ticketing ampe hal pelecehan penumpang pernah menimpa angkutan ini. Sebenarnya ini pengucapan yg salah kaprah. Kalo menurut saya…Transjakarta itu nama bus nya sedangkan Busway itu nama jalurnya. Jalur khusus Transjakarta.Wis…tinimbang suwe… Pokoknya…Transjakarta itu ya Busway…Busway itu ya Transjakarta. ๐Ÿ˜€ Lha wong kalo ditanya…“Naik apa tadi kemari?” Jawabnya “Naik busway” ๐Ÿ˜€ Tapi baiklah…yg penting kamsudnya sama.

Transjakarta. (untuk selanjutnya disingkat TJ) Ini jenis angkutan massal yang mengadopsi dari negeri yang katanya dikenal biangnya kartel Narkoba. Kolombia. Tepatnya Bogota. Oleh Pemerintah DKI, diharapkan dengan moda transportasi massal jenis ini bisa mengurai sedikit demi sedikit keruwetan dan kemacetan Ibukota tercinta ini. Pro kontra dan silang pendapat sudah pasti ada. Dan itu lumrah saja di era kebebasan berpendapat sekarang ini. Terlepas dari itu semua…setelah diluncurkan beberapa tahun silam TJ ini pun berangsur mulai diterima warga. Menjadi ikon aka simbol Ibukota. Lihatlah…betapa calon penumpang dengan sabar menanti…penuh kerinduan dan hampir dapat dipastikan selalu full. Selalu penuh. Saya tidak tau persis…apakah armadanya yg terbatas atau karena antusiasme masyarakat yg tinggi. Dan saya rasa ada daya magis dari TJ ini. Seorang keponakan kebetulan berkunjung dalam rangka liburan…“Pak Dhe…mbok ayo naik Busway” Lha, rupanya sang keponakan sudah tau tentang TJ. ๐Ÿ˜€

Lha preambule ne malah dowo sisan… ๐Ÿ˜€
Baiklah…berhubung saya biker, saya tak bermaksud membahas sensasi naik TJ ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman keseharian mbiker berdampingan dengan Busway. Jujur saja…dan bukan saya sok suci dan sok santun…saya akui saya pernah mencoba sensasi lewat jalur busway ini. Terhitung dua kali, selebihnya tidak pernah dan tidak berniat lagi. Maafkan saya pemerintah… ๐Ÿ˜€
Berikut saya kemukakan alasan kenapa saya tidak pernah lagi lewat jalur busway.
Cekidot:

1. Legalitas.

88668_sterilisasi_jalur_busway_663_382

Ini faktor utama. Berdasar Perda No:173 TH 2010 Pasal 3 ย disebutkan:

9, Busway adalah Jalur khusus yang dipergunakan hanya untuk
angkutan khusus dengan menggunakan Bus.
10. Koridor Busway adalah Lajur Busway yang merupakan salah satu
bagian dari Sistem Transjakarta Busway dan yang berada pada
jalan-jalan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana
dimaksud dalam Pola Transportasi Makro.

Ini sudah jelas bagi saya. Saya hanya berniat patuh dan mentaati peraturan saja. Jujur saja…ketika saya dilintasan busway…ada semacam perasaan kaga enak. Sueer.! Perumpamaan nya seperti kita mengambil mangga punya tetangga (hahahaa…ingat masa kecil gan) takut ketahuan ๐Ÿ˜€ kan gitu?! Asli…rasane ra karuan. Jantung berdetak lebih kencang, nafas memburu. Jiaaan…memompa adrenaline. Pendeknya…secara psikologis saya merasa tertekan. Konsentrasi riding terpecah. Dan ini sungguh tidak nyaman babarblas.

2. Sterilisasi.

BAO-HznCUAAj4c3proxysdds

Nah, ini yang kadang-kadang bagi sebagian biker penyerobot busway begitu bikin kalang kabut. Lha piye to? Ketika kita melenggang di jalur illegal buat non TJ…bukan tak mungkin di ujung persimpangan sudah menunggu petugas dalam rangka pembersihan aka sterilisasi. Lha rak ciloko to?! Mana separator tinggi pula. Ngangkat motor yo ra kuat. Mosok motor dipanggul. ๐Ÿ˜€ dan yang pasti…siapkan diri dan mental anda untuk menerima slip gaji eh, slip tilang. ๐Ÿ˜€ Ingatlah pepatah…“Sepandai-pandainya motor melompat, akhirnya akan nyangkut juga” hahahahaa ๐Ÿ˜€

3. Silent hole.

0840358620X3104551_10356

Wih, opo kuwi?! Secara bebas boleh diartikan lobang tersembunyi. Begini…entahlah sudah bermacam cara di lakukan otoritas TJ guna meminimalisir para “perusuh” busway. Dari meninggikan separator, membuat palang pintu sampai meninggikan median busway. Dan ini teknis dan kasuistis. Maksudnya tidak di tiap area ada. Seperti lobang dijalanan biasa pada umumnya. Hanya saja menjadi istimewa di jalur TJ. Perhatikan…jalur TJ ini hanya pas dan presisi khusus muat seorang TJ saja. Jangan harap bisa menyalip TJ di jalurnya. Hanya biker bernyali setan yg berani coba, dan boleh saya pastikan gagal total! Nah…secara seksama dengan jalur serba ngepas itu, lintasan ban TJ akan mengambil sisi kanan dan kiri jalur. Biker tipis perhitungan tetap akan mengambil lajur tengah busway. Dan disini celaka bermula. Kadang tidak disadari ada lobang…tidak lebar memang tapi lumayan dalam…dan itu cukup untuk mementalkan pengendara dari motornya di kecepatan lebih dari 50km/jam. Mau ngelak?! Space tidak mencukupi dan tidak memungkinkan! Saya pernah menjumpai biker terpelanting dan luka parah menghantam pagar pembatas. Horor tenan!

4. TJ trouble.

20120504_Jalur_Busway_Dipakai_Pengendara_Motorhi-istana-banjir-118a

Kasusnya kurang lebih sama dengan sterilisasi, hanya saja ini disebabkan oleh sang TJ yg mengalami trouble di tengah lintasan. Entah itu kehabisan BBM (kalo benar iya, wah ya kebagetan) ataupun masalah mesin. Intine bus nya mogok. Alhasil para pengekor akan beramai ramai pindah lajur ke jalur biasa. Dan bisa ditebak…akan berbuntut kemacetan. Rekasane motor melompat separator. ๐Ÿ˜€ lha kalo tinggi…harus kreatif untuk putar balik dan so pasti tambah ruwet. Lebih celaka berlaku untuk R4. Hahaha…mundur gan. Mundur dengan keadaan klakson bersahut-sahutan dan ditengah keruwetan sungguh kaga enak. Dan ini menguras konsentrasi.

transjakarta

Itulah…kurang lebihnya beberapa alasan kenapa gue kagak pernah lagi masuk jalur TJ. Atau barangkali ada yang berniat mau nambahin? Kali aja ada yg pernah punya pengalaman melintas jalur spesial ini. ๐Ÿ˜€ Seberapa parah dan ruwetnya kemacetan…atau seberapa lengang nya…gue kagak dan kagak akan lewat jalur TJ. Never and never.! Ah…sok idealis lo? Biarin! Ini prinsip! So…biker masuk jalur busway…THINK AGAIN.!

=================================================

some image taken from google search

Advertisements

12 responses to “Inilah alasan kenapa saya tidak pernah lewat jalur Transjakarta…

  1. pernah dulu masuk jalus bus way eh bukannya lancar tp malahan tersendat gara gara di depan ada bus way jalannya pelan pelan sampe ke halte berhenti lagi pengen nyalib ga muat untung ga sendirian masuk jalur busway nya hehe, nengok ke kanan jalan lancar dalam hati berkata nasib masuk jalur bus way hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s