Mengatasi Fuel Meter Motor yang Ngadat

Sudah hampir dua bulan ini, gue ngerasain ada yang aneh pada indikator bbm di dashboard motor. Lha piye? Kadang jarum indikator menunjuk kan posisi yang ga semestinya. Ketika gue mengisi bbm full tank, jarum penunjuk ogah naik mengikuti level. Begitu juga, kadang jarum masih nongkrong di pertengahan bar, padahal tangki hampir mendekati res.

Indikator bbm yang ngaco inilah yang sudah membuat gue sesekali ngedorong motor. Jiaan patokan jarum sudah tidak pas babar blas:mrgreen: bikin kacau… ๐Ÿ˜€

Sampai disini gue ngerasa bahwa mungkin penyebabnya adalah karena circuit plate bbm yang kotor. Asal sampeyan tahu aja, bahan bakar yg kita isikan ke tangki motor, entah itu pertamax, premium dsb sedikit banyak tentu ada partikel partikel halus yang menyertainya. Nah, seiring berjalan nya waktu roda berputar, partikel partikel halus tersebut tentu akan semakin banyak dan mengendap, entah itu didasar tangki atau menempel di ruang ruang sempit dan dalam, tak terkecuali di circuit plate bbm ini.

Nah, gimana sih mengatasi masalah meter bbm yang ngadat ini?

O,ya…sebelum mempraktek kan tips berikut, ada baiknya sampeyan tidak sambil ngudud alias merokok. Bahaya! Sepercik api yg nyemplung di tangki, sudah cukup membuat motor sampeyan kobongan alias kebakaran. Jika sampai terjadi demikian, bisa dipastikan, sampeyan beserta segenap keluarga, tetangga dan handai taulan akan repot berjama’ah. ๐Ÿ˜€

Baiklah, langsung saja kita ke tekape…

1. Buka jok motor.

Fuel meter

Kemudian lepaskan kabel di terminal rumah pelampung. Ambil kabel yang sudah dikupas kedua ujungnya. Kemudian sambungkan kedua ujung kabel tersebut dengan kabel pada soket. Putar kontak ke posisi ON. Perhatikan jarum meter pada dashboard. Jika jarum bergerak menuju ke arah spt bahan bakar penuh, berarti properti meter masih sempurna. Kebalikannya, jika diam tak bergerak, berarti meter properti dalam keadaan sakit. Sampeyan perlu cek kabel dan mungkin bongkar dashboard. Langkah ini untuk memastikan masih berfungsi atau tidaknya jarum meter pada dashboard.
Pada kasus motor gue, ketika kedua ujung kabel gue colokin ke soket bbm, jarum di dasbor motor perlahan njengat dengan mantaap. Ini sudah cukup buat gue untuk lanjut ke langkah berikutnya.

2. Bongkar rumah pelampung bbm.

Fuel meter 2 Fuel meter 1

Setelah gue bongkar dan amati dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ternyata ada plat membran yang patah. Inilah biang keladinya.
Cara kerja alat ini sangat sederhana. Ada circuit plate yang menjadi media, sehingga plat membran yang terintegrasi dengan pelampung bbm akan bergerak mengikuti tinggi rendahnya permukaan tangki. Plat membran ini berjumlah 3 slot, dengan masing masing slot berjumlah 2 kaki.

Pada kebanyakan kasus ngadatnya meter fuel, plat membran ini jarang patah. Paling banter circuit plate yang kotor karena partikel-partikel halus yg ditinggalkan bahan bakar. Tetapi bisa jadi patahnya plat membran ini dikarenakan tekanan berlebihan pada nozzle waktu kita mengisi ย bahan bakar. Waktu mengisi di SPBU yang sudah memakai sistem self service, gue ngerasa dorongan bbm yang mengalir pada nozzle sangatlah kencang. Bisa jadi tekanan semprotan yang keras inilah yang perlahan namun pasti melemahkan atau bahkan mamatahkan plate membran bbm. Bisa jadi…ya bisa jadi… ๐Ÿ˜€

Entahlah, kenapa kasus ini menimpa motor gue. Mungkin aja gue kurang amal dan ibadah. ๐Ÿ˜€

Setelah melakukan penyelidikan, dan tanya kolega kanan kiri, ternyata harus dilakukan penggantian spare part secara utuh. Sak gombrong gitu alias satu set. Jian apes tenan. :mrgreen: Dan akhirnya, spare part penggantinya sudah sukses gue tebus di bengkel terdekat. Dan masalah pada meter fuel motor bisa teratasi dgn sempurna.

Akhirnya gue bisa bernafas lega. Nyemplak motor kini tak lagi was was karena bensin mendadak habis tak terdeteksi.
Ada yang punya pengalaman mirip mirip ama gue diatas?

Advertisements

Mengatasi Kemacetan, Ini yang Seharusnya Dilakukan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya

Macet lagi macet lagi, gara gara si Komo lewat.

Penggalan sebuah lagu anak anak tersebut kadang membuat saya bertanya tanya. Siapakah si Komo itu? Mahkluk seperti apa? Dan celakanya sampai sekarang saya pun gagal paham tentang si Komo itu. Biarlah nanti suatu saat saya tanyakan perihal si Komo kepada sang pembuat lagu.

761160781p

Berbicara tentang kemacetan kadang kita merasa bingung, prihatin, gemes, geli dan segala macam perasaan menjadi satu. Dan di situlah kadang saya merasa sedih. Berbagai diskusi, simposium dan seminar lintas stakeholder sampai saat ini, ternyata gagal menguraikan kemacetan. Para cerdik pandai dan ahli transportasi seakan dibuat tak berdaya menembus betapa ruwetnya problema mengatasi kemacetan ini. Ribuan unit kendaraan baru setiap tahun, selalu siap dan pasti diedarkan di jalan jalan seantero republik ini. Dan pelan tapi pasti, kemacetan dengan segala melodrama yg mengiringi akan terpampang di segenap penjuru negeri. Kemacetan Ibukota sekarang ini memang sudah pada titik mendekati kronis. Dan itu membuat miris, jika faktanya kita sendiri malah cenderung apatis.

Baiklah, tentu kita tidak serta merta mengklaim bahwa gagalnya mengatasi kemacetan hanya disebabkan oleh instansi atau individu tertentu. Ada banyak korelasi yg membuat kemacetan. Secara garis besar sebab utama kemacetan terbagi menjadi tiga faktor.

1. Manusia.
2. Kendaraan..
3. Infrastruktur

Ketiga faktor itulah sebenarnya biang keladi kemacetan selama ini. Jika kita memang benar2 serius ingin kemacetan ini segera terhapus dari muka bumi Indonesia tercinta ini, maka kita harus menyatukan tekat, menselaraskan niat serta menebalkan semangat. Dan ini harus benar2 seriuousss. Tingkat kesungguhan diatas serius, karena akan melibatkan berbagai macam institusi yg sudah pasti membawa kepentingan masing2.

Pendeknya persoalan kemacetan ini harus diuraikan dari hulu hingga hilir. Dan ini perlu langkah langkah imajiner yang revolusioner dan terstruktur. Jika tidak, atau hanya setengah2 maka kita seperti akan menegakkan benang basah.
Pertanyaan nya sekarang darimana sebaiknya perbaikan itu kita mulai?

Jika melihat urutan, maka faktor manusia ada di rangking teratas dari daftar pelaku kemacetan. Diliat dari sudut pandang siapapun individu, maka self development ini sangatlah vital. Ya, kita mulai dari diri kita masing masing. Kita sebagai pengguna dan pemakai jalan, juga instansi2 yg berkaitan dan tak ketinggalan juga Polri. Pendeknya segala lini harus saling introspeksi dan berbenah diri.

Sebagai pengguna jalan, tak lain dan tak bukan adalah dengan cara mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Lain tidak. Pernahkah kita menyadari hal hal konyol yang kita lakukan ternyata berdampak menimbulkan kemacetan? Menyerobot lampu lalu lintas, melawan arus adalah sedikit dari perbuatan egois kita. Celakanya tak sedikit kejadian laka lantas berawal dari pelanggaran aturan lalu lintas. Jika sudah demikian kejadiannya, tentunya akan merugikan kita semua, baik secara materi maupun moril.

Pun demikian dengan Polri. Sebagai alat negara, instansi inilah yang diplot sebagai garda terdepan memangku urusan berlalu lintas warga negara. Di pundak Laskar Bhayangkara inilah segala sendi sendi kehidupan aturan berlalu lintas ditegakkan. Hanya saja…berlindung dibalik semboyan mengayomi dan melayani, kadang hanya ulah segelintir oknum kurang dedikasi, malah menjadikan wajah polri seakan terciderai. Dan ini jelas, reformasi menyeluruh internal mutlak dilakukan. Semoga stigma negatif masyarakat selama ini menjadi pemicu akan kembalinya citra korps menjadi lebih luhur, seperti apa yang di cita citakan oleh Bapak Hoegeng. Sudah seyogyanya pada instansi inilah kita berharap lebih dari sekedar tertib, teratur dan aman.

Infrastruktur juga menjadi salah satu faktor kunci penyebab kemacetan. Kondisi jalan yang tidak rata, bergelombang, lubang menganga serta bekas galian yang tak tertutup sempurna adalah wajah dari jalanan kita. Terlebih disaat musim hujan, sebuah genangan di titik jalan sanggup memacetkan arus lalu lintas ratusan meter.

Lantas apa saja langkah langkah yang seharusnya dilakukan oleh Ditlantas Polri dalam mengatasi kemacetan ini?

Berikut adalah beberapa alternatif teknis dan nonteknis yg bisa di aplikasikan dan (ini yang penting) berbiaya relatif murah jika pembandingnya adalah proyek proyek transportasi massal berdana trilyunan rupiah.

Non teknis

1. Penegakan Hukum.

a

Inilah hal yang harus segera mendapatkan pembenahan secara total. Bukan isapan jempol belaka jika penegakan hukum berlalulintas sekarang ini jauh dari kata tegak. Masih ingat dengan kehadiran sosok fenomenal Andi Wenas dengan Ichiro nya? Bukan tanpa alasan dengan apa yang dilakukan beliau ini. Lemahnya pengawasan petugas membawa konsekuensi bahwa pembiaran demi pembiaran akan melahirkan kebiasaan.

Petugas yang tegas dan tak kenal kompromi adalah jaminan dari ketegakan hukum itu sendiri. Dan yang utama adalah tanpa pandang bulu, personality maupun status sosial. Menyeluruh. Sopir angkot ngetem, parkir liar dan kaki lima adalah masalah urgent yang secepatnya mendapat sentuhan dari penegakan hukum ini. Belum lagi dengan pengendara nakal yang tak memakai helm, berboncengan lebih dari peruntukan dan sederet pelanggaran2 lalulintas. Tidak mudah memang, namun jika di barengi dengan tekat baja, bukan tak mungkin hal tersebut bisa ditanggulangi.

2. Gerakan Disiplin Nasional.

Masih ingat dengan GDN? Ya, setelah mati suri tidak ada salahnya jika gerakan ini dibangkitkan kembali. Kenapa? Kenyataan dilapangan, masih banyak pelanggaran2 yang memicu kemacetan atau bahkan kecelakaan. Pejalan kaki yang menyeberang jalan seenaknya atau trotoar yang alih fungsi. Tentunya anda masih ingat kejadian Charmadi bukan? Pejalan kaki yang menantang bahaya dengan menyeberang bukan pada tempatnya.

Secara birokrasi memang bukan ranah Ditlantas Polri, hanya saja sangat elok jika kebijakan Ditlantas ini terus menerus mendorong Pemda setempat untuk ikut mengambil peran. Pemda bisa menerjunkan Satpol PP untuk mengawasi ranah ini. Tempatkan Satpol PP ini ditempat tempat dimana kemacetan terjadi oleh penyeberang jalan dan lokasi lokasi publik rawan macet.

3. Buku Panduan Keselamatan Berkendara.

buku panduan

Seperti yang sekarang ini kita saksikan, pertumbuhan sepeda motor mengalami peningkatan yang sangat spektakuler. Populasi sepeda motor yang tak terkendali, jelas akan menimbulkan transformasi perilaku di masyarakat. Fenomena kebrutalan geng motor belakangan ini hanyalah sedikit dari ekses negatif yang ditimbulkan. Hal ini jelas selain mengundang keprihatinan juga berpotensi akan masa depan yang suram.

Menurut data AISI, untuk kurun waktu tahun 2014 saja, jumlah sepeda motor yang diproduksi menembus angka 7.867.195 unit. Ini belum termasuk unit yang masih nongkrong di dealer dealer. Jakarta sendiri setiap hari di jejali dengan 4.000 sampai 4.500ย unit sepeda motor baru.

Dan fakta yang kemudian terjadi adalah lahirnya individu individu pendatang baru yang baru bisa naik motor. Dan celakanya, hal ini tidak diiringi dengan pemahaman mendasar tentang norma berlalulintas. Pernahkah kita merasa geli bercampur gelisah, saat seorang ibu yang tidak berhelm dengan sangat percaya diri melenggang di jalan tol beberapa saat lalu? Agaknya kita pun dipaksa maklum, ibu tadi tentunya tidak (belum) tahu aturan berlalu lintas yang benar.

Pertanyaan nya, siapa dan bagaimana mengedukasi masyarakat dan para pendatang baru ini? Adalah dengan mengeluarkan Buku Panduan Keselamatan Berkendara oleh pabrikan sepeda motor. Kenapa pabrikan? Dan bagaimana masyarakat mendapatkannya?
Seperti kita ketahui, bersamaan dengan diterimanya unit kendaraan baru, kita pasti akan menerima buku service, tool standard, helm serta buku panduan kendaraan bersangkutan. Mekanismenya adalah Buku Panduan Keselamatan Berkendara itu wajib disertakan dalam setiap pembelian kendaraan baru.

4. Pembuatan SIM berjenjang.

Sama seperti penerbitan SIM kendaraan roda 4 atau lebih. Hanya saja SIM berjenjang ini diterapkan pada penerbitan SIM C. Seperti kita ketahui SIM C yang kita kenal selama ini tidak mengatur batasan usia pengendara dan cc sepeda motor. Kenapa ini perlu? Tentunya masih segar dalam ingatan kita kasus laka lantas yang melibatkan anak seorang musisi Indonesia yang menewaskan beberapa orang bukan?

Atau kenyataan dijalanan, banyak remaja tanggung yang berkeliaran dengan sepeda motor cc besar? Secara mental, remaja seperti ini belum cakap mengatur ritme emosi. Sifat remaja yang berdarah panas, merasa gagah, enggan mengalah dan belum cukup terbuka wawasan berlalulintas, serta cenderung ugal ugalan. Dan ini berpotensi besar akan terjadinya laka lantas.
Trus, mekanismenya bagaimana?

Buat klasifikasi umur dengan cc motor yang diperbolehkan. Misal, SIM C1 untuk motor dengan cc sampai dengan 149 umur 17-25, SIM C2 untuk motor dengan cc 150-249 umur 26-30 dan SIM C3 untuk umur 31 keatas dengan motor cc 250 keatas.

Teknis.

5. Pembatasan Jumlah Kendaraan

Ini faktor sangat krusial. Suka atau tidak ini kebijakan yang sangat revolusioner dan tidak akan pernah populer. Setelah Pemda DKI menerapkan peraturan pelarangan motor melintas Jalan protokol, kini tak ada salahnya Ditlantas Polri mendorong Pemda DKI untuk kembali mengambil langkah serupa. Dan ini sama sekali bukan pelarangan, hanya membatasi mobil. Ini bukan peraturan balas dendam.

Namun faktanya, pernahkah kita memperhatikan prosentasi mobil yang penumpangnya cuma sopir doang? Walaupun belum ada kajian akurat, namun sepertinya separuh dari jumlah mobil yang beredar dijalan jalan Jakarta adalah mobil dengan minim penumpang. Tak percaya? Buatlah social experiment mengenai hal ini. Ajaklah LSM atau penggiat road safety, catat data pengguna mobil single passenger ini. Dan anda akan mendapatkan data yang mengejutkan. Ironi bukan?, mengingat esensi dari moda transportasi adalah perpindahan orang dan barang.

Jangan lupakan fakta bahwa setiap hari Jakarta diserbu oleh ribuan kendaraan pribadi dari kota kota satelit. Karakteristik mobil yang susah bermanuver dan “makan jalan” nyata benar memiliki sumbangsih potensial membuat kemacetan. Sebuah mobil yang parkir ditepi jalan, sanggup membuat arus lalulintas tersendat.

Ilustrasi dibawah ini semoga sanggup menggedor Pemda DKI untuk menerbitkan PP pembatasan mobil.

public-transport-who-should-own-it-who-should-plan-it-who-should-pay-for-it-4-638

Lantas, bagaimana mekanisme pembatasannya?

5.1. Pemberlakuan 4 in 1 di seluruh jalan utama Jakarta.

Setelah “sukses” menerapkan 3 in 1 di sepanjang Jl. Thamrin, kini aturan tersebut ditingkatkan menjadi 4 (atau 5) in 1, dan ini diterapkan di seluruh jalan jalan utama Jakarta. Ini untuk memaksimalkan jumlah penumpang yang bisa diakomodir oleh mobil. Ini membuat orang tidak memaksakan diri untuk memakai mobil jika sendirian.

5.2. Spesifik.

Pembatasan mobil pribadi berdasarkan plat nomor atau warna. Bisa plat nomor ganjil genap dan warna kendaraan. Misalnya hari Senin mobil yang boleh melintas adalah berplat nomor genap, selasa berplat nomor ganjil. Begitu seterusnya. Terkhusus hari Minggu hanya mobil yang berwarna selain hitam yang boleh melintas. Nyeleneh? Tidak juga. Ingat, pemberlakuan ini lebih masuk akal dibandingkan dengan isu liar pelarangan kendaraan masuk lintas daerah.

5.3. Pajak ekstra progresif

Mengenakan pajak progresif untuk kepemilikan lebih dari satu kendaraan. Dan besarnya pajak kendaraan kedua lebih besar dari pertama, ketiga lebih besar dari kedua, dan begitu seterusnya. Dan juga aturan pajak progresif ini selain menyasar kepemilikan dengan nama, juga membidik kepemilikan dengan alamat identik.

Maksudnya bagaimana? Aturan ini berlaku jika sebuah kendaraan beralamat yg sama walaupun nama pemilik berbeda. Contoh kasus, si A mempunyai kendaraan dengan alamat Jl. Maju Mundur Rt 01 Rw 02 Kel. Untung Terus Kec. Ogah Rugi. (Alamat hanya ilustrasi) Nah, apabila ada pengajuan BPKB dengan alamat spt diatas, walaupun bukan atas nama A, maka akan dikenakan pajak super progresif.

Aturan ini selain menjadikan sebuah pos pemasukan negara juga mempersempit ruang bagi orang yang berkeinginan memperbanyak koleksi kendaraan. Hanya orang orang super kaya yang memandang enteng pajak progresif ini.

5.4. Pembatasan usia kendaraan.

Aturan ini mengatur batasan usia kendaraan yang boleh melintas dijalan. Secara teknis kendaraan tak lebih dari 10 tahun keluaran. Kenapa? Banyaknya kendaraan tahun “tua” yang masih berseliweran bukan tanpa resiko, terlebih minim perawatan. Kadar emisi, mogok, laju tidak optimal adalah hal dimana hanya akan menambah beban jalan. Bagaimana dengan kendaraan “tua” yang masih layak jalan, atau pemiliknya sudah terlanjur sayang? Tentunya akan dikenakan pajak khusus untuk kendaraan lebih dari 10tahun.

Lantas, bagaimana membuang kendaraan “tua”? Sebenarnya bukan membuang, hanya kendaraan tua tersebut dijual kembali kepada pabrikan. Dan pabrikan memberikan potongan harga khusus untuk unit baru. Kenapa pabrikan? Karena pabrikan punya sdm dan teknologi. Dan juga inilah arti sebenarnya dari purna jual. Pabrikan tidak serta merta lepas tangan, setelah ribuan unit kendaraan berhasil terjual. Setidaknya kendaraan “tua” ini masih bisa di remajakan kembali.

5.5. Membatasi jumlah angkot

Mendorong Organda dan Dinas Perhubungan untuk memperketat izin angkot. Bukan rahasia jika angkot ibukota ini selain sebagian armada nya kurang layak juga dari tidak tertib para sopirnya. Naik dan turun penumpang sesuka hati dan berhenti sembarangan. Jelas hal ini menambah panjang daftar pemicu kemacetan. Bagaimana mengatasinya? Hapuskan sistem setoran. Sistem ini hanya akan menjadikan sopir ugal ugalan memburu penumpang dan enggan tertib.

6. Jalur khusus sepeda motor.

7ee4bc1a4c1507c536c2953a0abe50bf

Pernahkah kita mengamati secara spesifik pergerakan sepeda motor dalam dinamisnya arus lalu lintas? Sepeda motor itu berkarakter mobile, lincah, mudah bermanuver, serta tidak makan jalan. Sebagai kendaraan yang mudah bermanuver, sepeda motor selalu memakai ruang sisa yang tidak tercover mobil. Space inilah yang dimanfaatkan sepeda motor sehingga leluasa dan lincah bergerak. Faktanya suka atau tidak, sepeda motor kini menjadi alternatif kendaraan favorit pembelah kemacetan. Dan pada kenyataannya lebih dari separuh populasi kendaraan dijalan adalah sepeda motor. Dan ini memerlukan penanganan khusus dengan membuat lajur khusus sepeda motor.

Kenapa ini penting? Sepertinya sudah seperti menjadi kesepakatan tak resmi kalo sepeda motor mengambil lajur kiri dari badan jalan. Hanya sangat disayangkan, kadang ulah pengendara mobil yang tanpa disadari telah memblokade lajur tak resmi sepeda motor. Hal ini tentu membuat ruang kosong yang seharusnya bisa dilewati sepeda motor. Alhasil sepeda motor yang terhambat, akan berkeliaran mencari space. Menyelip diantara mobil atau bahkan merampas hak pejalan kaki dengan melintas trotoar. Inilah salah satu penting nya fungsi lajur khusus motor.
Agar tak ada pembiaran kebiasaan buruk, dan meminimalisir gesekan gesekan antara pengemudi mobil dan motor. Selain itu juga mempermudah kontrol pengawasan oleh petugas.
Bagaimana penerapannya?
Lewat kajian tim ahli akan menganalisa proporsi lebar ukuran lajur dan instrument pendukung. Siapa saja yang boleh memakai lajur ini? Sepeda motor tentunya dan juga sepeda.

7. Managemet traffic

Sebuah rekayasa arus lalu lintas berdasarkan kebutuhan. Ini untuk menghindari penumpukan kendaraan. Kemacetan terjadi biasanya pada jam jam dimana aktifitas orang sedang dalam puncaknya. Misal, jam masuk kerja atau masuk sekolah dan jam pulang. Dan hal ini bisa saja melahirkan gagasan buat para pengusaha untuk melambatkan para pekerja kantoran satu jam dari yang semestinya, agar tidak bentrok dengan agenda anak masuk sekolah.

7.1. Angkutan Peti Kemas Malam Hari.

truk peti kemas

Pernahkah kita berfikir mendalam tentang angkutan barang super jumbo ini? Dengan badan ekstra besar, ternyata menyimpan potensi bahaya di dalamnya. Pernahkah kita menyadari betapa berat “mengendalikan” monster jalanan tersebut. Butuh fisik prima, kemampuan kelas tinggi dan segudang pengalaman ribuan kilometer. Ditambah secara psikologi, betapa “stress” nya pengemudi kontainer ini, jika dihadapkan dengan kondisi lalulintas yang semrawut. Titik atau area blind spot menjadi pertaruhan sang pengemudi. Kenapa? Jarak jangakauan dan pandangan pengemudi sangatlah terbatas. Mereka akan susah melihat manuver dari kendaraan di samping dan belakang. Dan ini sangatlah beresiko. Kejadian laka lantas, motor masuk kolong truk ini sudah sering terjadi.

Dengan dimensi lebar dan panjang beberapa kali lipat dari mobil pribadi dan puluhan kali lipat dari sepeda motor, kendaraan ini mutlak “makan jalan” yang berakibat kemacetan. Isu utama dari point ini adalah faktor keselamatan dan minimalisir potensi kemacetan.

7.2. Normalisasi lampu lalu lintas.

timer-traffic

Meninjau dan setting ulang durasi lampu pengatur lalulintas. Dibeberapa titik lokasi, ada traffic light yang durasi warna hijau terlalu cepat berganti. Baru beberapa kendaraan berjalan sudah berganti merah. Alhasil terjadilah penumpukan kendaraan. Pun juga ada lampu pengatur yang waktu nyala hijau nya lama, sedangkan kendaraan yang melintas cenderung lengang, namun pada arus yg berlainan kendaraan begitu padat.

Dan setiap lampu pengatur lalin wajib dilengkai dengan timer countdown. Display angka penghitung mundur dari setiap peralihan warna lampu. Ini penting. Agar pengendara bisa menyesuaikan diri dari pergerakan lampu timer ini. Jika masih hitungan lama, pengendara bisa sejenak melemaskan otot otot atau bahkan membalas sms. Bahkan ada beberapa lampu pengantur lalin ini menunjukkan gagal fungsi. Peralihan warna lampu lalin kadang tidak safety. Mengapa? Dari lampu hijau menyala yang berarti kendaraan harus jalan, secara mendadak berganti merah. Ini berbahaya. Kendaraan yang sedang melaju kencang akan melakukan rem mendadak. Prosedurnyaย memang ada warna sebagai warning (kuning) dulu sebagai tanda peralihan warna hijau ke merah. Pendek kataย normalisasi dan additional instrument dari lampu lalu lintas ini wajib dilakukan secara menyeluruh.

7.3. Relokasi loket pembayaran tol.

Pengelola jalan tol hendaknya memperhatikan betul akan hal ini. Sering kemacetan terjadi karena antrian kendaraan di depan loket tol. Sedangkan loket pembayaran tol sangatlah dekat dengan jalan yang bersinggungan dengan jalan non tol. Alternatif yang bisa diterapkan adalah menempatkan loket di pintu keluar tol, bukan di pintu masuk. Atau bisa saja di coba di tengah tol sebelum rest area misalnya.

Itulah beberapa alternatif yang mungkin bisa menjadi pertimbangan Ditlantas Polri. Sinergitas antar lini mutlak dilakukan secara massive karena akan menjadi faktor kunci penentu. Polri yang ditunjuk sebagai alat negara, mengemban tugas maha luhur, dimana segala harapan akan tertib dan aman nya berlalu lintas kita nantikan. Di pundak Laskar Bhayangkara inilah disematkan amanat masyarakat agar terciptanya lalulintas yang bermartabat.

Pada akhirnya semua kembali ke kita. Bagaimanapun canggih dan mutakhir nya sebuah sistem, tanpa didukung oleh sumber daya pelaksana dan pelaku yang bermutu, akhirnya hanya menjadi sebuah retorika belaka. Pertanyaan sederhana, mau dan sanggupkah kita mematuhi dan menjalankan sistem tersebut?

Pungkasanโ€ฆmari kembali menemukan jati diri sebuah bangsa yang berharga diri. Bangsa yang (konon katanya) beradab dan berbudi pekerti. Sudah bosan kita mendengar berbagai tragedi. Risih kita menyaksikan sesama pengguna jalan saling sumpah serapah dan caci maki. Jenuh rasanya kita melihat perilaku keras hati dan arogansi. Tertib berlalu lintas hanyalah salah satu dari sekian indikasi dari masyarakat yang cinta negeri. Individu individu yang disiplin adalah cerminan karakter sebuah generasi. Tak selamanya akan kelabu, selagi masih ada putih. Berbekal niat dan kemauan tinggi di setiap lini, tentu segala keruwetan jalan raya selama ini bisa teratasi.

Semoga.

*) ilustrasi gambar diambil dari Google seraching

Ini yang Seharusnya Dilakukan oleh Produsen Sepeda Motor.

Kebutuhan akan sistem transportasi massal yang murah, efisien dan tepat waktu, hingga kini masih tetap menjadi impian dan angan angan. Disaat program Pemerintah tentang sistem transportasi massal yang seakan jalan ditempat, pabrikan sepeda motor telah dengan jitu memanfaatkan celah. Setiap tahun produksi sepeda motor terus merangkak mengalami peningkatan. Menurut data AISI, untuk kurun waktu dua tahun belakangan ini saja, total penjualan sepeda motor mencapai 14.860.016 unit. Angka yang akan diprediksi meningkat dari tahun per tahun, jika tidak dibarengi dengan kebijakan pemerintah tentang pembatasan jumlah sepeda motor.

Setiap pabrikan terlihat giat dan gigih menggelontorkan serta memasarkan aneka produk produknya. Bisa dikatakan setiap pergantian tahun, pasti ada pergantian jenis motor. Selera konsumen yang universal, nyata betul direspon pabrikan dengan cermat dan seksama. Kini varian motor tak ubahnya seperti menu warung makan. Komplit. Sampeyan ga suka pecel, ada pilihan opor ayam. ๐Ÿ˜€ Motor pun begitu. Segala jenis serta peruntukan lengkap tersedia. Yang ga suka bebek, sila pilih motor batangan atau metik. Itupun masih dibagi beberapa sub type. Jenis bebek pun terdiri dari beberapa type dan cc. Mumet kan?!

Kini motor bukan hanya sebagai alat transportasi primer selayaknya kebutuhan yang urgensi. Pelan tapi pasti, motor juga sebagai media gengsi bahkan pamer diri. Bukan rahasia lagi jika dalam dunia permotoran, terjadi user classification. Penggolongan berdasarkan kebanyakan para pengguna motor. Sampeyan tentu pernah dengar istilah: motor bapak-bapak, motor abege, motor anak muda, dan semacamnya kan?! Ini (walau bisa dibantah) yang sedikit banyak melahirkan dualisme keinginan. Alhasil, tak jarang seseorang bisa memiliki lebih dari satu motor. Dan kini siapapun bisa naik motor, tanpa batasan umur dan gender. Terlebih di jaman emansipasi modern sekarang ini, tidak heran dan lumrah jika kita mendapati beberapa wanita pun menyemplak sang kuda besi.

Populasi sepeda motor yang tak terkendali, jelas akan menimbulkan transformasi perilaku di masyarakat. Fenomena cabe cabean dan kebrutalan geng motor belakangan ini hanyalah sedikit dari ekses negatif yang ditimbulkan. Hal ini jelas selain mengundang keprihatinan juga berpotensi akan masa depan yang suram. Bukan tentang individu bersangkutan, dalam konteks yang lebih luas menyangkut sebuah generasi. Generasi yang sudah seyogyanya kita proteksi dari semua hal degradasi. Itupun kalo kita masih peduli.

Pun dalam berlalu lintas. Menyerobot traffic light, merampas trotoar, lawan arah adalah pemandangan lumrah belakangan ini. Pelanggaran berlalu lintas seperti sudah menjadi kebiasaan baru. Karut marut kehidupan jalan raya semakin runyam ditambah dengan minimnya penegakan hukum oleh aparat. Laskar Bhayangkara yang diplot sebagai garda terdepan seakan dibuat tak berdaya. Sudah selaksa kejadian demi kejadian, peristiwa demi peristiwa yang menimbulkan lara dan nestapa. Sejenak kita perlu merenung akan sebuah fakta yang tak terbantahkan yakni prosentasi kematian dari sebab kecelakaan berlalu lintas adalah PEMBUNUH TERBESAR dan menduduki ranking teratas. Bukan kanker atau masuk angin. Pilu mendengarnya, bukan?!

Video berikut ini mungkin bisa memberi kita banyak pelajaran berharga

Berbagai seminar, simposium dan diskusi lintas stakeholder sudah sering dilakukan guna mereduksi angka petaka dijalan raya. Bermunculanlah klub serta organisasi yang secara massive menyebarkan virus keselamatan berlalulintas. Langkah positif dari semua pihak ini tentunya harus kita apresiasi tinggi, walaupun kalo boleh jujur belum sepenuhnya menyentuh akar rumput. Masyarakat lapisan bawah sebagai mayoritas dari problematika kompleks.

Kini sejuta pertanyaan pun menggunung. Apakah para cabe cabean itu paham kalo cenglu (bonceng telu) itu salah? Apakah pemotor itu mengerti jika tak pakai helm itu juga salah? Apakah biker yang biasa ga menyalakan lampu sein saat belok itu tahu kalo itu salah? Apakah para pelawan arah itu mengerti kalo hal itu membahayakan? Bagaimana jika mereka melakukan aneka pelanggaran itu didasari karena ketidaktahuan mereka? Naif bukan?! Dan semua pertanyaan apakah itu akhirnya mengerucut menjadi…Siapakan yang pertama seharusnya mengedukasi masyarakat tentang cara berkendara yang baik?

Produsen motor. Ya, inilah unit pertama yang seharusnya memberi “pendidikan” keselamatan di jalan raya.

Lha, caranya bagaimana? Mendirikan sekolah khusus? Bukan! Memberikan pelatihan safety riding secara kontinyu? Bisa iya, tentu juga bukan!

Cara yang efektif dan klik adalah dengan mengeluarkan Buku Panduan Keselamatan Berkendara.

buku panduan

Mengapa justru produsen motor?

Tentu kita tidak bisa serta merta mengatakan biang keladi dari keruwetan berlalu lintas berasal dari salah satu lembaga tertentu. Ada masyarakat umum sebagai pengguna, kepolisian sebagai penegak dan kemenhub sebagai pengelola jalan raya. Kemenhub pun kalo tidak salah pernah mengeluarkan buku panduan seperti yang dimaksud. Saya juga pernah membaca Buku teori ujian sim terbitan Polda Metro Jaya yang sebagain materinya memuat tata cara berkendara yang aman. Pertanyaan nya…apakah masyarakat umum sebagai konsumen tahu? Kalaupun tahu buku itu, dimana bisa mendapatkannya? Keterbatasan daya jangkau instansi inilah yang ditengarai sebagai sumber dari “kebodohan” masyarakat.

Draft dan materi dari buku itu disusun tentu melibatkan instansi terkait, karena selain berisi teknik berkendara yang benar juga memuat pasal pasal penegakan. Lha, terus masyarakat mendapatkan buku itu caranya bagaimana?

Seperti kita ketahui, bersamaan dengan diterimanya unit kendaraan baru, kita pasti akan menerima buku service, tool standard, helm serta buku panduan kendaraan bersangkutan. Mekanismenya adalah Buku Panduan Keselamatan Berkendara itu wajib disertakan dalam setiap pembelian kendaraan baru. Sebagai media edukasi dan pemahaman berkendara yang langsung sampai ke khalayak umum. Dengan demikian masyarakat akan lebih leluasa memahami aturan cara berkendara yang benar. Kenapa mesti buku? Sebab buku setiap saat kita bisa membaca dan mempelajari isinya secara berulang-ulang. Suatu hal yang dilakukan secara berulang-ulang akan melahirkan kebiasaan. Dan bukan tidak mungkin kitapun bisa menularkan dari apa yang kita baca kepada orang terdekat kita. Penambahan pengetahuan serta penegasan, kita bisa mengikuti seminar, simposium dan diskusi seputar safety riding.

Jika Buku Panduan itu bisa di realisasikan oleh tiap-tiap pabrikan, besar harapan kita akan perubahan baru paradigma masyarakat tentang berlalu lintas. Tentu dengan ringan dan tulus hati kita berikan standing applause dan angkat topi buat para pabrikan motor. Ini bukan tentang romantisme balas budi. Ini hanya sebentuk emphatic morality dari pabrikan kepada konsumen. Terlebih regulasi otomotif nasional yang cenderung memberi ruang kepada pabrikan untuk ekspansi produk, rasanya tidak berlebihan jika kita para pengguna sepeda motorpun berhak mendapatkan pembelajaran berlalu-lintas yang benar secara komperehensif.

Pungkasan…mari kembali menemukan jati diri sebuah bangsa yang hakiki. Bangsa yang (konon katanya) beradab dan berbudi pekerti. Sudah bosan kita mendengar berbagai tragedi. Risih kita menyaksikan sesama pengguna jalan saling sumpah serapah dan caci maki. Jenuh rasanya kita melihat perilaku keras hati dan arogansi. Tertib berlalu lintas hanyalah salah satu dari sekian indikasi dari masyarakat yang cinta negeri. Individu individu yang disiplin adalah cerminan karakter sebuah generasi. Tak selamanya akan kelabu, selagi masih ada putih. Berbekal niat dan kemauan tinggi di setiap lini, tentu segala keruwetan jalan raya selama ini bisa teratasi.

Semoga.
#keep safety and be smart driver

*inspired from suara lantang dari solo*ย 

(Review Product) Yamalube Carbon Cleaner…Untuk Performa Optimal.

Tak terasa akan menginjak awal tahun ke delapan, kebersamaan gue dengan Sakawuni. Sengaja motor gue namain demikian bukan tanpa sebab. Entah mengapa gue agak sedikit terobsesi dengan karakter Sakawuni dalam epic sandiwara radio Tutur Tinular besutan S.Tidjab. Lugas, dan sedikit liar, namun welas asih dan suka menolong kaum tertindas. ๐Ÿ˜€ ย Dan karakter itulah yang gue rasa cucok dengan motor bebek tunggangan gue ini. Responsif dan meledak ledak. Khas overstroke.

Sakawuni inilah teman yang selalu setia menemani segala kegiatan dan keperluan gue selama ini. Ke kantor, antar anak sekolah, antar kanjeng mami ke pasar atau sesekali kuajak touring lintas kota Jabodetabek. Bahkan dalam beberapa kesempatan malah kuajak mudik ke kampung. Lengkap dengan wira wiri di seputaran Sindoro Sumbing. Perlakuan gue ke Sakawuni ini biasa saja cenderung kalem. Hanya kadang-kadang Sakawuni ini pernah gue perkosa dengan semena-mena. Bayangkan…gue pernah menjambak Sakawuni ini pada gear 2 sampai kecepatan 70km/jam. Alhasil doi teriak overlimit. Kejam banget ya gue. ๐Ÿ˜€

Sakawuni ini gue biarkan saja apa adanya. Orisinil. Standard. Gue emang ga minat dan tertarik buat oprek-oprek motor mendongkrak performa atau apapun bau modifikasi. Gue biarin alami aja. Modifikasi paling ย ekstrim yang pernah gue lakuin yakni menempelkan stiker motoGP dan ganti tutup pentil ala misil. Itu doang. Dan itu sudah cukup menambah sugesti gue, kalo Sakawuni tetaplah gesit dan lincah. ๐Ÿ˜€ Dan sudah menjadi kewajiban gue ke Sakawuni untuk selalu ganti oli secara berkala dan minum oplosan. Bukan oplosan ciu campur tape bro, ๐Ÿ˜€ Terkadang pertamax, tak jarang pula premium kalo lagi tanggung bulan. ๐Ÿ˜€
Hingga tanpa gue sadari sekarang odometer motor sudah nangkring di angka 62323. Angka yang lumayan panjang. Angka yang jika ditarik garis lurus kurang lebih 4 kali pulang pergi jarak Jakarta ke Mekah. Artinya sudah 4 kali pula Sakawuni naik haji. :mrgreen:

YCC 1

Property apapun yang kita gunakan tentunya membutuhkan perawatan secara murni dan konsekuen berkala dan kontinyu. Agar performa tetap terjaga. AC saja tanpa kita bersihkan dan rawat akan menjadi barang tak berguna. Pun demikian dengan motor gue.
Seorang teman menyarankan agar gue pake produk penjaga stamina motor. Semacam vitamin, katanya. ๐Ÿ˜€ Awalnya gue agak sangsi, namun apa salahnya gue coba. Dan do’i menunjuk satu produk yakni Yamalube Carbon Cleaner. Produk ini (katanya) ampuh membersihkan kerak-kerak hasil sisa pembakaran. Wah, ini dia, pikir gue antusias. Terlebih dengan cara pakai yang sangat gampang. Tinggal lhep. Tinggal tuang di tangki motor, dan biarkan cairan ini bekerja. Tak pake lama, gue pun mendapatkan barang itu. Dengan bahan bakar full tank, gue cekokin Sakawuni dengan sebotol Carbon Cleaner itu. Makglegeg. ๐Ÿ˜€

 

YCC

Trus testimoninya bijimane? Instantly gue belom dapet feel apapun dari pasca pemakaian produk itu. Baru setelah pemakaian full tank BBM motor gue habis, perlahan bisa gue rasakan bedanya. Tarikan motor bisa gue rasakan menjadi enteng dan responsif, terindikasi dari mudahnya rpm mencapai peaknya. Setiap perpindahan persneling, tenaga motor terasa berisi. Pokoke nendang. Alhasil untuk mencapai limiter tak butuh waktu lama. Jiiaaaan mantep tenan coooyyy… ๐Ÿ˜€

Jika ada yang iseng nanya, “motor gue kan bikinan pabrik sebelah tuh, bisa ga kalo gue pake Yamalube Carbon Cleaner itu bro?” (Masih menurut temen gue itu), “ga majalah bro, motor apapun bisa, mau motor bikinan Hongkok kek, Arab kek, metik, sepot atawa bebek”. Pendeknya produk ini terbuka dikonsumsi semua motor lintas pabrikan, tak memandang kasta dan derajat motor. Cucok lah kalo begetooohh… ๐Ÿ˜€

Pun, jika ada yang nanyain, “trus, cara kerja Carbon Cleaner ini bijimane sih, bro?” “Trus, ane musti pake pertamax atawa Premium jika mau dicekokin Carbon Cleaner itu bro?” “Trus kerak-kerak yg berhasil dilunturkan dari ruang bakar larinya kemane dong?”

pistonseizeda

Penjelasan singkatnya begini:

1. Tuangkan 1 botol Carbon Cleaner dengan 3-4 liter bahan bakar. Pas banget takaran tersebut dengan motor metik dan bebek yg kebanyakan bertangki BBM dengan kapasitas 3 atau 4 liter. Untuk motor sport, sampeyan butuh 2 botol Carbon Cleaner, secara kapasitas BBM motor batangan ini lumayan besar.

2. Selama pemakaian Carbon Cleaner ini, usahakan sesekali sampeyan tarik gas secara penuh. Full throttle. Dan jangan kaget jika sampeyan mendapati asap hitam mengepul dari knalpot. Itu pertanda bahwa cairan sedang on progress, bekerja maksimal merontokkan kerak-kerak yang bersemayam pada ruang bakar.

3. “Trus apakah gue musti pake ni produk tiap isi BBM, bro?” Anjuran penggunaan Carbon Cleaner ini untuk pemakaian setiap 3000km. Itu udah recomended dari pabrikan. Jadi sampeyan ga perlu menambahkan cairan ini tiap isi BBM. Bisa jadi akan mubazir.

4. Pemakaian Carbon Cleaner menggunakan Pertamax atau Premium? Sebelumnya kita musti tau dulu sifat, karakter dan jenis kedua BBM familiar ini. Secara garis besar kedua jenis ini sama, hanya untuk Pertamax adalah jenis Premium yang sudah di beri additive. Ada zat tambahan khusus. Additional chemical ini yang menyebabkan tarikan motor menjadi berbeda jika dibandingkan dengan Premium biasa. Itulah salah satu alasan kenapa jenis Pertamax biasanya lebih mahal. Dari sini tentu sampeyan bisa memutuskan mana yang terbaik untuk pemakaian pertama dengan Carbon Cleaner ini.

5. Yang perlu di ingat yakni, bahwa Carbon Cleaner ini BUKAN untuk menambah kecepatan motor, melainkan mengembalikan power motor seperti semula. Restorasi gitu deh. ๐Ÿ˜€ Seperti kita ketahui bahwa dalam perjalanan proses pembakaran, tentunya meninggalkan residu dan endapan dalam ruang bakar yang lambat laun akan bertumpuk membentuk kerak hitam. Ini salah satu biang kerok yang mengakibatkan performa motor menjadi loyo dan ngempos. Dan juga salah satu sebab yang mengakibatkan motor menjadi boros BBM.

Demikian review singkat dari pemakaian Yamalube Carbon Cleaner ini. Semoga bermanfaat dan motor semakin membawa berkah.

Pungkasan…review singkat ini tidak manjur dan berguna bagi biker yang fanatik dengan merek tertentu. ๐Ÿ˜€ Ciaooo…. ๐Ÿ˜›

Fitur-Fitur Sepeda Motor Masa Kini…

Setelah di artikel sebelumnya membahas fitur safety (pada motor jadul) yang dikebiri, (klik) rasanya ga fair jika kita tidak melanjutkan ke topik fitur-fitur sepeda motor masa kini. Ga terbatas pada fitur safety saja, melainkan berbagai macam fitur menyeluruh pada motor masa kini. Fitur yang pada motor jadul kaga ada. Seiring perkembangan roda dua yang sedemikian pesat, pengaplikasian properti berbasis secure, safety dan comfort mutlak dibenamkan.

Wis, ra sah kesuwen…langsung saja kita ke tekape.

1. Cover Muffler.

 

Graphic2dfsfsfsf

Fungsinya sebagai pelindung panas yang dihasilkan oleh sisa pembakaran pada knalpot. Knalpot motor yang merupakan bagian luar motor dan notabene panas…memang beresiko mengenai anggota badan. Kaki terutama. Jelas ini penting. Salah salah betis yang nempel…jiaaaan mak kronyos. :mrgreen:

2. Engine Guard.

Graphic2fasfasdada

Hampir sama dengan yang nempel di knalpot, piranti ini memberi perlindungan dari panas mesin. Bukan peredam panas sebenarnya, hanya semacam properti sebagai batas antara kaki pengendara dengan mesin. Penting. Sehingga panas yang dihasilkan mesin, tidak langsung mengenai kaki rider. Mengendarai motor pelindung mesin, lambat laun bagaikan menginjak bara api…apalagi tanpa sepatu…jiaaan koyo kobong, rasane ra karuan. ๐Ÿ˜€

3. Hand grip guard.

Graphic2dsfsdfsdf

Ini bukan untuk gaya-gayaan khas anak muda. Penting bro…Fungsinya menahan grip apabila motor jatuh. Sebagai penahan gas motor dari resiko pelintiran gas secara liar yang dihasilkan dari impact motor jatuh. Penting banget, kan?! Hanya saja, masih ada beberapa varian motor yang belum memakai piranti sederhana ini.

4. Lean Angle Sensor.

Graphic2sdasdasd

Wih, opo iki? Fitur safety yang bekerja secara otomatis jika motor mengalami sudut kemiringan tertentu. Maksude piye? Jelasnya begini…dengan fitur ini, mesin motor akan otomatis mati, jika motor jatuh. Aman kan?! Kita ga perlu gelagapan matiin mesin motor, saat tiba-tiba motor mendadak oleng dan susah dikendalikan. Fitur ini tergolong canggih dan mutakhir. Ga semua motor dibekali fitur ini.

4. Parking lock.

Graphic2 3

Hampir sama dengan hand brake pada mobil. Fungsinya menahan laju (mundur) motor saat berhenti di tanjakan. Diharapkan dengan fitur ini meminimalkan pengendara motor dari kejengkang dengan kaki cekangkangan akibat tak mampu mengendalikan motor yang mundur… makregadhak. ๐Ÿ˜€

5. Secure key.

Graphic2 1

Dari namanya, ini memang bukan fitur safety, tapi fitur keamanan. Fitur ini diharapkan menimalisir motor dari tindak pencurian. Yang perlu diingat…prinsip kerjanya bukan mencegah, tapi menghambat. Dengan didesain mengcover lubang kunci, para pelaku kriminal ga akan leluasa dalam menggondol motor incaran. Fitur ini penting banget…apalagi, maling biasanya lebih pinter. :mrgreen: ada aja modus operandinya. Sekedar saran sederhana…lengkapi motor dengan kunci ganda.

Graphic2sadadasda

Pada motor bebek tunggangan, yang belum tersentuh fitur secure ini…gue mengakali dengan menambahkan gembok. Karena penempatan gembok pada cakram rem itu udah terlalu mainstream…gue menggemboknya di standar tengah! Alhasil…motor akan diam membisu, didorongpun ga bisa…kecuali digotong beramai-ramai! ๐Ÿ˜€

6. ABS.

Apa itu? Antilock Brake System. Fitur safety yang menurut gue masih sebatas impian…jika di applikasikan pada motor massal nan merakyat. Fitur ini selain sangat penting juga canggih. Saking canggihnya…terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan antara motor yang pake ABS dengan non ABS. Ga semua motor mengadopsi fitur ini. Fitur ini nemplok biasanya pada motor seperempat liter ke atas…mengingat power dan muntahan tenaga dari motor ber cc besar yang nggegirisi.

Lha, sakjane fungsine opo to, bro? Fitur ini mencegah terjadinya rem mengunci akibat bekerjanya rem secara over capacity. Hard breaking. Tegasnya…pada pemakaian rem secara panic breaking, tekanan mendadak dari master rem pada kaliper akan serta merta mengakibatkan piston mendorong kampas rem dan mengunci piringan perlambatan. Akibatnya bisa ditebak… motor akan nyungsruk. ๐Ÿ˜€ Cara kerja fitur ini…dengan menambahkan sensor yang berfungsi mengubah tekanan kaliper menjadi putus-nyambung. Secara simultan…tekanan yang dihasilkan akan membuat disc tidak mengunci. Lebih jelasnya, monggo simak video terlampir…

Mengingat fungsinya yang sangat vital…dalam regulasi otomotif di Eropa sono…semua pabrikan wajib menggunakan fitur ABS pada motor diatas 150cc. Tuh kan?! Terbukti bahwa bule-bule ternyata sangat care dengan property safety. Betapa mereka menyadari…bahwa motor bukan sepeda pancal, yang ngeremnya pun bisa pake sendal… :mrgreen:

7. SSS (side stand switch)

Graphic2 23

Mirip saklar yang fungsinya mematikan mesin saat standar samping diturunkan. Dengan kata lain…fitur ini mencegah motor hidup saat standar samping masih on parking.

Sifat pelupa kita itu memang udah bawaan. Mengendarai motor dengan kelupaan menaikkan standar itu jelas bahaya…salah-salah, kita bisa kejengkang. :mrgreen: Hanya sayangnya… dengan fitur ini kita ga akan mendapati orang-orang baik yang menyempatkan diri berteriak “Bang, standarnya bang!”

Gue pernah punya pengalaman menggelitik, sampai sekarang kalo ingat masih akan bisa tersenyum simpul ๐Ÿ˜€ Tentang standar samping. Jauh di kampung…berboncengan dengan teman dan melewati hutan karet, gue dikejar ama pengendara motor. Gue pikir doi rampok. Bahaya tenan nih! Karuan aja, gue memacu motor sekuat-kuatnya. Motor tua gue jelas terseok-seok dibanding motor pengejar yang masih nampak baru. Uniknya saat doi berhasil overlap gue…doi bilang “Mas, standare!” sembari nunjuk arah bawah motor gue. Refleks kaki pun menowel standar, sambil tak lupa bilang, “Suwun, kang” diiringi dengan lambaian tangan brotherhood. Ya…beberapa orang baik yang kadang rela bersusah payah, hanya sekedar mengingatkan kita…tentang keselamatan.

8. ISS (Idle Stop Switch)

Graphic2dsfsfsfs

Opo kuwi? Fitur ini membuat mesin motor mati secara otomatis jika throttle gas tidak terbuka dan kitiran rpm tidak jalan selama beberapa detik. Fitur ini lumayan maknyus jika kita sering terjebak kemacetan atau pas di lamer. Dengan menekan tombol ISS sebelumnya, saat di antrian traffic light, motor akan mati dengan sendirinya. Canggihnya…kita tak perlu pencet electric starter lg buat ngehidupin motor, cukup buka tarikan gas maka motor pun akan menyala kembaali. Dengan fitur ini diharapkan pemakaian bbm bisa menjadi lebih hemat. Keren kan?!

8. ABS

Opo iki? Answer Back System. Semacam alarm dengan remote sebagai pemicunya. Fitur ini memudahkan kita mengenali dan menemukan motor saat parkir. Saat di tempat terbuka yang motor pada bejibun berparkir, kita kadang kelupaan dengan tempat parkir motor kita semula. Cukup tekan remote, maka piranti pada motor ini akan bekerja dengan mengeluarkan suara dan kedipan lampu. Keren kan?!

So, pasti…kita tidak akan clingak-clinguk mencari motor di keramaian parkiran. ๐Ÿ˜€ Monggo simak video berikut ini yang saya angkut dari official site nya Kang Haji TMC

9.ย Safety Starter.

Graphic2sdasdada

Fitur ini membuat motor ga akan hidup tanpa melakukan tindakan pada piranti tertentu terlebih dahulu. Pada metic, motor baru mau hidup jika kita menekan tuas rem…depan atau belakang. Sedangkan pada motor ber persneling, motor ogah nyala saat kondisi persneling tidak dalam posisi idle atau netral. Fitur ini penting…untuk menghindari motor jumping atau salto saat motor dinyalakan.

Dan gue punya pengalaman yang sungguh hina bin nista tentang hal ini. ๐Ÿ˜€ Saat hendak memboncengkan istri tercinta…belum sepenuhnya pant*t nemplok di jok motor, gue menyalakan motor. Celakanya, pas gue tekan starter, persneling 1 masuk tanpa gue sadari…dan makpecodol. :mrgreen: Motor serasa dijambak setan. Lompat trengginas. Karuan aja kanjeng mami kejengkang dengan sempurna. Malamnya gue panggil dukun urut…dan tragisnya…selama sepekan gue diganjar dengan lirikan mata kanjeng mami yang seperti hendak menghakimi. :mrgreen: So…selalu netral kan persneling saat hendak menyalakan motor. Serius.

10. Charger.

Graphic2

Sekarang kita hidup dijaman, dimana komunikasi digital seperti hampir menjadi kebutuhan pokok, selain pangan, sandang dan papan. Informasi dan interaksi sosial cukup dalam genggaman. Tak pelak, kelangsungan hidup ponsel tetap harus terjaga. Fitur ini menjawab kebutuhan diatas. Hape lowbatt, tinggal colok di motor kita. Wah, ajaib kan?! Jika sudah sedemikian gampangnya…bukan tidak mungkin motor masa depan akan dijejali fitur modem atau bahkan wifi serta bluetooth. Wis jiaaan…kantor bisa pindah di jok motor nih… ๐Ÿ˜€

11. Music mp3

Graphic2 355

Ini fitur kenyamanan. Belum teruji secara safety. Fitur dimana motor udah dibenamkan mp3 player. Tinggal pencet…kita udh bisa ajeb-ajeb, geleng-geleng dijalan. ๐Ÿ˜€ Tapi, rasanya secara pribadi gue kok agak gimana gitu ama fitur ini. Ga septi pisan euy… :mrgreen: Tapi untungnya, fitur ini nempel pada motor pabrikan kelas dua…dimana produk-produknya kurang dilirik konsumen, sekedar meramaikan pasar roda dua tanah air. Entah apa jadinya jika fitur ini diaplikasikan pada motor rakyat keluaran pabrikan besar semacam Honda atau Yamaha. Bisa jadi, kita akan gampang menjumpai biker yang geleng-geleng dijalanan dan pasukan joget bertebaran dimana-mana. ๐Ÿ˜€

=========================================================================

Itulah beberapa fitur-fitur pada sepeda motor sekarang ini. Teknologi memang terus berkembang dan pengaplikasian pada motor juga akan mengalami perubahan. Tentunya dengan kemajuan teknologi, selain manfaatnya yang tak terbantahkan, motor juga bisa menjadi sahabat yang saling melengkapi. Motor yang sehat dengan fitur-fitur pelengkap yang mumpuni, tentunya membuat pengendara merasa nyaman. So, konsentrasi riding pun minim gangguan. Namun, yang utama dari itu semua adalah adab berkendara.

Seberapapun canggihnya sebuah motor, tanpa dibarengi perilaku berlalu lintas yang beretika adalah sia-sia. Kang Valentino Rossi bilang…”Mental adalah segalanya.”

#salam safety

*some images taken from google search and TMC Blog

Kemana Perginya Fitur Safety ini…?

Di sebuah pengkolan jalan, dari dalam warung kopi, lamat-lamat gue mendengar suara beep…agak mirip dengan suara beep dalam warning komputer. Awalnya gue pikir ini suara beep yang sangat khas dari mobil truk yang mundur. Terlihat seorang pengendara motor turun bergegas. Motor bebek lansiran tahun tua yang masih terawat dengan baik.

Setelah mengucap salam, ternyata beliau ini bermaksud menanyakan alamat. Gue bersama seorang kawan yang kebetulan tau alamat yang dimaksud, dengan senang hati pun membimbing beliau dari jalan kesesatan dengan menunjuk kan rute dan jalan yang benar. ๐Ÿ˜€ Setelah berterima kasih, sang pengendara motor pun berlalu.

====================================================================

Bebek tua itu sudah hilang di telan ujung jalan. Namun mendadak gue terhenyak. Ya, bebek tua itu mengingatkan gue tentang beberapa piranti keselamatan pada sepeda motor yang ironisnya entah sengaja atau tidak, di campak kan begitu saja oleh pabrikan. Disunat alias dikebiri. :mrgreen:

Ditengah isu keselamatan berkendara dan problema berlalu-lintas yang makin hari makin semrawut, jelas langkah pabrikan meniadakan beberapa fitur safety ini adalah sebuah kemunduran. Kontraproduktif. Menilik dari karakter sepeda motor yang responsif dan manuvernya yang “aje gile”, harusnya menuntut hal-hal yang krusial menyangkut faktor safety. Adalah menggelikan dan tragis jika sebuah kecelakaan bermula karena sang korban tidak “terlihat”.

Menurut beberapa rekan drivers yang sempat gue tanyain…pejalan kaki dan pengendara motor ini ada dalam daftar teratas kategori pengguna jalan yang harus diwaspadai. Ingat kasus Bro Ari Wibowo, atau Bang Faisal? Manuver beberapa bikers yang “kura-kura penyu” alias hampir sama dengan sopir bajaj…kadang bikin drivers ekstra hati-hati. Selap selip minim perhitungan adalah yang ditakutkan para driver…ditambah dengan paradigma hukum kita yang kadang mengaburkan fakta sesungguhnya. Betapa sopir truk selalu tak berdaya di depan pak pulisi, jika berhadapan dengan bikers. Padahal, dalam beberapa kasus banyak bikers yang secara individu gagal mengantisipasi keadaan…seperti, motor oleng, terperosok lubang jalan, slonong boy dsb. Pendeknya…yang kecil akan selalu menangan. :mrgreen:

====================================================

Secara garis besar, fitur safety ini dibagi dalam dua kategori. Visual dan verbal. Yang terlihat dan yang terdengar. Sebagai contoh…lampu sein dan klakson. Inilah bentuk komunikasi kita yang sangat krusial dengan sesama pengguna jalan yang lain.

Tanpa media vital ini, kita benar-benar akan menjadi Tarzan kota, dengan bahasa isyarat dan “auuoooo” nya. Pasti repot deh, jika kita mau belok musti bengak-bengok alias teriak. :mrgreen: atau bahkan nunjuk-nunjuk.

Lantas, apa saja sih beberapa fitur safety pada motor yang gue maksud? Fitur safety yang (entah sengaja atau tidak) ditiadakan produsen motor?

1. Sound flasher.

Ini fitur yang gue singgung pada preambule di atas. Kalo boleh menyebut merek…fitur ini nemplok manis di Yamaha Alfa. Entah keluaran tahun berapa. Mungkin sudah sering kita melihat di jalanan, lampu sein kanan nyala…eh, beloknya kiri. ๐Ÿ˜€ Atau sepanjang perjalanan, lampu sein nyala terus tanpa kita sadari. Ini jelas membingungkan pengguna jalan yang lain. :mrgreen:

Memang kalo kita cermati, bersamaan dengan nyalanya lampu sein, akan terdengar bunyi beep dari dalam dashboard motor. Sama persis dengan beep yang diaplikasikan di mobil. Hanya saja jelas beda kadar volume penangkapan oleh kuping kita. Kabin mobil yang tertutup rapat, sangat memungkinkan kita mendengar voice dari sein ini, bahkan suara (maaf) buang angin pun bisa terdengar nyaring. ๐Ÿ˜€

Tapi pada motor…yaelaah, suaranya hampir ga kedengaran bro. ๐Ÿ˜€ apalagi ditengah ramainya lalu-lintas, ditambah kita pake helm…ya kaga kedengaran babarblas. :mrgreen: Dengan fitur ini, seenggaknya kita “ngeh” dengan sign lamp kita. Kan ga mungkin, kita nunduk terus memelototin dashbord motor kan? Selain pegel, juga beresiko. Sangat disayangkan memang. :mrgreen:

2. Tail light

Ini salah satu property motor yang wajib ada. Lazimnya benda ini nempel pada belakang motor. Spatbor.

Yang masih gue ingat dan khas banget adalah tail light segitiga pada varian motor keluaran Suzuki. Asli trademark tenan. Dan makin kemari…desain tail light pun makin variatif. Ada yang berada di bawah stoplamp, bahkan pada beberapa type motor, di desain menyatu dengan kaca mika lampu rem belakang.

Lha, njur sakjane fungsine opo to? Fitur ini semacam emergency assistance, jika sewaktu-waktu lampu rem belakang motor mendadak mati. Fitur safety ini akan nampak bercahaya jika terkena sorot lampu. Yang akan menyala dalam gelap, menjadikan motor kita menjadi visionable aka terlihat. Tanpa fitur ini dengan lampu rem belakang yang mati, motor tak ubahnya seperti gerobak berjalan. :mrgreen: jelas akan mengundang dan mengandung resiko.

tail light 1 tail light

Hampir sama dengan dibelakang, sama pula benda ini nempel di samping motor. Ini poin pentingnya. Gue menyebutnya “mata kucing”. Pada motor lokal produksi massal keluaran millenium, benda ini berhalangan hadir. Absen. Kaga ada. Hmm…sangat disayangkan. Padahal sebelumnya barang ini wajib nemplok. Posisinya pun bervariasi. Ada yang dibawah tangki ataupun fork depan.

Ironisnya, pada produk serta type yang sama…dilain negara benda ini ajaibnya ada. Mendadak gue bingung. Entahlah, apakah regulasi otomotif roda dua tanah air tidak mengakomodir fitur ini atau efisiensi pabrikan…gue gagal mikir. Padahal jika dipikir sebenarnya benda ini cuma nunut katut aja. Numpang nemplok. Soale cara kerja benda ini nihil sumber tenaga yang dapat membebani kerja accu. Jiaaan simpel tenan sakjane. ๐Ÿ˜€

3. Cover Rantai

Fitur ini bukan ditiadakan, hanya mengalami pergeseran bentuk desain. Pada motor jadul, cover rantai ini menutup seluruh rantai motor…dengan menyisakan lubang untuk pengecekan kerenggangan dan pelumasan. So, fungsionalitas keamanan tetap jempol.

Perkembangan motor modern mengharuskan cover rantai yang full ini lengser. Digantikan dengan desain yang up to date, seperti yang kebanyakan kita lihat sekarang. Walaupun secara fungsional tetap sama…namun desain cover rantai sekarang ini…ada celah yang bisa dimasuki oleh benda-benda rawan nggubet. Apparel boncenger semacam…Jarik, kebaya atau sarung adalah property yang wajib diwaspadai. Salah salah sarung masuk gear…alamat nggeblak berdarah. :mrgreen:

cover rantai 1 cover rantai

=============================================================

Paparan diatas adalah fitur safety yang bersinggungan dengan pengguna jalan yang lain. Ada korelasi paralel yang ditimbulkan jika tanpa property tersebut. Simpelnya…fitur safety yang bukan hanya berguna buat diri sendiri, namun juga bermanfaat buat orang lain.

Nah, jika begitu…apakah ada fitur safety yang migunani tumrap awake dhewe? Ternyata ada bro… ๐Ÿ˜€ fitur yang berguna secara personal.

4. Karet kick starter.

Apan ini? Sepele banget! Itu sih ada ga ada kaga ngaruh…keles!ย  :mrgreen: Memang kelihatan nya sepele.

Gue pernah punya pengalaman tragis tentang kick starter ini. Jaman gue esempe. Motor batangan bokap gue emang hobi banget ama mogok. Motor tua yang teknologi elektrik starter belum ada. Dengan kick starter tanpa karet (yang hilang entah kemana) waktu itu, gue kecil dengan sekuat tenaga mencoba meng engkol motor. Dan tragedi itu terjadilah. Kaki terpeleset disertai kick starter menghantam mata kaki. :mrgreen: Sontak aja…bokap, nyokap dan tetangga berhamburan keluar…gue kecil meraung-raung kesakitan. Ngilu. Dramatis.

Pada motor-motor sekarang, tambahan karet pada kick starter ternyata membuat pabrikan benar-benar galau. ๐Ÿ˜€ ada pabrikan yang tetap memasangkan karet, pun ada pula pabrikan yang benar-benar menghapus benda ini. Malah, ada pabrikan yang setengah hati…di varian bebek memakai karet, di type matic kaga pake. Bahkan, walaupun sama-sama bebek, ada yang pakai ada yang tidak. :mrgreen: Jiaaan…galau nih yee… ๐Ÿ˜€

pancalan

pancalan

==============================================================

Itulah sedikit fitur safety pada sepeda motor yang ditiadakan produsen. Hal yang sebenarnya sangat disayangkan, ditengah makin minimnya kesadaran masyarakat tentang berlalu-lintas. Harapan dari artikel ini adalah hanya sebagai pengingat, tanpa tendensi ataupun kepentingan dari pihak manapun, bahwa…… sekecil apapun potensi celaka, tetap harus diwaspadai.

Namun yang terpenting dari semua itu adalah attitude. Perilaku berkendara. Secanggih dan seberapa kaya fitur safety, akan sia-sia…tanpa dibarengi dengan sikap berkendara yang beradab.

#Salam Safety

SPBU Self Service…Modernisasi Pelayanan

Ini pom bensin anti mainstream, dengan pelayanan yang beda dari SPBU kebanyakan. Awalnya gue bingung bercampur penasaran. Dan SPBU self service ini tidak juga berhasil menaikkan kadar kecerdasan gue. Kenyataannya memang begitu benar adanya. ๐Ÿ˜€ Gue masihlah jadi manusia super udik, culun dan gagal tanggap.

Ini kali pertama gue ketemu SPBU self service. Pengalaman pertama memang memorable dan selalu menegangkan…mungkin sama menegangkan dengan pengalaman pertama di malam pertama. :mrgreen: Tapi, atas nama ketidakmengertian, tentu hal ini masih bisa dimaklumi.

Sakjane…SPBU Self Service itu apaan sih?

Jadi begini bro…Menilik dari namanya, jenis SPBU ini tidak menggunakan jasa petugas pom bensin. Artinya kita sendiri yang turun tangan menuangkan BBM ke tangki motor kita…seperti yang biasa kita lihat pada film-film Hollywood. Hmmm…sepertinya mantaap kan?!

Bagaimana sih mekanisme nya?

1. Dalam antrian, pertama kali kita akan berhadapan dengan kasir. Disini kita menentukan nominal liter atau rupiah yang akan kita beli. Selanjutnya kita akan mendapatkan struk tanda pembelian BBM dari kasir.

muda grafika for wordpress 3

2. Dispenser akan bekerja jika terlebih dulu kita menscan barcode struk pada mesin. Disini kita akan dibimbing oleh suara ramah nan merdu dari operator secara otomatis. Berhasil atau tidaknya kita menscan…operator otomatis ini akan memberitahu kita.

muda grafika for wordpress 1

3. Setelah scan barcode kita terconfirm succesfully, selanjutnya kita tinggal menuangkan BBM lewat nozzle. Nah, disini perlu ketenangan. Kenapa? Dorongan BBM via nozzle ini (bagi yang pertama kali megang) cukup mengagetkan. Seperti pengalaman gue…begitu gue tekan tuas open pada nozle…tiba-tiba maksoooor, BBM meluncur deras hampir muncrat. :mrgreen: Jiaaaan ndeso tenan. :mrgreen:

muda grafika for wordpress 4 muda grafika for wordpress 2

Hmmm…gimana? Seharusnya keren, kan?! Namun, dari yang gue amati…rata-rata pengguna self service ini agak-agak gagap. Termasuk gue. ๐Ÿ˜€ Butuh waktu dua atau tiga kali lipat dibandingkan dengan pelayanan dari petugas biasanya. Kita musti turun dari jok motor, scan barcode, menuangkan BBM. Lama coooyy… alhasil antrian di SPBU makin mengular. Dan diperlukan sosialisasi sebelumnya, agar tidak timbul gagap dan gugup. Malah gue liat ada yang mungkin saking gugupnya atau karena memang tidak tahu, menaruh nozle kurang sempurna dan jatuh menjuntai. :mrgreen:

SPBU self service mungkin kurang cocok jika diaplikasikan pada lokasi padat kendaraan terutama pada jam-jam sibuk. Kalo untuk di sekitaran komplek atau perumahan masih bolehlah. ๐Ÿ˜€ secara kemungkinan antrian panjang sangatlah kecil.

Tapi (untungnya), prosentase SPBU Self Service di Jakarta ini terhitung kecil. Mungkin hanya beberapa gelintir saja. Salah satunya ya di bilangan Kapuk Raya ini. Hadir sebagai pembeda dari SPBU kebanyakan yang masih bersistem konvensional. Atau (ini hanya dugaan liar dan ngawur gue) mungkin juga sebagai jawaban Pertamina atas kritik kecurangan petugas SPBU yang (katanya) memainkan nozle. Seakan Pertamina hendak bilang, “Ya sudah, pencet sendiri nozle BBM anda” ๐Ÿ˜€

Jika suatu saat nanti semua SPBU memakai sistem self service, maka “Dimulai dari nol” akan tinggal kenangan. ๐Ÿ˜€ Slogan senyum, sapa dan salam akan menguap dari peredaran, seiring menguapnya pertamax. ๐Ÿ˜€

Terutama yang hobi modusin mbak-mbak petugas SPBU, sistem ini jelas mempersempit ruang gerak. ๐Ÿ˜€ Pertanyaan iseng… “Mbak, kenapa musti dari nol? Anak-anak aja kan kalo berhitung mulai dari satu.” akan tidak terdengar lagi. Rasakno ๐Ÿ˜€

So…SPBU self service, kira-kira cocok ga bro?