Ini yang Seharusnya Dilakukan oleh Produsen Sepeda Motor.

Kebutuhan akan sistem transportasi massal yang murah, efisien dan tepat waktu, hingga kini masih tetap menjadi impian dan angan angan. Disaat program Pemerintah tentang sistem transportasi massal yang seakan jalan ditempat, pabrikan sepeda motor telah dengan jitu memanfaatkan celah. Setiap tahun produksi sepeda motor terus merangkak mengalami peningkatan. Menurut data AISI, untuk kurun waktu dua tahun belakangan ini saja, total penjualan sepeda motor mencapai 14.860.016 unit. Angka yang akan diprediksi meningkat dari tahun per tahun, jika tidak dibarengi dengan kebijakan pemerintah tentang pembatasan jumlah sepeda motor.

Setiap pabrikan terlihat giat dan gigih menggelontorkan serta memasarkan aneka produk produknya. Bisa dikatakan setiap pergantian tahun, pasti ada pergantian jenis motor. Selera konsumen yang universal, nyata betul direspon pabrikan dengan cermat dan seksama. Kini varian motor tak ubahnya seperti menu warung makan. Komplit. Sampeyan ga suka pecel, ada pilihan opor ayam. 😀 Motor pun begitu. Segala jenis serta peruntukan lengkap tersedia. Yang ga suka bebek, sila pilih motor batangan atau metik. Itupun masih dibagi beberapa sub type. Jenis bebek pun terdiri dari beberapa type dan cc. Mumet kan?!

Kini motor bukan hanya sebagai alat transportasi primer selayaknya kebutuhan yang urgensi. Pelan tapi pasti, motor juga sebagai media gengsi bahkan pamer diri. Bukan rahasia lagi jika dalam dunia permotoran, terjadi user classification. Penggolongan berdasarkan kebanyakan para pengguna motor. Sampeyan tentu pernah dengar istilah: motor bapak-bapak, motor abege, motor anak muda, dan semacamnya kan?! Ini (walau bisa dibantah) yang sedikit banyak melahirkan dualisme keinginan. Alhasil, tak jarang seseorang bisa memiliki lebih dari satu motor. Dan kini siapapun bisa naik motor, tanpa batasan umur dan gender. Terlebih di jaman emansipasi modern sekarang ini, tidak heran dan lumrah jika kita mendapati beberapa wanita pun menyemplak sang kuda besi.

Populasi sepeda motor yang tak terkendali, jelas akan menimbulkan transformasi perilaku di masyarakat. Fenomena cabe cabean dan kebrutalan geng motor belakangan ini hanyalah sedikit dari ekses negatif yang ditimbulkan. Hal ini jelas selain mengundang keprihatinan juga berpotensi akan masa depan yang suram. Bukan tentang individu bersangkutan, dalam konteks yang lebih luas menyangkut sebuah generasi. Generasi yang sudah seyogyanya kita proteksi dari semua hal degradasi. Itupun kalo kita masih peduli.

Pun dalam berlalu lintas. Menyerobot traffic light, merampas trotoar, lawan arah adalah pemandangan lumrah belakangan ini. Pelanggaran berlalu lintas seperti sudah menjadi kebiasaan baru. Karut marut kehidupan jalan raya semakin runyam ditambah dengan minimnya penegakan hukum oleh aparat. Laskar Bhayangkara yang diplot sebagai garda terdepan seakan dibuat tak berdaya. Sudah selaksa kejadian demi kejadian, peristiwa demi peristiwa yang menimbulkan lara dan nestapa. Sejenak kita perlu merenung akan sebuah fakta yang tak terbantahkan yakni prosentasi kematian dari sebab kecelakaan berlalu lintas adalah PEMBUNUH TERBESAR dan menduduki ranking teratas. Bukan kanker atau masuk angin. Pilu mendengarnya, bukan?!

Video berikut ini mungkin bisa memberi kita banyak pelajaran berharga

Berbagai seminar, simposium dan diskusi lintas stakeholder sudah sering dilakukan guna mereduksi angka petaka dijalan raya. Bermunculanlah klub serta organisasi yang secara massive menyebarkan virus keselamatan berlalulintas. Langkah positif dari semua pihak ini tentunya harus kita apresiasi tinggi, walaupun kalo boleh jujur belum sepenuhnya menyentuh akar rumput. Masyarakat lapisan bawah sebagai mayoritas dari problematika kompleks.

Kini sejuta pertanyaan pun menggunung. Apakah para cabe cabean itu paham kalo cenglu (bonceng telu) itu salah? Apakah pemotor itu mengerti jika tak pakai helm itu juga salah? Apakah biker yang biasa ga menyalakan lampu sein saat belok itu tahu kalo itu salah? Apakah para pelawan arah itu mengerti kalo hal itu membahayakan? Bagaimana jika mereka melakukan aneka pelanggaran itu didasari karena ketidaktahuan mereka? Naif bukan?! Dan semua pertanyaan apakah itu akhirnya mengerucut menjadi…Siapakan yang pertama seharusnya mengedukasi masyarakat tentang cara berkendara yang baik?

Produsen motor. Ya, inilah unit pertama yang seharusnya memberi “pendidikan” keselamatan di jalan raya.

Lha, caranya bagaimana? Mendirikan sekolah khusus? Bukan! Memberikan pelatihan safety riding secara kontinyu? Bisa iya, tentu juga bukan!

Cara yang efektif dan klik adalah dengan mengeluarkan Buku Panduan Keselamatan Berkendara.

buku panduan

Mengapa justru produsen motor?

Tentu kita tidak bisa serta merta mengatakan biang keladi dari keruwetan berlalu lintas berasal dari salah satu lembaga tertentu. Ada masyarakat umum sebagai pengguna, kepolisian sebagai penegak dan kemenhub sebagai pengelola jalan raya. Kemenhub pun kalo tidak salah pernah mengeluarkan buku panduan seperti yang dimaksud. Saya juga pernah membaca Buku teori ujian sim terbitan Polda Metro Jaya yang sebagain materinya memuat tata cara berkendara yang aman. Pertanyaan nya…apakah masyarakat umum sebagai konsumen tahu? Kalaupun tahu buku itu, dimana bisa mendapatkannya? Keterbatasan daya jangkau instansi inilah yang ditengarai sebagai sumber dari “kebodohan” masyarakat.

Draft dan materi dari buku itu disusun tentu melibatkan instansi terkait, karena selain berisi teknik berkendara yang benar juga memuat pasal pasal penegakan. Lha, terus masyarakat mendapatkan buku itu caranya bagaimana?

Seperti kita ketahui, bersamaan dengan diterimanya unit kendaraan baru, kita pasti akan menerima buku service, tool standard, helm serta buku panduan kendaraan bersangkutan. Mekanismenya adalah Buku Panduan Keselamatan Berkendara itu wajib disertakan dalam setiap pembelian kendaraan baru. Sebagai media edukasi dan pemahaman berkendara yang langsung sampai ke khalayak umum. Dengan demikian masyarakat akan lebih leluasa memahami aturan cara berkendara yang benar. Kenapa mesti buku? Sebab buku setiap saat kita bisa membaca dan mempelajari isinya secara berulang-ulang. Suatu hal yang dilakukan secara berulang-ulang akan melahirkan kebiasaan. Dan bukan tidak mungkin kitapun bisa menularkan dari apa yang kita baca kepada orang terdekat kita. Penambahan pengetahuan serta penegasan, kita bisa mengikuti seminar, simposium dan diskusi seputar safety riding.

Jika Buku Panduan itu bisa di realisasikan oleh tiap-tiap pabrikan, besar harapan kita akan perubahan baru paradigma masyarakat tentang berlalu lintas. Tentu dengan ringan dan tulus hati kita berikan standing applause dan angkat topi buat para pabrikan motor. Ini bukan tentang romantisme balas budi. Ini hanya sebentuk emphatic morality dari pabrikan kepada konsumen. Terlebih regulasi otomotif nasional yang cenderung memberi ruang kepada pabrikan untuk ekspansi produk, rasanya tidak berlebihan jika kita para pengguna sepeda motorpun berhak mendapatkan pembelajaran berlalu-lintas yang benar secara komperehensif.

Pungkasan…mari kembali menemukan jati diri sebuah bangsa yang hakiki. Bangsa yang (konon katanya) beradab dan berbudi pekerti. Sudah bosan kita mendengar berbagai tragedi. Risih kita menyaksikan sesama pengguna jalan saling sumpah serapah dan caci maki. Jenuh rasanya kita melihat perilaku keras hati dan arogansi. Tertib berlalu lintas hanyalah salah satu dari sekian indikasi dari masyarakat yang cinta negeri. Individu individu yang disiplin adalah cerminan karakter sebuah generasi. Tak selamanya akan kelabu, selagi masih ada putih. Berbekal niat dan kemauan tinggi di setiap lini, tentu segala keruwetan jalan raya selama ini bisa teratasi.

Semoga.
#keep safety and be smart driver

*inspired from suara lantang dari solo* 

Fitur-Fitur Sepeda Motor Masa Kini…

Setelah di artikel sebelumnya membahas fitur safety (pada motor jadul) yang dikebiri, (klik) rasanya ga fair jika kita tidak melanjutkan ke topik fitur-fitur sepeda motor masa kini. Ga terbatas pada fitur safety saja, melainkan berbagai macam fitur menyeluruh pada motor masa kini. Fitur yang pada motor jadul kaga ada. Seiring perkembangan roda dua yang sedemikian pesat, pengaplikasian properti berbasis secure, safety dan comfort mutlak dibenamkan.

Wis, ra sah kesuwen…langsung saja kita ke tekape.

1. Cover Muffler.

 

Graphic2dfsfsfsf

Fungsinya sebagai pelindung panas yang dihasilkan oleh sisa pembakaran pada knalpot. Knalpot motor yang merupakan bagian luar motor dan notabene panas…memang beresiko mengenai anggota badan. Kaki terutama. Jelas ini penting. Salah salah betis yang nempel…jiaaaan mak kronyos. :mrgreen:

2. Engine Guard.

Graphic2fasfasdada

Hampir sama dengan yang nempel di knalpot, piranti ini memberi perlindungan dari panas mesin. Bukan peredam panas sebenarnya, hanya semacam properti sebagai batas antara kaki pengendara dengan mesin. Penting. Sehingga panas yang dihasilkan mesin, tidak langsung mengenai kaki rider. Mengendarai motor pelindung mesin, lambat laun bagaikan menginjak bara api…apalagi tanpa sepatu…jiaaan koyo kobong, rasane ra karuan. 😀

3. Hand grip guard.

Graphic2dsfsdfsdf

Ini bukan untuk gaya-gayaan khas anak muda. Penting bro…Fungsinya menahan grip apabila motor jatuh. Sebagai penahan gas motor dari resiko pelintiran gas secara liar yang dihasilkan dari impact motor jatuh. Penting banget, kan?! Hanya saja, masih ada beberapa varian motor yang belum memakai piranti sederhana ini.

4. Lean Angle Sensor.

Graphic2sdasdasd

Wih, opo iki? Fitur safety yang bekerja secara otomatis jika motor mengalami sudut kemiringan tertentu. Maksude piye? Jelasnya begini…dengan fitur ini, mesin motor akan otomatis mati, jika motor jatuh. Aman kan?! Kita ga perlu gelagapan matiin mesin motor, saat tiba-tiba motor mendadak oleng dan susah dikendalikan. Fitur ini tergolong canggih dan mutakhir. Ga semua motor dibekali fitur ini.

4. Parking lock.

Graphic2 3

Hampir sama dengan hand brake pada mobil. Fungsinya menahan laju (mundur) motor saat berhenti di tanjakan. Diharapkan dengan fitur ini meminimalkan pengendara motor dari kejengkang dengan kaki cekangkangan akibat tak mampu mengendalikan motor yang mundur… makregadhak. 😀

5. Secure key.

Graphic2 1

Dari namanya, ini memang bukan fitur safety, tapi fitur keamanan. Fitur ini diharapkan menimalisir motor dari tindak pencurian. Yang perlu diingat…prinsip kerjanya bukan mencegah, tapi menghambat. Dengan didesain mengcover lubang kunci, para pelaku kriminal ga akan leluasa dalam menggondol motor incaran. Fitur ini penting banget…apalagi, maling biasanya lebih pinter. :mrgreen: ada aja modus operandinya. Sekedar saran sederhana…lengkapi motor dengan kunci ganda.

Graphic2sadadasda

Pada motor bebek tunggangan, yang belum tersentuh fitur secure ini…gue mengakali dengan menambahkan gembok. Karena penempatan gembok pada cakram rem itu udah terlalu mainstream…gue menggemboknya di standar tengah! Alhasil…motor akan diam membisu, didorongpun ga bisa…kecuali digotong beramai-ramai! 😀

6. ABS.

Apa itu? Antilock Brake System. Fitur safety yang menurut gue masih sebatas impian…jika di applikasikan pada motor massal nan merakyat. Fitur ini selain sangat penting juga canggih. Saking canggihnya…terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan antara motor yang pake ABS dengan non ABS. Ga semua motor mengadopsi fitur ini. Fitur ini nemplok biasanya pada motor seperempat liter ke atas…mengingat power dan muntahan tenaga dari motor ber cc besar yang nggegirisi.

Lha, sakjane fungsine opo to, bro? Fitur ini mencegah terjadinya rem mengunci akibat bekerjanya rem secara over capacity. Hard breaking. Tegasnya…pada pemakaian rem secara panic breaking, tekanan mendadak dari master rem pada kaliper akan serta merta mengakibatkan piston mendorong kampas rem dan mengunci piringan perlambatan. Akibatnya bisa ditebak… motor akan nyungsruk. 😀 Cara kerja fitur ini…dengan menambahkan sensor yang berfungsi mengubah tekanan kaliper menjadi putus-nyambung. Secara simultan…tekanan yang dihasilkan akan membuat disc tidak mengunci. Lebih jelasnya, monggo simak video terlampir…

Mengingat fungsinya yang sangat vital…dalam regulasi otomotif di Eropa sono…semua pabrikan wajib menggunakan fitur ABS pada motor diatas 150cc. Tuh kan?! Terbukti bahwa bule-bule ternyata sangat care dengan property safety. Betapa mereka menyadari…bahwa motor bukan sepeda pancal, yang ngeremnya pun bisa pake sendal… :mrgreen:

7. SSS (side stand switch)

Graphic2 23

Mirip saklar yang fungsinya mematikan mesin saat standar samping diturunkan. Dengan kata lain…fitur ini mencegah motor hidup saat standar samping masih on parking.

Sifat pelupa kita itu memang udah bawaan. Mengendarai motor dengan kelupaan menaikkan standar itu jelas bahaya…salah-salah, kita bisa kejengkang. :mrgreen: Hanya sayangnya… dengan fitur ini kita ga akan mendapati orang-orang baik yang menyempatkan diri berteriak “Bang, standarnya bang!”

Gue pernah punya pengalaman menggelitik, sampai sekarang kalo ingat masih akan bisa tersenyum simpul 😀 Tentang standar samping. Jauh di kampung…berboncengan dengan teman dan melewati hutan karet, gue dikejar ama pengendara motor. Gue pikir doi rampok. Bahaya tenan nih! Karuan aja, gue memacu motor sekuat-kuatnya. Motor tua gue jelas terseok-seok dibanding motor pengejar yang masih nampak baru. Uniknya saat doi berhasil overlap gue…doi bilang “Mas, standare!” sembari nunjuk arah bawah motor gue. Refleks kaki pun menowel standar, sambil tak lupa bilang, “Suwun, kang” diiringi dengan lambaian tangan brotherhood. Ya…beberapa orang baik yang kadang rela bersusah payah, hanya sekedar mengingatkan kita…tentang keselamatan.

8. ISS (Idle Stop Switch)

Graphic2dsfsfsfs

Opo kuwi? Fitur ini membuat mesin motor mati secara otomatis jika throttle gas tidak terbuka dan kitiran rpm tidak jalan selama beberapa detik. Fitur ini lumayan maknyus jika kita sering terjebak kemacetan atau pas di lamer. Dengan menekan tombol ISS sebelumnya, saat di antrian traffic light, motor akan mati dengan sendirinya. Canggihnya…kita tak perlu pencet electric starter lg buat ngehidupin motor, cukup buka tarikan gas maka motor pun akan menyala kembaali. Dengan fitur ini diharapkan pemakaian bbm bisa menjadi lebih hemat. Keren kan?!

8. ABS

Opo iki? Answer Back System. Semacam alarm dengan remote sebagai pemicunya. Fitur ini memudahkan kita mengenali dan menemukan motor saat parkir. Saat di tempat terbuka yang motor pada bejibun berparkir, kita kadang kelupaan dengan tempat parkir motor kita semula. Cukup tekan remote, maka piranti pada motor ini akan bekerja dengan mengeluarkan suara dan kedipan lampu. Keren kan?!

So, pasti…kita tidak akan clingak-clinguk mencari motor di keramaian parkiran. 😀 Monggo simak video berikut ini yang saya angkut dari official site nya Kang Haji TMC

9. Safety Starter.

Graphic2sdasdada

Fitur ini membuat motor ga akan hidup tanpa melakukan tindakan pada piranti tertentu terlebih dahulu. Pada metic, motor baru mau hidup jika kita menekan tuas rem…depan atau belakang. Sedangkan pada motor ber persneling, motor ogah nyala saat kondisi persneling tidak dalam posisi idle atau netral. Fitur ini penting…untuk menghindari motor jumping atau salto saat motor dinyalakan.

Dan gue punya pengalaman yang sungguh hina bin nista tentang hal ini. 😀 Saat hendak memboncengkan istri tercinta…belum sepenuhnya pant*t nemplok di jok motor, gue menyalakan motor. Celakanya, pas gue tekan starter, persneling 1 masuk tanpa gue sadari…dan makpecodol. :mrgreen: Motor serasa dijambak setan. Lompat trengginas. Karuan aja kanjeng mami kejengkang dengan sempurna. Malamnya gue panggil dukun urut…dan tragisnya…selama sepekan gue diganjar dengan lirikan mata kanjeng mami yang seperti hendak menghakimi. :mrgreen: So…selalu netral kan persneling saat hendak menyalakan motor. Serius.

10. Charger.

Graphic2

Sekarang kita hidup dijaman, dimana komunikasi digital seperti hampir menjadi kebutuhan pokok, selain pangan, sandang dan papan. Informasi dan interaksi sosial cukup dalam genggaman. Tak pelak, kelangsungan hidup ponsel tetap harus terjaga. Fitur ini menjawab kebutuhan diatas. Hape lowbatt, tinggal colok di motor kita. Wah, ajaib kan?! Jika sudah sedemikian gampangnya…bukan tidak mungkin motor masa depan akan dijejali fitur modem atau bahkan wifi serta bluetooth. Wis jiaaan…kantor bisa pindah di jok motor nih… 😀

11. Music mp3

Graphic2 355

Ini fitur kenyamanan. Belum teruji secara safety. Fitur dimana motor udah dibenamkan mp3 player. Tinggal pencet…kita udh bisa ajeb-ajeb, geleng-geleng dijalan. 😀 Tapi, rasanya secara pribadi gue kok agak gimana gitu ama fitur ini. Ga septi pisan euy… :mrgreen: Tapi untungnya, fitur ini nempel pada motor pabrikan kelas dua…dimana produk-produknya kurang dilirik konsumen, sekedar meramaikan pasar roda dua tanah air. Entah apa jadinya jika fitur ini diaplikasikan pada motor rakyat keluaran pabrikan besar semacam Honda atau Yamaha. Bisa jadi, kita akan gampang menjumpai biker yang geleng-geleng dijalanan dan pasukan joget bertebaran dimana-mana. 😀

=========================================================================

Itulah beberapa fitur-fitur pada sepeda motor sekarang ini. Teknologi memang terus berkembang dan pengaplikasian pada motor juga akan mengalami perubahan. Tentunya dengan kemajuan teknologi, selain manfaatnya yang tak terbantahkan, motor juga bisa menjadi sahabat yang saling melengkapi. Motor yang sehat dengan fitur-fitur pelengkap yang mumpuni, tentunya membuat pengendara merasa nyaman. So, konsentrasi riding pun minim gangguan. Namun, yang utama dari itu semua adalah adab berkendara.

Seberapapun canggihnya sebuah motor, tanpa dibarengi perilaku berlalu lintas yang beretika adalah sia-sia. Kang Valentino Rossi bilang…”Mental adalah segalanya.”

#salam safety

*some images taken from google search and TMC Blog

Kemana Perginya Fitur Safety ini…?

Di sebuah pengkolan jalan, dari dalam warung kopi, lamat-lamat gue mendengar suara beep…agak mirip dengan suara beep dalam warning komputer. Awalnya gue pikir ini suara beep yang sangat khas dari mobil truk yang mundur. Terlihat seorang pengendara motor turun bergegas. Motor bebek lansiran tahun tua yang masih terawat dengan baik.

Setelah mengucap salam, ternyata beliau ini bermaksud menanyakan alamat. Gue bersama seorang kawan yang kebetulan tau alamat yang dimaksud, dengan senang hati pun membimbing beliau dari jalan kesesatan dengan menunjuk kan rute dan jalan yang benar. 😀 Setelah berterima kasih, sang pengendara motor pun berlalu.

====================================================================

Bebek tua itu sudah hilang di telan ujung jalan. Namun mendadak gue terhenyak. Ya, bebek tua itu mengingatkan gue tentang beberapa piranti keselamatan pada sepeda motor yang ironisnya entah sengaja atau tidak, di campak kan begitu saja oleh pabrikan. Disunat alias dikebiri. :mrgreen:

Ditengah isu keselamatan berkendara dan problema berlalu-lintas yang makin hari makin semrawut, jelas langkah pabrikan meniadakan beberapa fitur safety ini adalah sebuah kemunduran. Kontraproduktif. Menilik dari karakter sepeda motor yang responsif dan manuvernya yang “aje gile”, harusnya menuntut hal-hal yang krusial menyangkut faktor safety. Adalah menggelikan dan tragis jika sebuah kecelakaan bermula karena sang korban tidak “terlihat”.

Menurut beberapa rekan drivers yang sempat gue tanyain…pejalan kaki dan pengendara motor ini ada dalam daftar teratas kategori pengguna jalan yang harus diwaspadai. Ingat kasus Bro Ari Wibowo, atau Bang Faisal? Manuver beberapa bikers yang “kura-kura penyu” alias hampir sama dengan sopir bajaj…kadang bikin drivers ekstra hati-hati. Selap selip minim perhitungan adalah yang ditakutkan para driver…ditambah dengan paradigma hukum kita yang kadang mengaburkan fakta sesungguhnya. Betapa sopir truk selalu tak berdaya di depan pak pulisi, jika berhadapan dengan bikers. Padahal, dalam beberapa kasus banyak bikers yang secara individu gagal mengantisipasi keadaan…seperti, motor oleng, terperosok lubang jalan, slonong boy dsb. Pendeknya…yang kecil akan selalu menangan. :mrgreen:

====================================================

Secara garis besar, fitur safety ini dibagi dalam dua kategori. Visual dan verbal. Yang terlihat dan yang terdengar. Sebagai contoh…lampu sein dan klakson. Inilah bentuk komunikasi kita yang sangat krusial dengan sesama pengguna jalan yang lain.

Tanpa media vital ini, kita benar-benar akan menjadi Tarzan kota, dengan bahasa isyarat dan “auuoooo” nya. Pasti repot deh, jika kita mau belok musti bengak-bengok alias teriak. :mrgreen: atau bahkan nunjuk-nunjuk.

Lantas, apa saja sih beberapa fitur safety pada motor yang gue maksud? Fitur safety yang (entah sengaja atau tidak) ditiadakan produsen motor?

1. Sound flasher.

Ini fitur yang gue singgung pada preambule di atas. Kalo boleh menyebut merek…fitur ini nemplok manis di Yamaha Alfa. Entah keluaran tahun berapa. Mungkin sudah sering kita melihat di jalanan, lampu sein kanan nyala…eh, beloknya kiri. 😀 Atau sepanjang perjalanan, lampu sein nyala terus tanpa kita sadari. Ini jelas membingungkan pengguna jalan yang lain. :mrgreen:

Memang kalo kita cermati, bersamaan dengan nyalanya lampu sein, akan terdengar bunyi beep dari dalam dashboard motor. Sama persis dengan beep yang diaplikasikan di mobil. Hanya saja jelas beda kadar volume penangkapan oleh kuping kita. Kabin mobil yang tertutup rapat, sangat memungkinkan kita mendengar voice dari sein ini, bahkan suara (maaf) buang angin pun bisa terdengar nyaring. 😀

Tapi pada motor…yaelaah, suaranya hampir ga kedengaran bro. 😀 apalagi ditengah ramainya lalu-lintas, ditambah kita pake helm…ya kaga kedengaran babarblas. :mrgreen: Dengan fitur ini, seenggaknya kita “ngeh” dengan sign lamp kita. Kan ga mungkin, kita nunduk terus memelototin dashbord motor kan? Selain pegel, juga beresiko. Sangat disayangkan memang. :mrgreen:

2. Tail light

Ini salah satu property motor yang wajib ada. Lazimnya benda ini nempel pada belakang motor. Spatbor.

Yang masih gue ingat dan khas banget adalah tail light segitiga pada varian motor keluaran Suzuki. Asli trademark tenan. Dan makin kemari…desain tail light pun makin variatif. Ada yang berada di bawah stoplamp, bahkan pada beberapa type motor, di desain menyatu dengan kaca mika lampu rem belakang.

Lha, njur sakjane fungsine opo to? Fitur ini semacam emergency assistance, jika sewaktu-waktu lampu rem belakang motor mendadak mati. Fitur safety ini akan nampak bercahaya jika terkena sorot lampu. Yang akan menyala dalam gelap, menjadikan motor kita menjadi visionable aka terlihat. Tanpa fitur ini dengan lampu rem belakang yang mati, motor tak ubahnya seperti gerobak berjalan. :mrgreen: jelas akan mengundang dan mengandung resiko.

tail light 1 tail light

Hampir sama dengan dibelakang, sama pula benda ini nempel di samping motor. Ini poin pentingnya. Gue menyebutnya “mata kucing”. Pada motor lokal produksi massal keluaran millenium, benda ini berhalangan hadir. Absen. Kaga ada. Hmm…sangat disayangkan. Padahal sebelumnya barang ini wajib nemplok. Posisinya pun bervariasi. Ada yang dibawah tangki ataupun fork depan.

Ironisnya, pada produk serta type yang sama…dilain negara benda ini ajaibnya ada. Mendadak gue bingung. Entahlah, apakah regulasi otomotif roda dua tanah air tidak mengakomodir fitur ini atau efisiensi pabrikan…gue gagal mikir. Padahal jika dipikir sebenarnya benda ini cuma nunut katut aja. Numpang nemplok. Soale cara kerja benda ini nihil sumber tenaga yang dapat membebani kerja accu. Jiaaan simpel tenan sakjane. 😀

3. Cover Rantai

Fitur ini bukan ditiadakan, hanya mengalami pergeseran bentuk desain. Pada motor jadul, cover rantai ini menutup seluruh rantai motor…dengan menyisakan lubang untuk pengecekan kerenggangan dan pelumasan. So, fungsionalitas keamanan tetap jempol.

Perkembangan motor modern mengharuskan cover rantai yang full ini lengser. Digantikan dengan desain yang up to date, seperti yang kebanyakan kita lihat sekarang. Walaupun secara fungsional tetap sama…namun desain cover rantai sekarang ini…ada celah yang bisa dimasuki oleh benda-benda rawan nggubet. Apparel boncenger semacam…Jarik, kebaya atau sarung adalah property yang wajib diwaspadai. Salah salah sarung masuk gear…alamat nggeblak berdarah. :mrgreen:

cover rantai 1 cover rantai

=============================================================

Paparan diatas adalah fitur safety yang bersinggungan dengan pengguna jalan yang lain. Ada korelasi paralel yang ditimbulkan jika tanpa property tersebut. Simpelnya…fitur safety yang bukan hanya berguna buat diri sendiri, namun juga bermanfaat buat orang lain.

Nah, jika begitu…apakah ada fitur safety yang migunani tumrap awake dhewe? Ternyata ada bro… 😀 fitur yang berguna secara personal.

4. Karet kick starter.

Apan ini? Sepele banget! Itu sih ada ga ada kaga ngaruh…keles!  :mrgreen: Memang kelihatan nya sepele.

Gue pernah punya pengalaman tragis tentang kick starter ini. Jaman gue esempe. Motor batangan bokap gue emang hobi banget ama mogok. Motor tua yang teknologi elektrik starter belum ada. Dengan kick starter tanpa karet (yang hilang entah kemana) waktu itu, gue kecil dengan sekuat tenaga mencoba meng engkol motor. Dan tragedi itu terjadilah. Kaki terpeleset disertai kick starter menghantam mata kaki. :mrgreen: Sontak aja…bokap, nyokap dan tetangga berhamburan keluar…gue kecil meraung-raung kesakitan. Ngilu. Dramatis.

Pada motor-motor sekarang, tambahan karet pada kick starter ternyata membuat pabrikan benar-benar galau. 😀 ada pabrikan yang tetap memasangkan karet, pun ada pula pabrikan yang benar-benar menghapus benda ini. Malah, ada pabrikan yang setengah hati…di varian bebek memakai karet, di type matic kaga pake. Bahkan, walaupun sama-sama bebek, ada yang pakai ada yang tidak. :mrgreen: Jiaaan…galau nih yee… 😀

pancalan

pancalan

==============================================================

Itulah sedikit fitur safety pada sepeda motor yang ditiadakan produsen. Hal yang sebenarnya sangat disayangkan, ditengah makin minimnya kesadaran masyarakat tentang berlalu-lintas. Harapan dari artikel ini adalah hanya sebagai pengingat, tanpa tendensi ataupun kepentingan dari pihak manapun, bahwa…… sekecil apapun potensi celaka, tetap harus diwaspadai.

Namun yang terpenting dari semua itu adalah attitude. Perilaku berkendara. Secanggih dan seberapa kaya fitur safety, akan sia-sia…tanpa dibarengi dengan sikap berkendara yang beradab.

#Salam Safety

Mengerikan…Kecelakaan Maut Pemotor Lawan Arah.!

Rasanya masih segar di ingatan kita semua, tentang pencanangan “Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas”. Tidak tanggung-tanggung, adalah sang RI 1 alias Presiden langsung yang berkesempatan menabuh gong genderang ajakan berkendara yang santun. Sang pucuk pimpinan tertinggi republik ini (mungkin) tergerak dengan tingginya angka kematian oleh sebab laka lantas ini.

Tetapi…entahlah, apakah memang sudah menjadi kebiasaan kita yang mudah lupa atau memang kita yang ga care, saya ga tau…mendadak kita dikejutkan dengan peristiwa laka lantas akibat dari salah satu pengendara yang melanggar aturan dan cenderung ceroboh. :mrgreen:

Seperti di warta kan oleh salah satu situs portal berita…Tragedi bermula dari Jalan Layang Non Tol alias fly over. Adalah sang pemotor yang nekad melawan arus lalin dengan dalih menghindari razia aparat. Damn! What wrong? Apapun alasan dan modusnya ini jelas Danger! Berbahaya! Baik si pelanggar maupun ekses yang ditimbulkan. Dan…memang benar, pemotor menabrak sebuah mobil yang sedang melaju di jalurnya.

152422_dua 152510_tiga

Sang boncenger yang kebetulan istri pemotor tersebut sempat terpelanting dan jatuh dari ketinggian fly over yang diperkirakan mencapai 18 meter. Tragisnya sang isteri yang sedang mengandung 8 bulan itu akhirnya tidak terselamatkan. Sungguh ironis memang, sang suami yang seharusnya menjaga dan melindungi isteri, secara ga sengaja justru mencelakakan. Apalagi dalam perkembangan kasus kecelakaan ini, aparat sudah menetapkan pemotor ini, belakangan diketahui bernama Faisal, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah kata pepatah. :mrgreen:

Tapi…bagaimanapun sebabnya, kecelakaan ini sudah cukup membuat mata saya berkaca-kaca. Terharu? Sama sekali bukan! Saya cukup bisa merasakan bagaimana remuk redam perasaan sang pemotor jika mengetahui tragedi keluarga nya. Menyesal? Mungkin, tapi sudah terlambat.

Baiklah…disadari atau tidak ternyata disekeliling kita masih banyak Faisal Faisal yang lain. Bahkan sudah menjurus meresahkan. Ketika kita berniat menegur sekedar mengingatkan, mereka malah lebih galak dan garang. :mrgreen:
Lebih dalam tentang pemotor…dalam hal ketaatan pada aturan berkendara dan berlalu lintas…berdasarkan pengamatan sederhana, para pemotor ini terbagi dalam beberapa golongan.

1. Smart.

safety riding

Yaitu golongan yang paham dan mengerti aturan serta PATUH. Ini the best class. Kelompok terbaik. Sempurna dalam mengejawantahkan konsep Attitude, Skill dan Rules. Kelompok ini bahkan tidak segan dan sungkan selalu memberikan himbauan-himbauan tentang penting nya kesadaran diri dalam berkendara.

2. Pandir

nekadreltidak tertib49015motor naik trotoar

Kalo boleh saya istilahkan dengan pintar-pintar bodoh. Golongan ini rata-rata berkonsep tahu aturan dan larangan tapi tetap melakukan pelanggaran, dengan berbagai macam alasan. SIM punya, Safety Gear tercukupi tapi segala larangan berkendara diterabas. Menerobos lamer…hayoo, naik trotoar… okee, lawan arah…masuuk. :mrgreen: Golongan ini cenderung kalem dan lugu saat ada petugas di lapangan, tapi mendadak menjadi tak terkendali saat sang berwajib lengah. :mrgreen:

3. Stupid

alay1_thumbbalap-liar-jalan-raya

Yaitu golongan yang sama sekali tidak paham aturan serta larangan. Ini kasta terendah. Golongan ini terjebak dalam paham permissive society. Ideologi dimana semua nya serba boleh. Sudah SIM ga punya, aturan pun tidak paham. Kebal dengan berbagai macam teguran, himbauan serta ajakan perbaikan. Pendeknya golongan ini berprinsip sak enake udele dhewe. Acuh dan cuek terhadap keberadaan orang lain. Apatis.

Kalo demikian…bagaimana langkah kita untuk merubah keadaan? Tidak lain dan tidak bukan adalah dengan tetap mematuhi aturan yang ada. Tentunya kita sendiri juga sudah kadung stress dengan keadaan yang serba ruwet ini. Masalahnya disini kita mau apa nggak? Kita berniat apa tidak? Itu saja. Untuk hal perbaikan keadaan, selalu dimulai dengan pertanyaan…dari mana perubahan itu kita mulai? Jawaban nya dari diri sendiri dulu. Setiap orang menginspirasi. Hingga pada nantinya, kalo kesadaran diri sudah tertanam kuat pada setiap orang, perlahan tapi pasti segala macam keruwetan itu akan terurai. Pada akhirnya semua kembali ke diri kita masing-masing…karena hidup ini adalah pilihan, apapun pilihan nya tentunya punya konsekuensi baik kepada diri sendiri maupun sekitar.
Salam perubahan.

#some images taken from Google search and Pertamax7.com

Romantisme…Ari Wibowo, Charmadi dan Hamidah…

Ramai pemberitaan media sepekan terakhir tentang kasus kecelakaan Ari Wibowo telah memasuki babak akhir. Sebelum ketok palu kasus ke pengadilan, penyidik berkesimpulan yg berlawanan dengan dugaan semula. Status Ari Wibowo yg semula waspada dijadikan tersangka berubah menjadi baja hitam korban. Dan kasus ditutup, karena tersangka meninggal dunia. Ajaib?! Semula saya pikir iya. But, you know…perlahan tabir gelap pun tersingkap. Dan sang penyibak tabir misteri itu adalah rekaman CCTV dari restoran Illuminare. Secara dramatis bukti itulah dimunculkan sebagai kartu truf. Kok bisa?! Sebelumnya monggo buffering dulu…

Terlihat jelas bahwa sang kakek, (ini kakek sakti, mewarisi spirit ala Nippon, 80th masih sanggup sprint) 😀 menyeberang dengan berlari dengan membelakangi arus lalu-lintas. Dan celakanya…bukan ditempat yg semestinya. Zebra cross. Tempat keramat buat para penyeberang jalan bertanda garis putus-putus melintang di badan jalan. Itu saja?! Bukan…

Mari belajar memahami hal-hal berikut:

Pasal 310
(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).
(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Namun bro Ari sebagai pengendara yang terlibat kecelakaan sudah melakukan tindakan yang sejalan dengan pasal berikut

Pasal 231
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas, wajib:
a. menghentikan Kendaraan yang dikemudikannya;
b. memberikan pertolongan kepada korban;
c. melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat; dan
d. memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.

Kewajiban bro Ari adalah sebagai berikut:

Pasal 234
(1) Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh Penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian Pengemudi.

Pasal 235
(1) Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf c, Pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

Pasal 236
(1) Pihak yang menyebabkan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 wajib mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan.
(2) Kewajiban mengganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dapat dilakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai di antara para pihak yang terlibat.

Sementara itu, hak korban adalah sebagai berikut:

Hak Korban
Pasal 240
Korban Kecelakaan Lalu Lintas berhak mendapatkan:
a. pertolongan dan perawatan dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas dan/atau Pemerintah;
b. ganti kerugian dari pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas; dan
c. santunan Kecelakaan Lalu Lintas dari perusahaan asuransi.

Pasal 241
Setiap korban Kecelakaan Lalu Lintas berhak memperoleh pengutamaan pertolongan pertama dan perawatan pada rumah sakit terdekat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Nah, kini jelaslah sudah. Apakah Ari Wibowo bersalah?! Saya rasa dengan perubahan status menjadi korban, secara hukum doski ga bersalah. Secara hukum, lho ya. 😀  Tetapi,etetapi…tetap bersalah…jika dihadapkan dengan paradigma lama yg kadang ga substansial. Bahwa pengendara besar tetap bersalah kepada pengendara kecil.

Maksudnya begini… Jika kecelakaan menimpa sopir truk dengan sopir taksi, sopir truk yg salah. Tak peduli itu sopir taksi jalan nya zig zag. Jika mobil melawan motor, maka mobil yang salah. Tak peduli itu biker seruntulan. Jika motor versus penyeberang jalan maka trotoarian yang salah. Tak peduli itu penyeberang selonong boy dan tidak pada tempatnya. Saya tak bermaksud menjustifikasi secara personal. Hanya…harus kita akui bersama, memang begitulah kondisi riil nya. Terus terang saja, saya sebenarnya miris dan prihatin dengan kejadian yang menimpa Charmadi ini. Semoga beliau tenang di alam keabadian. Amin.

Namun…saya seperti disadarkan, bahwa masih banyak kasus kasus yg mirip mirip dengan ini. Masih banyak Charmadi Charmadi lain yang suka atau tidak suka begitu mengakrabi keseharian kita. Masih banyak ARI Wibowo yang lain yang tak ter ekspose media dan tersentuh payung hukum. Coba tanyakan ke pengendara mobil dan motor, betapa gagap dan kalang kabut manakala menjumpai penyeberang jalan yg kadang sak enake udele dhewe. :mrgreen: Malah, pernah saya menjumpai penyeberang yg dengan santainya cuma mengempiskan perut doang. Jiaaaan…rasane pengin mbalang watu. :mrgreen: Tapi celakanya…begitu ditegur malah galakan dia. :mrgreen: Saya seperti tengah berada di era SALNYOT! Udah salah, nyolot!

Sejenak lupakan Ari Wibowo yang seorang public figure, karena dihadapan hukum, status sosial seseorang dikesampingkan. Ga ada perbedaan perlakuan. Semua sama. Harusnya! Dan itu yg kita harapkan. Tapi…lihatlah. Terlalu banyak rasanya kita mendengar berbagai ketimpangan peradilan. Miris, ketika hukum dipermainkan oleh mereka yang berkuasa, berduit dan bernyali. Runtuh sudah supremasi hukum, jika hukum hanya sekedar alat kelengkapan penyelenggaraan Negara saja, tanpa ketaatan seluruh warga negara.

Lha, lantas siapa itu Hamidah? Artis Melayu? Bukan, sodara-sodara. Nama lengkapnya Hamidah Abdurrahman. Beliau ini adalah salah satu dari 9 anggota Kompolnas mewakili dari unsur tokoh masyarakat yg dilantik langsung oleh Presiden. Buat saya, ini nama asing dan ga populer. Malahan, saya lebih mengenal Wanda Hamidah 😀 Saya tergelitik dengan perkataan beliau yg sepertinya kontra produktif dengan upaya penegakan hukum itu sendiri. Seperti dilansir dari yahoo…

“Seorang pengendara, motor, mobil, atau sepeda, harus sigap selalu saat turun ke jalan. Ini kan namanya kealpaan. Dalam kealpaan tidak ada istilah sengaja atau tidak sengaja dalam kecelakaan (lalu-lintas),” ujar Hamidah Abdurahman, Anggota Kompolnas, saat dihubungi, Kamis (13/6).

Ya…kita memang harus siap dan waspada menghadapi segala sesuatunya, jika sudah berada di tengah lalu-lintas jalan. Ibarat kata, kita memang harus meminimalisir segala potensi yg berakibat celaka. Untuk itulah kita diharuskan memahami…rules, skill dan attitude. Siapapun kita…sebagai sesama pemakai jalan. Tapi celakanya, beberapa potensi laka lantas kadang datang dari faktor faktor eksternal. Contoh sederhana…ya kasus Ari Wibowo itu tadi. Kalo boleh saya tamsilkan…seorang Valentino Rossi mungkin tak berdaya menghindari penyeberang jalan model Charmadi ini. Wis pasti nggeblak berdarah. :mrgreen:  Saya berpikir, apa jadinya jika kasus Ari ini menimpa kita? Apa yang terjadi jika tidak ada bukti CCTV? Kurungan 5 tahun jawaban nya. Tak peduli itu…penyeberang jalan seenaknya. Masih ingat kasus sopir bus Transjakarta yang di bui, karena menabrak pejalan kaki? Sebenarnya itu analogi yg sama dengan…masinis kereta yang harus dipenjara karena menabrak penerobos palang pintu kereta, bukan?! Begitulah perlakuan penegak hukum kita. Sungguh ironi memang…disaat kita sibuk dengan makin semrawutnya kondisi tata ruang sosial masyarakat, kita dihadapkan dengan penegakan hukum yang terkesan diskriminatif.

Last…
Wahai…para stake holder dan bapak bapak yang terhormat… Kami semua rakjat jalanan akan tertib dan bisa jadi tertib. Kami tak butuh himbauan dan seminar. Kami tak butuh simposium. Kami hanya butuh panutan. Kami butuh figur agar kami bisa mencontoh.

Kepada Tuan…kami berharap bahwa Manusia Setengah Dewa itu memang ada!

Mari, nikmati secangkir kopi dan “ngudud” 😀

Bertaruh nyawa atas nama nyali…..

Jalan Peternakan Kapuk Cengkareng pukul 10 malam.

Kondisi lalu-lintas malam itu tak begitu ramai.,cenderung agak sepi. Hanya sepeda motor dan beberapa mobil pribadi tampak melintas..,sesekali truk besar melaju meramaikan jalan.. Jalan dua arah yang relatif lurus dan rapi..,agaknya menjadi trek sempurna andaikata cahaya lampu penerangan jalan tak terhalang rimbun nya dedaunan pohon di sisi kanan kiri jalan.

Wuuuuuuusssssshhhh…..!!!
Dua sepeda motor melaju super kencang… Setengah kaget, refleks saya melambat dan agak menepikan motor saya. Gilaak! Ini balapan.! Eedyiiiaaan tenan.! 40km/jam di speedometer motor saya, lirikan mata saya tak sanggup mengidentifikasi jenis motor kedua “pebali” itu. Ah, sudahlah..itu tak penting. Toh kejadian semacam ini bukan hal baru….nyaris menjangkiti para penyemplak kuda besi..dimanapun.
Dan biasanya manakala saya menjumpai pemotor super kencang apalagi di jalan kampung….saya cuma bisa bergumam…

“Semoga selamat sampai tujuan”

…entahlah apa itu do’a atau sinisme….

balapan_liar

Saya pun melanjutkan perjalanan pulang….

Tapii…belum tuntas saya merapikan kekagetan.,saya dikagetkan hal baru.. Sejurus mata memandang, tampak kerumunan orang di kanan kiri jalan. Wah, ada apa ini? Jangan-jangan..?? Selagi pikiran sibuk menganalisa..,saya pun sampai di TKP. Allahu Akbar.! Seorang biker muda nampak terkapar. (Sensor) walaupun kaki masih bergerak gerak, ceceran darah di sekitar kepala mengindikasikan sang bikers dalam kondisi kritis.. Ciut nyali saya melihat… Sekejap saya melebarkan pandangan…

censored

Astaghfirullah..! Nampak kegaduhan di sela kerumunan di sisi jalan lainnya. Dengan agak tertatih memegang dengkul., seorang pria paruh baya perlahan mendatangi sang biker kolaps.. Tampak oleh saya beberapa ikan basah berserakan dijalan… Perkiraan saya sang bapak itu pedagang ikan..,mengacu  dengan keranjang di kanan-kiri boncengan motor batangan nya…(agen atau semacamnya) dan sepatu boots  khas yang masih nempel di kedua kakinya….Seperti tak menghiraukan sekeliling.., umpatan dan makian stadium akhir lancar jaya meluncur dari bibirnya… Sepertinya kebenaran ada di pihak bapak itu….

Ternyata…..sang biker muda nan malang itu salah satu “pebali” itu… Jaket merah (tepatnya sweater) itu masih membekas sbg penanda di kilasan mata. Sepeda motor bebek yg sudah tak berbentuk nampak teronggok di samping pohon jalanan. Saya amati sebuah sendal jepit menyangkut di pedal rem belakang motor itu…. Entah bagaimana kejadian sebenarnya saya tidak tau persis..,semua berlangsung sangat cepat.. Aneka macam komentar diantara kerumunan seperti melahirkan dengungan khas suara tawon……

Agak sedikit grogi dan mencoba meng-GAGAH-kan diri saya berkata…

“Cepat..,panggil Ambulans..,kalau perlu Lapor Polisi.!”

identifikasi

Niat saya hanya memecah kebuntuan tindakan diantara kerumunan yg masih sibuk beranalisa.

Terlepas dari benar atau salahnya si korban..,isu kesetiakawanan pemakai jalan dan moralitas etika sosial…menjadi dasar. Benar atau salahnya si korban ada penegak hukum yang berwenang memutuskan. Sangat disayangkan handphone saya saat itu mati..mustahil melakukan panggilan.., SOS sekalipun.

“Biarin aja.! Mon**t itu biar mati.!” teriak bapak itu.

Saya mencoba tak menghiraukan. Satu dua orang berinisiatif mengatur laju lalu-lintas di sekitar TKP…,Beberapa orang di kerumunan yg saya mintain tolong melakukan panggilan darurat menggelengkan kepala…alasan nya tak mau terlibat.  Koplaaak! Hadeeeuh…! Waasyeeem…! Ini menyangkut nyawa….braddderrr…!  Lha.. gimana kalo kejadian ini menimpa salah satu anggota keluarga sampeyan.?

Miris memang…memang miris…gerusan tingkah laku dan peristiwa di Ibukota seperti melahirkan jiwa-jiwa apatis… Sejurus kemudian saya sudah diatas sepeda motor…. bergegas saya ke kantor Polisi yang kebetulan persis di ujung jalan. Basa basi formalitas sekedarnya…dan respon sang aparat langsung klik.! Tak lama mobil patroli dengan beberapa aparat langsung menuju TKP seperti yang saya laporkan…….

Maaf kawan..,kali ini do’a ku tak manjur……

Setelah agak sedikit lega perasaan saya melanjutkan perjalanan pulang……..

Moral cerita: monggo disimpulkan sendiri…..

nb: image illustration taken from geogle search.