Kemana Perginya Fitur Safety ini…?

Di sebuah pengkolan jalan, dari dalam warung kopi, lamat-lamat gue mendengar suara beep…agak mirip dengan suara beep dalam warning komputer. Awalnya gue pikir ini suara beep yang sangat khas dari mobil truk yang mundur. Terlihat seorang pengendara motor turun bergegas. Motor bebek lansiran tahun tua yang masih terawat dengan baik.

Setelah mengucap salam, ternyata beliau ini bermaksud menanyakan alamat. Gue bersama seorang kawan yang kebetulan tau alamat yang dimaksud, dengan senang hati pun membimbing beliau dari jalan kesesatan dengan menunjuk kan rute dan jalan yang benar. ๐Ÿ˜€ Setelah berterima kasih, sang pengendara motor pun berlalu.

====================================================================

Bebek tua itu sudah hilang di telan ujung jalan. Namun mendadak gue terhenyak. Ya, bebek tua itu mengingatkan gue tentang beberapa piranti keselamatan pada sepeda motor yang ironisnya entah sengaja atau tidak, di campak kan begitu saja oleh pabrikan. Disunat alias dikebiri. :mrgreen:

Ditengah isu keselamatan berkendara dan problema berlalu-lintas yang makin hari makin semrawut, jelas langkah pabrikan meniadakan beberapa fitur safety ini adalah sebuah kemunduran. Kontraproduktif. Menilik dari karakter sepeda motor yang responsif dan manuvernya yang “aje gile”, harusnya menuntut hal-hal yang krusial menyangkut faktor safety. Adalah menggelikan dan tragis jika sebuah kecelakaan bermula karena sang korban tidak “terlihat”.

Menurut beberapa rekan drivers yang sempat gue tanyain…pejalan kaki dan pengendara motor ini ada dalam daftar teratas kategori pengguna jalan yang harus diwaspadai. Ingat kasus Bro Ari Wibowo, atau Bang Faisal? Manuver beberapa bikers yang “kura-kura penyu” alias hampir sama dengan sopir bajaj…kadang bikin drivers ekstra hati-hati. Selap selip minim perhitungan adalah yang ditakutkan para driver…ditambah dengan paradigma hukum kita yang kadang mengaburkan fakta sesungguhnya. Betapa sopir truk selalu tak berdaya di depan pak pulisi, jika berhadapan dengan bikers. Padahal, dalam beberapa kasus banyak bikers yang secara individu gagal mengantisipasi keadaan…seperti, motor oleng, terperosok lubang jalan, slonong boy dsb. Pendeknya…yang kecil akan selalu menangan. :mrgreen:

====================================================

Secara garis besar, fitur safety ini dibagi dalam dua kategori. Visual dan verbal. Yang terlihat dan yang terdengar. Sebagai contoh…lampu sein dan klakson. Inilah bentuk komunikasi kita yang sangat krusial dengan sesama pengguna jalan yang lain.

Tanpa media vital ini, kita benar-benar akan menjadi Tarzan kota, dengan bahasa isyarat dan “auuoooo” nya. Pasti repot deh, jika kita mau belok musti bengak-bengok alias teriak. :mrgreen: atau bahkan nunjuk-nunjuk.

Lantas, apa saja sih beberapa fitur safety pada motor yang gue maksud? Fitur safety yang (entah sengaja atau tidak) ditiadakan produsen motor?

1. Sound flasher.

Ini fitur yang gue singgung pada preambule di atas. Kalo boleh menyebut merek…fitur ini nemplok manis di Yamaha Alfa. Entah keluaran tahun berapa. Mungkin sudah sering kita melihat di jalanan, lampu sein kanan nyala…eh, beloknya kiri. ๐Ÿ˜€ Atau sepanjang perjalanan, lampu sein nyala terus tanpa kita sadari. Ini jelas membingungkan pengguna jalan yang lain. :mrgreen:

Memang kalo kita cermati, bersamaan dengan nyalanya lampu sein, akan terdengar bunyi beep dari dalam dashboard motor. Sama persis dengan beep yang diaplikasikan di mobil. Hanya saja jelas beda kadar volume penangkapan oleh kuping kita. Kabin mobil yang tertutup rapat, sangat memungkinkan kita mendengar voice dari sein ini, bahkan suara (maaf) buang angin pun bisa terdengar nyaring. ๐Ÿ˜€

Tapi pada motor…yaelaah, suaranya hampir ga kedengaran bro. ๐Ÿ˜€ apalagi ditengah ramainya lalu-lintas, ditambah kita pake helm…ya kaga kedengaran babarblas. :mrgreen: Dengan fitur ini, seenggaknya kita “ngeh” dengan sign lamp kita. Kan ga mungkin, kita nunduk terus memelototin dashbord motor kan? Selain pegel, juga beresiko. Sangat disayangkan memang. :mrgreen:

2. Tail light

Ini salah satu property motor yang wajib ada. Lazimnya benda ini nempel pada belakang motor. Spatbor.

Yang masih gue ingat dan khas banget adalah tail light segitiga pada varian motor keluaran Suzuki. Asli trademark tenan. Dan makin kemari…desain tail light pun makin variatif. Ada yang berada di bawah stoplamp, bahkan pada beberapa type motor, di desain menyatu dengan kaca mika lampu rem belakang.

Lha, njur sakjane fungsine opo to? Fitur ini semacam emergency assistance, jika sewaktu-waktu lampu rem belakang motor mendadak mati. Fitur safety ini akan nampak bercahaya jika terkena sorot lampu. Yang akan menyala dalam gelap, menjadikan motor kita menjadi visionable aka terlihat. Tanpa fitur ini dengan lampu rem belakang yang mati, motor tak ubahnya seperti gerobak berjalan. :mrgreen: jelas akan mengundang dan mengandung resiko.

tail light 1 tail light

Hampir sama dengan dibelakang, sama pula benda ini nempel di samping motor. Ini poin pentingnya. Gue menyebutnya “mata kucing”. Pada motor lokal produksi massal keluaran millenium, benda ini berhalangan hadir. Absen. Kaga ada. Hmm…sangat disayangkan. Padahal sebelumnya barang ini wajib nemplok. Posisinya pun bervariasi. Ada yang dibawah tangki ataupun fork depan.

Ironisnya, pada produk serta type yang sama…dilain negara benda ini ajaibnya ada. Mendadak gue bingung. Entahlah, apakah regulasi otomotif roda dua tanah air tidak mengakomodir fitur ini atau efisiensi pabrikan…gue gagal mikir. Padahal jika dipikir sebenarnya benda ini cuma nunut katut aja. Numpang nemplok. Soale cara kerja benda ini nihil sumber tenaga yang dapat membebani kerja accu. Jiaaan simpel tenan sakjane. ๐Ÿ˜€

3. Cover Rantai

Fitur ini bukan ditiadakan, hanya mengalami pergeseran bentuk desain. Pada motor jadul, cover rantai ini menutup seluruh rantai motor…dengan menyisakan lubang untuk pengecekan kerenggangan dan pelumasan. So, fungsionalitas keamanan tetap jempol.

Perkembangan motor modern mengharuskan cover rantai yang full ini lengser. Digantikan dengan desain yang up to date, seperti yang kebanyakan kita lihat sekarang. Walaupun secara fungsional tetap sama…namun desain cover rantai sekarang ini…ada celah yang bisa dimasuki oleh benda-benda rawan nggubet. Apparel boncenger semacam…Jarik, kebaya atau sarung adalah property yang wajib diwaspadai. Salah salah sarung masuk gear…alamat nggeblak berdarah. :mrgreen:

cover rantai 1 cover rantai

=============================================================

Paparan diatas adalah fitur safety yang bersinggungan dengan pengguna jalan yang lain. Ada korelasi paralel yang ditimbulkan jika tanpa property tersebut. Simpelnya…fitur safety yang bukan hanya berguna buat diri sendiri, namun juga bermanfaat buat orang lain.

Nah, jika begitu…apakah ada fitur safety yang migunani tumrap awake dhewe? Ternyata ada bro… ๐Ÿ˜€ fitur yang berguna secara personal.

4. Karet kick starter.

Apan ini? Sepele banget! Itu sih ada ga ada kaga ngaruh…keles!ย  :mrgreen: Memang kelihatan nya sepele.

Gue pernah punya pengalaman tragis tentang kick starter ini. Jaman gue esempe. Motor batangan bokap gue emang hobi banget ama mogok. Motor tua yang teknologi elektrik starter belum ada. Dengan kick starter tanpa karet (yang hilang entah kemana) waktu itu, gue kecil dengan sekuat tenaga mencoba meng engkol motor. Dan tragedi itu terjadilah. Kaki terpeleset disertai kick starter menghantam mata kaki. :mrgreen: Sontak aja…bokap, nyokap dan tetangga berhamburan keluar…gue kecil meraung-raung kesakitan. Ngilu. Dramatis.

Pada motor-motor sekarang, tambahan karet pada kick starter ternyata membuat pabrikan benar-benar galau. ๐Ÿ˜€ ada pabrikan yang tetap memasangkan karet, pun ada pula pabrikan yang benar-benar menghapus benda ini. Malah, ada pabrikan yang setengah hati…di varian bebek memakai karet, di type matic kaga pake. Bahkan, walaupun sama-sama bebek, ada yang pakai ada yang tidak. :mrgreen: Jiaaan…galau nih yee… ๐Ÿ˜€

pancalan

pancalan

==============================================================

Itulah sedikit fitur safety pada sepeda motor yang ditiadakan produsen. Hal yang sebenarnya sangat disayangkan, ditengah makin minimnya kesadaran masyarakat tentang berlalu-lintas. Harapan dari artikel ini adalah hanya sebagai pengingat, tanpa tendensi ataupun kepentingan dari pihak manapun, bahwa…… sekecil apapun potensi celaka, tetap harus diwaspadai.

Namun yang terpenting dari semua itu adalah attitude. Perilaku berkendara. Secanggih dan seberapa kaya fitur safety, akan sia-sia…tanpa dibarengi dengan sikap berkendara yang beradab.

#Salam Safety

Advertisements

3 responses to “Kemana Perginya Fitur Safety ini…?

  1. Pingback: Fitur-Fitur Sepeda Motor Masa Kini… | Muda Grafika

  2. Jadi teringat sewaktu memasang modifikasi tutup rantai di kharisma-X dan supra-X 125 saya. Ternyata lumayan banyak yang bertanya dibengkel mana saya memasangnya.
    Tambahan lagi firu keamanan jadu untuk bebekl: sayap “tebeng” yang cukup lebar berguna untuk melindungi kaki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s