[Review buku] “Hidup Ini Keras, Maka Gebuklah”

IMG-20131027-00291

Ini salah satu buku favorit saya, terselip diantara beberapa buku epos dan sejarah yang saya punya. Nominasi teratas kala menemani nongkrong di kamar belakang.😀 Karya dari budayawan asal Semarang, Om Prie GS.  Sang Penggoda Indonesia. Maaf…saya bukan kerabat, teman, relasi ataupun rekan dari beliau, hingga saya perlu sedikit memperkenalkan sinopsis buku tersebut. Sebenarnya tak perlu review-review an, toh beliau ini memang sudah terkenal bahkan sebelum beliau dilahirkan.😀 Dan saya seharusnya bangga…bahwa wajah khas nya beliau ini sepintas walau dipaksakan agak mirip dengan salah satu kerabat saya.😀

Awalnya saya merasa terpesona dengan gaya beliau melontarkan humor segar, menggelitik dan cerdas dalam tayangan di sebuah tv swasta Ramadhan silam. Humor Sahur. Bersama pasangan jiwa “kenthir” nya om Chandra Malik. Sayang sekali, entah kenapa tayangan tersebut tidak diperpanjang oleh stasiun tv.:mrgreen:

Buku ini sepertinya rangkuman dari beberapa sequel Ipung 1, Ipung 2. Sebenarnya dalam segi isi cerita cenderung biasa saja. Agak agak mainstream gituh. Seperti kebanyakan cerita FTV.😀 dengan alur cerita asmara yang kebanyakan njomplang dan tebakable.😀

Adalah Ipung sebagai tokoh sentral. Seorang remaja kampung nan sederhana, yg entah dengan kecerdasannya ataupun dengan sikap slebor nya berhasil masuk di sebuah SMA favorit di Semarang. Namanya mendadak ramai diperbincangkan tatkala dengan gagah berani menghajar Gredo, ketua geng sekolah. Tubuh kerempeng nya ternyata bukan alasan untuk merasa ciut nyali. Harga dirinya lah yg menuntut pertanggungan jawab saat Gredo memporak-poranda kan sepedanya. Naluri khas kaum tertindas. Impas. Slebor tapi cerdas. Kecerdasan nya bahkan mengantarkan Ipung menjadi wartawan lepas sebuah majalah. Dan Ipung semakin jadi pergunjingan saat sang bidadari sekolah ternyata menaruh hati bin kasmaran kepada nya. Namanya Paulin. Cantik. Mungkin hasil dari perpaduan Angelina Jolie, Raisa, Gong Li, Kajol.😀 Anak orang kaya, yang bahkan saking kaya nya mungkin kalau diperbolehkan, separoh atau bahkan seluruh isi Semarang bisa di belinya.:mrgreen:
Juga Surtini, gadis kampung tetangganya yang sudah kadung dianggap sebagai bagian keluarga Minarni, ibu Ipung…yang ternyata diam-diam juga mengagumi sosok Ipung. Dan Minarni layaknya perempuan, bagaimanapun rapatnya Surtini menyimpan hasrat kepada Ipung, terlalu naif jika tidak mengetahuinya.

Nah, bagaimana kisah selanjutnya? Wah…ya gak menarik lagi kalau diceritakan semuanya.😀 Sampeyan boleh menebak ending cerita.😀

Ternyata… bukan isi cerita yang membuat saya kepincut. Melainkan alur gaya bahasa Om Prie yang entah mengapa saya mendadak klik. Uraian kejadian dengan kalimat humor dan daya tampung imajinasi otak saya cukup bisa memahami.
Last…Membaca buku ini tak perlu mengeryitkan dahi. Cukup sediakan kopi.😀

4 responses to “[Review buku] “Hidup Ini Keras, Maka Gebuklah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s