Mengatasi Fuel Meter Motor yang Ngadat

Sudah hampir dua bulan ini, gue ngerasain ada yang aneh pada indikator bbm di dashboard motor. Lha piye? Kadang jarum indikator menunjuk kan posisi yang ga semestinya. Ketika gue mengisi bbm full tank, jarum penunjuk ogah naik mengikuti level. Begitu juga, kadang jarum masih nongkrong di pertengahan bar, padahal tangki hampir mendekati res.

Indikator bbm yang ngaco inilah yang sudah membuat gue sesekali ngedorong motor. Jiaan patokan jarum sudah tidak pas babar blas:mrgreen: bikin kacau… 😀

Sampai disini gue ngerasa bahwa mungkin penyebabnya adalah karena circuit plate bbm yang kotor. Asal sampeyan tahu aja, bahan bakar yg kita isikan ke tangki motor, entah itu pertamax, premium dsb sedikit banyak tentu ada partikel partikel halus yang menyertainya. Nah, seiring berjalan nya waktu roda berputar, partikel partikel halus tersebut tentu akan semakin banyak dan mengendap, entah itu didasar tangki atau menempel di ruang ruang sempit dan dalam, tak terkecuali di circuit plate bbm ini.

Nah, gimana sih mengatasi masalah meter bbm yang ngadat ini?

O,ya…sebelum mempraktek kan tips berikut, ada baiknya sampeyan tidak sambil ngudud alias merokok. Bahaya! Sepercik api yg nyemplung di tangki, sudah cukup membuat motor sampeyan kobongan alias kebakaran. Jika sampai terjadi demikian, bisa dipastikan, sampeyan beserta segenap keluarga, tetangga dan handai taulan akan repot berjama’ah. 😀

Baiklah, langsung saja kita ke tekape…

1. Buka jok motor.

Fuel meter

Kemudian lepaskan kabel di terminal rumah pelampung. Ambil kabel yang sudah dikupas kedua ujungnya. Kemudian sambungkan kedua ujung kabel tersebut dengan kabel pada soket. Putar kontak ke posisi ON. Perhatikan jarum meter pada dashboard. Jika jarum bergerak menuju ke arah spt bahan bakar penuh, berarti properti meter masih sempurna. Kebalikannya, jika diam tak bergerak, berarti meter properti dalam keadaan sakit. Sampeyan perlu cek kabel dan mungkin bongkar dashboard. Langkah ini untuk memastikan masih berfungsi atau tidaknya jarum meter pada dashboard.
Pada kasus motor gue, ketika kedua ujung kabel gue colokin ke soket bbm, jarum di dasbor motor perlahan njengat dengan mantaap. Ini sudah cukup buat gue untuk lanjut ke langkah berikutnya.

2. Bongkar rumah pelampung bbm.

Fuel meter 2 Fuel meter 1

Setelah gue bongkar dan amati dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ternyata ada plat membran yang patah. Inilah biang keladinya.
Cara kerja alat ini sangat sederhana. Ada circuit plate yang menjadi media, sehingga plat membran yang terintegrasi dengan pelampung bbm akan bergerak mengikuti tinggi rendahnya permukaan tangki. Plat membran ini berjumlah 3 slot, dengan masing masing slot berjumlah 2 kaki.

Pada kebanyakan kasus ngadatnya meter fuel, plat membran ini jarang patah. Paling banter circuit plate yang kotor karena partikel-partikel halus yg ditinggalkan bahan bakar. Tetapi bisa jadi patahnya plat membran ini dikarenakan tekanan berlebihan pada nozzle waktu kita mengisi  bahan bakar. Waktu mengisi di SPBU yang sudah memakai sistem self service, gue ngerasa dorongan bbm yang mengalir pada nozzle sangatlah kencang. Bisa jadi tekanan semprotan yang keras inilah yang perlahan namun pasti melemahkan atau bahkan mamatahkan plate membran bbm. Bisa jadi…ya bisa jadi… 😀

Entahlah, kenapa kasus ini menimpa motor gue. Mungkin aja gue kurang amal dan ibadah. 😀

Setelah melakukan penyelidikan, dan tanya kolega kanan kiri, ternyata harus dilakukan penggantian spare part secara utuh. Sak gombrong gitu alias satu set. Jian apes tenan. :mrgreen: Dan akhirnya, spare part penggantinya sudah sukses gue tebus di bengkel terdekat. Dan masalah pada meter fuel motor bisa teratasi dgn sempurna.

Akhirnya gue bisa bernafas lega. Nyemplak motor kini tak lagi was was karena bensin mendadak habis tak terdeteksi.
Ada yang punya pengalaman mirip mirip ama gue diatas?