Siapapun Presiden Terpilih Nanti…Bersiaplah Merasakan Sensasi “Air Force One”.

Gelaran pemilu baru saja usai. Pesta demokrasi yang konon katanya menghabiskan dana tak kurang dari 40 trilyun rupiah kini memasuki tahap selanjutnya yakni penghitungan suara. Bagi bagi jatah kursi parlemen. Kursi prestisius berlabel wakil rakyat. Kursi buat orang orang terpilih dan (katanya) terhormat. Dan manusia terpilih inilah yang nantinya (dengan berbagai manuver politik tentunya) memilih (tepatnya menjagokan) calon sang RI1. Sang Presiden. Pemilu lagi. Lagi-lagi pemilu. Biaya lagi. Lagi-lagi biaya. :mrgreen:

Sebagai warganegara yang baik hati dan tidak sombong, terlebih punya hak pilih…gue pun dengan antusias ikut mencoblos. Perkara mencoblos, bukan hal baru buat gue. Berapa kali? Entahlah, gue sendiripun udah kaga ingat. 😀 Dan seperti kebiasaan gue yang sudah-sudah, gue tak perlu berlama lama dibilik suara. Lha?! Jargon pemilu yang jujur dan adil terus terngiang di kepala gue, alhasil…demi dan atas nama keadilan, gue coblos semua mua nya kertas suara. Adil. 😀

Sepak terjang para anggota dewan yang terhormat ini, belakangan betapa mengusik sisi sinisme dan melahirkan pesimisme. :mrgreen: Satu suara kita sangat menentukan nasib calon anggota dewan ini nantinya. Tentang…berapa milyar rupiah yang akan mereka korupsi…berapa mobil mewah yang akan mereka koleksi…berapa wanita cantik yang akan mereka selingkuhi. :mrgreen:

Dan dengan gue mencoblos, salah satu jari gue akan berstempel sah, tanda udah mencoblos. Dan ini motivasi gue. Lha?! Dengan kelingking yang sudah berstempel, gue akan dapat diskon di toko atau gerai pendukung anti golput. Lumayan kan?! Buat gue ini penting! Juga gue akan lolos dari interogasi sang penyerang fajar yang udah susah payah menembus barikade para peronda malam, hanya untuk menitipkan suara pilihan untuk dibarter dengan beberapa kg beras, minyak goreng, mie instant dan kaos partai. Percayalah, serangan fajar itu memang benar-benar ada.

———————————————–

Back to topik. Pesawat kepresidenan. Seperti dilansir dari laman portal berita…

113025620140410-101416340x340

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat baru untuk operasional presiden RI, Boeing Business Jet 2 (BBJ2), telah tiba di Jakarta, Kamis (10/4/2014). Selama ini, belum diketahui berapa harga pesawat tersebut. Informasi angka yang beredar berbeda-beda. Sebenarnya, berapa uang negara yang keluar untuk membeli pesawat itu?

“Harga sekitar Rp 840 miliar,” kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi kepada wartawan di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.

Berdasarkan rilis yang diterima wartawan, harga satu unit pesawat tersebut, yakni 89,6 juta dollar AS atau dalam kurs rupiah Rp 847 miliar. Harga itu sudah termasuk fabrikasi, modifikasi interior, dan modifikasi lainnya yang diperlukan.

Meski harga pesawat relatif mahal, Sudi menyatakan, membeli pesawat baru lebih menghemat anggaran negara dibandingkan menyewa pesawat komersial. Selama ini, pemerintah menyewa pesawat milik Garuda Indonesia untuk operasional Presiden.

“Perhitungan yang dilakukan dengan cermat oleh pemerintah, penghematan anggaran negara, selama masa pakai pesawat ini di kisaran beberapa tahun ke depan adalah Rp 114,2 miliar,” ujar Sudi.

Selain itu, tambah Sudi, dengan tidak bergantung lagi pada pesawat komersial, maka tidak akan lagi ada gangguan jadwal dan kinerja maskapai penerbangan.

“Selama ini perusahaan penerbangan harus mengatur ulang jadwal penerbangan apabila ada tugas-tugas kenegaraan yang mengharuskan menggunakan pesawat (komersial) bagi perjalanan dinas presiden,” jelas Sudi.

 

Liputan6.com, New York – Kado istimewa untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat tertunda sejak tahun lalu akhirnya tiba juga di Indonesia, pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2). Pesawat kepresidenan itu siap mengantarkan SBY dalam mengemban tugas negara baik ke dalam maupun luar negeri.Seperti dikutip dari Jet Advisor, Kamis (10/4/2014), BBJ merupakan produk hasil usaha patungan Boeing dengan General Electric (GE). Usaha patungan itu memang sengaja dibentuk demi menciptakan pesawat dengan performa unggul seperti yang kini diterima Indonesia.BBJ yang pertama kali diproduksi berhasil mengundang decak kagum para pelanggan dan sejumlah manufaktur mengingat hasil penjualannya yang jauh melampaui ekspektasi. Dikenalkan pada 2012, pesawat berbadan panjang, BBJ2 memiliki ruang interior yang berukuran 25% lebih luas dengan kapasitas bagasi ganda.Pesawat yang juga dikenal sebagai generasi 737-800 ini memang berukuran 19,2 kaki lebih panjang dibandingkan jenis 737 yang telah sukses sebelumnya.Mampu bepergian dengan ukuran yang besar, BBJ2 memiliki tenaga kuda yang tangguh. Pesawat megah itu digerakkan dua mesin turbofan General Electric/Snecma (CFMI) CFM56-7. Masing-masing mesin tercatat bertenaga 27.300 lbs.Pesawat tersebut dapat melaju sejauh 5.750 mil laut dengan kecepatan Mach 0,82.Kokpit BBJ2 dilengkap dengan sistem avionik digital Honeywell dengan tiga ORS dan komputer pendataan penerbangan ganda. Panel pesawat diletakkan di tengah enam monitor LCD EFIS berukuran besar.Kokpit canggih BBJ2 juga dilengkapi FMS ganda, Rockwell Collins Series 900 VHF comm/nav ganda dengan DME, HF comms, ADF, GPS, MLS dan radar cuaca tipe WXR-700X weather radar. Salah satu model terbaru Flight Dynamics HGS 2000 HUD juga melengkapi kemewahan pesawat tersebut. Dirancang demi menjaga kenyamanan penumpangnya, BBJ2 sangat mirip dengan B737. Keduanya sama-sama memiliki sayap rendah, mesin yang diletakkan di bawah sayap dan pendaratan yang sempurna di gigi tiga.Pesawat itu juga mampu menempuh jarak yang sangat jauh mengingat BBJ2 dilengkapi sembilan tangki bahan bakar tambahan.Kabin BBJ2 dapat menampung 60 penumpang dengan konfigurasi yang luas. Meski demikian, kabin pesawat dioptimalkan hanya untuk delapan penumpang dan memberinya ruang lebih luas.

Berbicara soal desain interior BBJ2, tak diragukan lagi, para penumpang bisa langsung merasakan kemewahannya. Desain interior yang megah dan mewah juga menjadi bagian dari tingginya harga BBJ2.

Maklum, salah satu fitur pesawat tersebut adalah ruang pertemuan yang unik dan lengkap. Di dalamnya, para penumpang juga dapat menggunakan kamar mandi berukuran besar lengkap dengan shower.

Tak hanya itu, kamar lengkap dengan tempat tidurnya juga disiapkan guna menjamin kenyamanan tidur penumpang. Bepergian menggunakan BBJ2 bagaikan membeli apartemen pribadi.

BBJ2 juga menawarkan kecepatan dan sistem operasi yang berasing. Pesawat berbadan panjang ini sangat cocok untuk para pengusaha yang mendambakan perjalanan produktif dengan ruang kerja di dalamnya.

(Nurseffi Dwi Wahyuni)

 

Ini kali pertama, Republik ini mempunyai pesawat kepresidenan, setelah sekian lama menyewa dari maskapai penerbangan domestik. Salah satu alat kelengkapan pemerintahan yang diharapkan jadi simbol negara. Rasanya memang terlalu lebay dan memaksakan diri jika membandingkan nya dengan Air Force One nya Uncle Sam. Bagaikan metromini bersanding dengan bus patas AC RSS. :mrgreen: Ono rego, ono rupo. Harga menentukan kualitas. Padahal pesawat ini harganya ga main main lho. 😀  840milyar rupiah. Nominal segitu jika dibelikan sepeda motor akan mendapatkan 56.00 unit, dengan asumsi per unit 15jt. Dan jika di bentangkan, dengan perkiraan satu motor mengambil space 2meter, akan memakan 112km, jarak Jakarta – Sukabumi. Dahsyat bro… 😀 Bandingkan dengan Air Force One yang bernilai hampir 3 trilyun rupiah. Waah jiaaan…mumet ngehitungnye. Itu duit semua lho…asli pulak. 😀

————————————————-

Lantas, apa saja fasilitas yang diberikan Air Force One kw ini? Layaknya pesawat kepresidenan, pastinya pesawat ini di desain khusus untuk menunjang tugas-tugas sang RI1. Bahkan dalam situasi genting sekalipun, perang misalnya…tugas Presiden tetaplah vital. Komunikasi unlimited dengan bawahan, prioritas penerbangan, serta akses akses premium adalah mutlak. Adalah terlarang jika komunikasi sang presiden di sambut dengan kicauan mbak Veronica. Fatal jika presiden mau telpon menteri pembantu terdengar nada tulalit…tulalit. Cukup kita saja yang merasakan sibuknya tulalit dan desahan Veronica :mrgreen: karena memang itulah kenyataanya.
Selain itu, aneka instrument dan property pesawat pastinya high class. Kelas satu. Bahkan konon kabarnya…untuk satu sofa saja bernilai 2 milyar.

 

Pembelian interior pesawat dinilai berlebihan senilai Rp 243 miliar. Juga harga satu kursi yang menyamai biaya pembangunan dua sekolah dasar. Koordinator LSM Bendera, Mustar Bonaventura, mengungkapkan keresahannya soal harga kursi yang dibayarkan pemerintah untuk mempercantik pesawat kepresidenan di Jakarta, Minggu, (26/2/2012).

“Jadi jika diasumsikan ada 100 kursi di dalam pesawat maka harga rata-rata tiap kursi senilai Rp 2 miliar. Sementara Rp 43 miliar lainnya untuk tempat tidur, wc, meja, televisi, dapur, tangga dan lain-lain. Harga kursi Rp 2 miliar itu setara dengan membuat 2 SD permanen dengan 6 ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah dan satu lapangan voli atau Badminton,” bebernya.

Mustar Bonaventura merinci jika satu kelas rata-rata berisi 40 siswa maka setiap SD bisa menyekolahkan 240 siswa. Tapi jika kegiatan sekolah dibuat dua kali dalam satu hari yaitu pagi dan siang maka tiap SD bisa menampung 480 siswa atau 960 siswa untuk 2 SD.

“Dengan demikian jika seluruh biaya kursi itu di gunakan untuk membangun SD maka ada 9.600 anak yang bisa bersekolah. Jika tiap bangunan bertahan rata-rata 10 tahun maka dengan harga 100 kursi pesawat Presiden bisa menyekolahkan 96.000 siswa,” paparnya.

Menurut Mustar Bonaventura pembelian pesawat kepresidenan dengan harga yang fantastis ini tentu menyakiti rasa keadilan rakyat Indonesia yang saat ini sebagian besar masih hidup dalam kemiskinan.

“Keputusan membeli pesawat kepresidenan di saat Indonesia masuk peringkat 5 terbesar di dunia dalam jumlah Balita kurang gizi yaitu 900.000 balita, merupakan keputusan tanpa akal dan nurani,” lanjutnya.

Mustar mencoba mengingatkan soal pesawat yang dibeli rakyat Aceh untuk Soekarno yaitu pesawat Seulawah 001, tidak digunakan untuk pesawat kepresidenan tetapi menjadi pesawat perintis untuk membuka wilayah Sumatera.

BoeingBusinessJet-2 158091_big Airbus-319-Corporate-Jet-Owner-Vijay-Mallya-2

(sumber)

Ediyaaan tenan. :mrgreen:  Jangan bayangkan kenyaman dan keamanannya. Jangan bayangkan juga…pesawat ini kan di desain loss bak…alias kargo seperti pesawat kepresidenan Iran. …penghematan dan income negara, inilah yang menjadi alasan Ahmadinejad.
Juga, pastinya pesawat ini dibekali dengan teknologi anti misil dan anti rudal. Kalo perlu juga anti huru hara dan anti santet. 😀

———————————————-

Satu hal yang menjadi tanda tanya gue (dan mungkin juga sampeyan) adalah warna biru di sekujur badan pesawat. Ini warna yang sangat tendensius. Khalayak ramai menyebutnya sarat muatan politis. Agaknya sang pemesan lupa bahwa, negara ini sudah kadung sepakat untuk dwi warna…merah putih. Sang pemesan mungkin khilaf sejarah, tentang asal muasal gula kelapa nya laskar Majapahit. Sang pemesan mungkin kurang pemahaman patriotik tentang merah darahku putih tulangku.
Ah, warna aja dimasalahin? Kan bisa dicat ulang? Logikanya emang begitu. Tapi jika ini menyangkut niat dan kepentingan, bukan tidak mungkin nantinya pesawat ini akan benar-benar galau dan susah move on. Ganti presiden ganti warna. Sebentar biru, kemudian kuning, terus merah, ijo, kelabu, ungu…persis warna balon. Jika sampai terjadi demikian, sungguh pesawat yang malang. :mrgreen:

112659720140410-101301780x390

———————————————————

Pungkasan…Pesawat memang sudah take off dan kini berhanggar di Halim Perdanakusuma Jakarta. Operasional dan maintenance pesawat dikendalikan oleh Skuadron TNI AU dan Garuda Indonesia. Tentunya bolehlah kita menaruh sedikit harapan demi kemakmuran negeri ini, agar semoga siapapun presiden terpilih nanti…
— Tak berlama lama dan menyegerakan mengunjungi daerah bencana macam Sinabung, Merapi dan Menado…serta daerah rawan konflik, agar penanganan nya cepat dan tidak berlarut larut.
— Sering-seringlah blusukan ke daerah perbatasan negara tetangga. Daerah yang terpinggirkan. Daerah yang minim perhatian dan belaian. Bukan tidak mungkin, dari sinilah muncul separatis-separatis pengancam integritas.

————————————————–

“Halim Tower… this is Indonesian Air Force One… request for landing… “
“Indonesian Air Force One… this is Halim Tower… clear for landing… have a nice landing and welcome home… “

Advertisements

4 responses to “Siapapun Presiden Terpilih Nanti…Bersiaplah Merasakan Sensasi “Air Force One”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s