Ini yang Seharusnya Dilakukan oleh Produsen Sepeda Motor.

Kebutuhan akan sistem transportasi massal yang murah, efisien dan tepat waktu, hingga kini masih tetap menjadi impian dan angan angan. Disaat program Pemerintah tentang sistem transportasi massal yang seakan jalan ditempat, pabrikan sepeda motor telah dengan jitu memanfaatkan celah. Setiap tahun produksi sepeda motor terus merangkak mengalami peningkatan. Menurut data AISI, untuk kurun waktu dua tahun belakangan ini saja, total penjualan sepeda motor mencapai 14.860.016 unit. Angka yang akan diprediksi meningkat dari tahun per tahun, jika tidak dibarengi dengan kebijakan pemerintah tentang pembatasan jumlah sepeda motor.

Setiap pabrikan terlihat giat dan gigih menggelontorkan serta memasarkan aneka produk produknya. Bisa dikatakan setiap pergantian tahun, pasti ada pergantian jenis motor. Selera konsumen yang universal, nyata betul direspon pabrikan dengan cermat dan seksama. Kini varian motor tak ubahnya seperti menu warung makan. Komplit. Sampeyan ga suka pecel, ada pilihan opor ayam. :D Motor pun begitu. Segala jenis serta peruntukan lengkap tersedia. Yang ga suka bebek, sila pilih motor batangan atau metik. Itupun masih dibagi beberapa sub type. Jenis bebek pun terdiri dari beberapa type dan cc. Mumet kan?!

Kini motor bukan hanya sebagai alat transportasi primer selayaknya kebutuhan yang urgensi. Pelan tapi pasti, motor juga sebagai media gengsi bahkan pamer diri. Bukan rahasia lagi jika dalam dunia permotoran, terjadi user classification. Penggolongan berdasarkan kebanyakan para pengguna motor. Sampeyan tentu pernah dengar istilah: motor bapak-bapak, motor abege, motor anak muda, dan semacamnya kan?! Ini (walau bisa dibantah) yang sedikit banyak melahirkan dualisme keinginan. Alhasil, tak jarang seseorang bisa memiliki lebih dari satu motor. Dan kini siapapun bisa naik motor, tanpa batasan umur dan gender. Terlebih di jaman emansipasi modern sekarang ini, tidak heran dan lumrah jika kita mendapati beberapa wanita pun menyemplak sang kuda besi.

Populasi sepeda motor yang tak terkendali, jelas akan menimbulkan transformasi perilaku di masyarakat. Fenomena cabe cabean dan kebrutalan geng motor belakangan ini hanyalah sedikit dari ekses negatif yang ditimbulkan. Hal ini jelas selain mengundang keprihatinan juga berpotensi akan masa depan yang suram. Bukan tentang individu bersangkutan, dalam konteks yang lebih luas menyangkut sebuah generasi. Generasi yang sudah seyogyanya kita proteksi dari semua hal degradasi. Itupun kalo kita masih peduli.

Pun dalam berlalu lintas. Menyerobot traffic light, merampas trotoar, lawan arah adalah pemandangan lumrah belakangan ini. Pelanggaran berlalu lintas seperti sudah menjadi kebiasaan baru. Karut marut kehidupan jalan raya semakin runyam ditambah dengan minimnya penegakan hukum oleh aparat. Laskar Bhayangkara yang diplot sebagai garda terdepan seakan dibuat tak berdaya. Sudah selaksa kejadian demi kejadian, peristiwa demi peristiwa yang menimbulkan lara dan nestapa. Sejenak kita perlu merenung akan sebuah fakta yang tak terbantahkan yakni prosentasi kematian dari sebab kecelakaan berlalu lintas adalah PEMBUNUH TERBESAR dan menduduki ranking teratas. Bukan kanker atau masuk angin. Pilu mendengarnya, bukan?!

Video berikut ini mungkin bisa memberi kita banyak pelajaran berharga

Berbagai seminar, simposium dan diskusi lintas stakeholder sudah sering dilakukan guna mereduksi angka petaka dijalan raya. Bermunculanlah klub serta organisasi yang secara massive menyebarkan virus keselamatan berlalulintas. Langkah positif dari semua pihak ini tentunya harus kita apresiasi tinggi, walaupun kalo boleh jujur belum sepenuhnya menyentuh akar rumput. Masyarakat lapisan bawah sebagai mayoritas dari problematika kompleks.

Kini sejuta pertanyaan pun menggunung. Apakah para cabe cabean itu paham kalo cenglu (bonceng telu) itu salah? Apakah pemotor itu mengerti jika tak pakai helm itu juga salah? Apakah biker yang biasa ga menyalakan lampu sein saat belok itu tahu kalo itu salah? Apakah para pelawan arah itu mengerti kalo hal itu membahayakan? Bagaimana jika mereka melakukan aneka pelanggaran itu didasari karena ketidaktahuan mereka? Naif bukan?! Dan semua pertanyaan apakah itu akhirnya mengerucut menjadi…Siapakan yang pertama seharusnya mengedukasi masyarakat tentang cara berkendara yang baik?

Produsen motor. Ya, inilah unit pertama yang seharusnya memberi “pendidikan” keselamatan di jalan raya.

Lha, caranya bagaimana? Mendirikan sekolah khusus? Bukan! Memberikan pelatihan safety riding secara kontinyu? Bisa iya, tentu juga bukan!

Cara yang efektif dan klik adalah dengan mengeluarkan Buku Panduan Keselamatan Berkendara.

buku panduan

Mengapa justru produsen motor?

Tentu kita tidak bisa serta merta mengatakan biang keladi dari keruwetan berlalu lintas berasal dari salah satu lembaga tertentu. Ada masyarakat umum sebagai pengguna, kepolisian sebagai penegak dan kemenhub sebagai pengelola jalan raya. Kemenhub pun kalo tidak salah pernah mengeluarkan buku panduan seperti yang dimaksud. Saya juga pernah membaca Buku teori ujian sim terbitan Polda Metro Jaya yang sebagain materinya memuat tata cara berkendara yang aman. Pertanyaan nya…apakah masyarakat umum sebagai konsumen tahu? Kalaupun tahu buku itu, dimana bisa mendapatkannya? Keterbatasan daya jangkau instansi inilah yang ditengarai sebagai sumber dari “kebodohan” masyarakat.

Draft dan materi dari buku itu disusun tentu melibatkan instansi terkait, karena selain berisi teknik berkendara yang benar juga memuat pasal pasal penegakan. Lha, terus masyarakat mendapatkan buku itu caranya bagaimana?

Seperti kita ketahui, bersamaan dengan diterimanya unit kendaraan baru, kita pasti akan menerima buku service, tool standard, helm serta buku panduan kendaraan bersangkutan. Mekanismenya adalah Buku Panduan Keselamatan Berkendara itu wajib disertakan dalam setiap pembelian kendaraan baru. Sebagai media edukasi dan pemahaman berkendara yang langsung sampai ke khalayak umum. Dengan demikian masyarakat akan lebih leluasa memahami aturan cara berkendara yang benar. Kenapa mesti buku? Sebab buku setiap saat kita bisa membaca dan mempelajari isinya secara berulang-ulang. Suatu hal yang dilakukan secara berulang-ulang akan melahirkan kebiasaan. Dan bukan tidak mungkin kitapun bisa menularkan dari apa yang kita baca kepada orang terdekat kita. Penambahan pengetahuan serta penegasan, kita bisa mengikuti seminar, simposium dan diskusi seputar safety riding.

Jika Buku Panduan itu bisa di realisasikan oleh tiap-tiap pabrikan, besar harapan kita akan perubahan baru paradigma masyarakat tentang berlalu lintas. Tentu dengan ringan dan tulus hati kita berikan standing applause dan angkat topi buat para pabrikan motor. Ini bukan tentang romantisme balas budi. Ini hanya sebentuk emphatic morality dari pabrikan kepada konsumen. Terlebih regulasi otomotif nasional yang cenderung memberi ruang kepada pabrikan untuk ekspansi produk, rasanya tidak berlebihan jika kita para pengguna sepeda motorpun berhak mendapatkan pembelajaran berlalu-lintas yang benar secara komperehensif.

Pungkasan…mari kembali menemukan jati diri sebuah bangsa yang hakiki. Bangsa yang (konon katanya) beradab dan berbudi pekerti. Sudah bosan kita mendengar berbagai tragedi. Risih kita menyaksikan sesama pengguna jalan saling sumpah serapah dan caci maki. Jenuh rasanya kita melihat perilaku keras hati dan arogansi. Tertib berlalu lintas hanyalah salah satu dari sekian indikasi dari masyarakat yang cinta negeri. Individu individu yang disiplin adalah cerminan karakter sebuah generasi. Tak selamanya akan kelabu, selagi masih ada putih. Berbekal niat dan kemauan tinggi di setiap lini, tentu segala keruwetan jalan raya selama ini bisa teratasi.

Semoga.
#keep safety and be smart driver

*inspired from suara lantang dari solo* 

Begini Cara Instal Downgrade Dari Windows 8 Ke Windows XP

Mumet sirahe. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan bagaimana perasaan gue saat itu. Galau. Kerja otak mengalami kebuntuan. Seperti ada asap mengepul keluar dari ubun-ubun. Overheat. Panas tenan. Jiaan rasane pengin nguntal menyan. :mrgreen:

Lha, apa pasalnya? Begini…salah satu PC divisi pembukuan kantor mengalami gagal system. Tepatnya ada salah satu software yang crash. Padahal PC itu sudah memakai system operasi Windows 8. Dan rekan kantor meminta gue buat ganti aja ke Windows XP. Sampai disini gue pikir no problemo. :D

Masalah bermula dari awal proses instalasi downgrade ke Windows XP tesebut. Setelah gue masukin CD installer, lha malah keluar blue screen. Asal tau aja, problema blue screen ini kadang sangat menjengkelkan dan bikin esmosih. :D Dan itu berlangsung terus menerus. Berbagai trik udah gue coba. Dari banting monitor ame ngemut keyboard. Dari scan virus ame copot pasang beberapa hardware tetep aja ter display blue screen. Tepok jidat tenan. :mrgreen:

XP Installer

Dalam kebuntuan, gue pun mengontak kawan lama yang udah biasa mainin beginian. Dan problem pun terjawab. Ternyata,,,memang khusus untuk downgrade OS ada parameter yang perlu disetting terlebih dulu via bios. Oalaaah…ya pantes kalo gitu. :D Penjabaran secara ilmu teknologi gue ga paham, kenapa bisa begitu… hanya secara teknisnya bisa di praktek kan sebagai berikut:

1. Masuk BIOS dengan menekan tombol del secara berulang-ulang bersamaan dengan saat kompi dinyalakan.

2. Klik tab Advanced-Sata Configuration. Kemudian pilih opsi IDE.

XP Installer 3

3. Save dan EXIT.

Setelah gue ikutin langkah settingan diatas dan…taraaaaaa… :D Prosesi intall downgrade Windows XP pun berjalan lancar jaya. :D

XP Installer 2 XP Installer 1
Jika ada yang iseng nanya,

“Bro, kalo buat laptop bisa ga pake trik diatas?”

Mungkin bisa. Soale gue sendiripun blom pernah coba sih. :D Hanya saja menurut penerawangan…kebanyakan laptop sekarang ini sudah mengusung OS Windows Vista dan sejenisnya termasuk Windows 8. Ini dibekali dengan AHCI yang tidak mengenali IDE pada hard disk. So…bagi Laptop’ers yang sudah kadung cinta mati ama XP dan kepingin ganti OS, bisa dicoba deh. Coba kan ga bayar :D Masalah hasil…kembali kepada amal dan perbuatan masing masing. :D

Demikian artikel sederhana ini, semoga bermangfaat dan kompi tetep membawa berkah. :D  Ciaaoooo….

(Review Product) Yamalube Carbon Cleaner…Untuk Performa Optimal.

Tak terasa akan menginjak awal tahun ke delapan, kebersamaan gue dengan Sakawuni. Sengaja motor gue namain demikian bukan tanpa sebab. Entah mengapa gue agak sedikit terobsesi dengan karakter Sakawuni dalam epic sandiwara radio Tutur Tinular besutan S.Tidjab. Lugas, dan sedikit liar, namun welas asih dan suka menolong kaum tertindas. :D  Dan karakter itulah yang gue rasa cucok dengan motor bebek tunggangan gue ini. Responsif dan meledak ledak. Khas overstroke.

Sakawuni inilah teman yang selalu setia menemani segala kegiatan dan keperluan gue selama ini. Ke kantor, antar anak sekolah, antar kanjeng mami ke pasar atau sesekali kuajak touring lintas kota Jabodetabek. Bahkan dalam beberapa kesempatan malah kuajak mudik ke kampung. Lengkap dengan wira wiri di seputaran Sindoro Sumbing. Perlakuan gue ke Sakawuni ini biasa saja cenderung kalem. Hanya kadang-kadang Sakawuni ini pernah gue perkosa dengan semena-mena. Bayangkan…gue pernah menjambak Sakawuni ini pada gear 2 sampai kecepatan 70km/jam. Alhasil doi teriak overlimit. Kejam banget ya gue. :D

Sakawuni ini gue biarkan saja apa adanya. Orisinil. Standard. Gue emang ga minat dan tertarik buat oprek-oprek motor mendongkrak performa atau apapun bau modifikasi. Gue biarin alami aja. Modifikasi paling  ekstrim yang pernah gue lakuin yakni menempelkan stiker motoGP dan ganti tutup pentil ala misil. Itu doang. Dan itu sudah cukup menambah sugesti gue, kalo Sakawuni tetaplah gesit dan lincah. :D Dan sudah menjadi kewajiban gue ke Sakawuni untuk selalu ganti oli secara berkala dan minum oplosan. Bukan oplosan ciu campur tape bro, :D Terkadang pertamax, tak jarang pula premium kalo lagi tanggung bulan. :D
Hingga tanpa gue sadari sekarang odometer motor sudah nangkring di angka 62323. Angka yang lumayan panjang. Angka yang jika ditarik garis lurus kurang lebih 4 kali pulang pergi jarak Jakarta ke Mekah. Artinya sudah 4 kali pula Sakawuni naik haji. :mrgreen:

YCC 1

Property apapun yang kita gunakan tentunya membutuhkan perawatan secara murni dan konsekuen berkala dan kontinyu. Agar performa tetap terjaga. AC saja tanpa kita bersihkan dan rawat akan menjadi barang tak berguna. Pun demikian dengan motor gue.
Seorang teman menyarankan agar gue pake produk penjaga stamina motor. Semacam vitamin, katanya. :D Awalnya gue agak sangsi, namun apa salahnya gue coba. Dan do’i menunjuk satu produk yakni Yamalube Carbon Cleaner. Produk ini (katanya) ampuh membersihkan kerak-kerak hasil sisa pembakaran. Wah, ini dia, pikir gue antusias. Terlebih dengan cara pakai yang sangat gampang. Tinggal lhep. Tinggal tuang di tangki motor, dan biarkan cairan ini bekerja. Tak pake lama, gue pun mendapatkan barang itu. Dengan bahan bakar full tank, gue cekokin Sakawuni dengan sebotol Carbon Cleaner itu. Makglegeg. :D

 

YCC

Trus testimoninya bijimane? Instantly gue belom dapet feel apapun dari pasca pemakaian produk itu. Baru setelah pemakaian full tank BBM motor gue habis, perlahan bisa gue rasakan bedanya. Tarikan motor bisa gue rasakan menjadi enteng dan responsif, terindikasi dari mudahnya rpm mencapai peaknya. Setiap perpindahan persneling, tenaga motor terasa berisi. Pokoke nendang. Alhasil untuk mencapai limiter tak butuh waktu lama. Jiiaaaan mantep tenan coooyyy… :D

Jika ada yang iseng nanya, “motor gue kan bikinan pabrik sebelah tuh, bisa ga kalo gue pake Yamalube Carbon Cleaner itu bro?” (Masih menurut temen gue itu), “ga majalah bro, motor apapun bisa, mau motor bikinan Hongkok kek, Arab kek, metik, sepot atawa bebek”. Pendeknya produk ini terbuka dikonsumsi semua motor lintas pabrikan, tak memandang kasta dan derajat motor. Cucok lah kalo begetooohh… :D

Pun, jika ada yang nanyain, “trus, cara kerja Carbon Cleaner ini bijimane sih, bro?” “Trus, ane musti pake pertamax atawa Premium jika mau dicekokin Carbon Cleaner itu bro?” “Trus kerak-kerak yg berhasil dilunturkan dari ruang bakar larinya kemane dong?”

pistonseizeda

Penjelasan singkatnya begini:

1. Tuangkan 1 botol Carbon Cleaner dengan 3-4 liter bahan bakar. Pas banget takaran tersebut dengan motor metik dan bebek yg kebanyakan bertangki BBM dengan kapasitas 3 atau 4 liter. Untuk motor sport, sampeyan butuh 2 botol Carbon Cleaner, secara kapasitas BBM motor batangan ini lumayan besar.

2. Selama pemakaian Carbon Cleaner ini, usahakan sesekali sampeyan tarik gas secara penuh. Full throttle. Dan jangan kaget jika sampeyan mendapati asap hitam mengepul dari knalpot. Itu pertanda bahwa cairan sedang on progress, bekerja maksimal merontokkan kerak-kerak yang bersemayam pada ruang bakar.

3. “Trus apakah gue musti pake ni produk tiap isi BBM, bro?” Anjuran penggunaan Carbon Cleaner ini untuk pemakaian setiap 3000km. Itu udah recomended dari pabrikan. Jadi sampeyan ga perlu menambahkan cairan ini tiap isi BBM. Bisa jadi akan mubazir.

4. Pemakaian Carbon Cleaner menggunakan Pertamax atau Premium? Sebelumnya kita musti tau dulu sifat, karakter dan jenis kedua BBM familiar ini. Secara garis besar kedua jenis ini sama, hanya untuk Pertamax adalah jenis Premium yang sudah di beri additive. Ada zat tambahan khusus. Additional chemical ini yang menyebabkan tarikan motor menjadi berbeda jika dibandingkan dengan Premium biasa. Itulah salah satu alasan kenapa jenis Pertamax biasanya lebih mahal. Dari sini tentu sampeyan bisa memutuskan mana yang terbaik untuk pemakaian pertama dengan Carbon Cleaner ini.

5. Yang perlu di ingat yakni, bahwa Carbon Cleaner ini BUKAN untuk menambah kecepatan motor, melainkan mengembalikan power motor seperti semula. Restorasi gitu deh. :D Seperti kita ketahui bahwa dalam perjalanan proses pembakaran, tentunya meninggalkan residu dan endapan dalam ruang bakar yang lambat laun akan bertumpuk membentuk kerak hitam. Ini salah satu biang kerok yang mengakibatkan performa motor menjadi loyo dan ngempos. Dan juga salah satu sebab yang mengakibatkan motor menjadi boros BBM.

Demikian review singkat dari pemakaian Yamalube Carbon Cleaner ini. Semoga bermanfaat dan motor semakin membawa berkah.

Pungkasan…review singkat ini tidak manjur dan berguna bagi biker yang fanatik dengan merek tertentu. :D Ciaooo…. :P

Pulang Kampung… (Misteri Pulang dan Pergi)

 

Fajar menyeringai, pagi berseri cerah mengawali hari. Udara dingin berangin masih belum enyah dari penghujung Agustus. Logikanya ini masih di musim kemarau, tapi sesekali hujan tanpa permisi datang juga mengguyur tanah. Melunturkan debu di dedaunan. Cuaca akhir-akhir ini memang susah diprediksi. Hujan datang kadang tak pasti. Sesuka hati.

Saya masih di depan pawon (tungku perapian) sekedar menghangatkan badan dan menikmati secangkir kopi panas, ketika handphone saya berdering diatas meja. Walau agak malas, tak urung saya pun menyapa suara hallo di seberang. Seorang kolega menanyakan kapan kembali ke kota. Aah…baru saja saya menginjak kan kaki kembali di bumi tumpah darah, pikir saya. Segera setelah urusan saya di kampung selesai. Begitu jawaban saya. Singkat, padat dan jelas. Jelas jawaban itu mengisyaratkan bahwa saya tak berminat berlama-lama dan ingin secepatnya menyudahi pembicaraan dengan kolega saya. Agaknya kolega saya pun maklum. Setelah ber tengkyu ria, do’i pun menutup pembicaraan.

mudagrafika for wordpress mudik 7

Pawon itu masih membara. Membakar kayu-kayu. Bara panasnya mendidihkan air di ketel. Masih seperti bertahun-tahun sebelumnya, simbok saya dengan telaten menjerang air, menanak nasi dan mematangkan sayur. Pawon itu masih nyaris sama bentuknya ketika saya meninggalkan kampung. Memang ada sedikit gompal dan retak disana sini. Maklumlah pawon itu terbuat dari tanah merah yang diliatkan kemudian dikeraskan. Mungkin terantuk kayu bakar atau wajan yang salah taruh, pikir saya. Dan kini pawon itu masih tegar ditempat semula. Siap melaksanakan tugas. Sesekali tangan saya menambahkan kayu baru ketika nyala api agak redup. Ada kegairahan tersendiri ketika melihat nyala api semakin membesar.

Pawon itu masih tampak sederhana, tapi pawon itu tetaplah barang berharga buat keluarga kami. Di Pawon inilah tempat kami sekeluarga mendiskusikan bila ada hal-hal penting. Jika ada sanak saudara berkunjung dan bermalam, maka pawon lah tempat yang potensial merekatkan jalinan kekerabatan. Lengkap dengan the panas dan gula merah. Bersamaan dengan bunyi kokok ayam di pagi buta, almarhum bapak adalah orang pertama yang menyalakan api permulaan. Kemudian disusul simbok yang bergegas menyiapkan segala keperluan anggota keluarga. Dan seluruh ritme kehidupan keluarga ini berawal dari nyala api di pawon ini.

Saya meneguk kopi panas. Tepatnya menyeruput. Terlalu bernyali jika saya menenggaknya panas-panas. Tiba-tiba saya dihinggapi perasaan benci tapi rindu. Rindu tapi benci. Sebentuk romantisme yang membelenggu, khas rasa yang bersemayam di jiwa yang sedang terpanah asmara.

mudagrafika for wordpress mudik 8

Semua berawal dari kota. Semua hal apapun tentang kota…hanya semakin menegaskan bahwa betapa sangat indahnya kembali ke desa. Hanya dengan pergi, kita akan merasakan betapa bermaknanya pulang. Itulah kenapa mendadak saya terpaksa maklum dengan saudara saudara kita yang tetap berjuang mengupayakan agar tetap bisa mudik. Tak peduli walaupun harga tiket transportasi menjadi melambung tinggi menjelang tradisi tahunan itu. Tak peduli meski bertransportasi sendiri dengan bermotor, menyabung nyawa mengorbankan faktor safety.

Semua hal tentang kota…semakin membuat cara pandang kita tentang desa menjadi lebih berharga. Kokok ayam di pagi hari, suara jangkrik dan serangga malam adalah nyanyian alam yang membuat rindu. Saya ga bisa merasakan perasaan gaib ini justru tatkala saya masih tinggal di kampung. Semua berlalu begitu saja. Betapa suara kokok ayam ini kini begitu saya nikmati syahdu sekali. Kini semua gambaran wajah desa sepenuhnya adalah potret mahal yang tidak akan saya temui di kota. Pendeknya setiap denyut nadi kehidupan kampung bisa saya rasakan detaknya. Bapak-bapak yang masih setia menenteng sabit dan memanggul pacul. Anak-anak yang masih menyapa malu-malu kemudian lari adalah hal yang membuat senyum. Di kota, walaupun ada tetangga yang memelihara ayam dan seringkali berkokok, saya menganggapnya sebagai hal yang biasa. Ga ada chemitsry. Biasa saja.

Inilah pentingnya membuat sudut dan jarak pandang. Sama seperti gunung di kejauhan yang nampak biru, anggun dan mempesona. Padahal jika didekati, segala keanggunan gunung terbentuk dari beberapa gundukan bukit, pepohonan yang tidak sama tinggi dan jenis, serta ngarai ataupun jurang. Sama seperti dua saudara yang berdekatan. Sangat bisa jadi kekerabatan akan terisi dengan pertengkaran dan silang sengketa. Namun keharuan dan kerinduan serta bahkan perasaan kehilangan akan terpancar jika saudara berjauhan. Tepat seperti penggalan sebuah lagu…Kucinta dirimu namun kubenci hadirmu.

Jika separuh hati saya berisi kerinduan, maka separuhnya lagi bersemayam kebencian. Saya benci kenapa saya mesti harus meninggalkan kampung ini dulu. Kemiskinan adalah biang keladinya. Walaupun nyaris mustahil saya bertahan mengutuk keadaan, toh penghidupan yang baik memang harus diupayakan. Sebagaimana diketahui Tuhan menciptakan semua didunia ini saling berpasang-pasangan. Ada hal yang dirasa bertentangan tapi saling membutuhkan. Bagaimanapun takutnya kita akan kegelapan, toh malam akan datang juga mengganti siang. Apa jadinya jika sepanjang masa berisi siang saja. Tentu kita tidak akan bisa merasakan indahnya purnama menyinari. Saya benci ketika saya tepat di kerinduan ini, secepatnya saya harus kembali. Tapi memang begitulah rumus kehidupan. Semua hal yang bertentangan tadi menjadikan hidup ini lebih berwarna.

Akhirnya saya menyadari bahwa itulah misteri pulang dan pergi itu.

Pesan Dalam Sekarung Beras.

“Mas, ada titipan dari kampung. Kalau sempat, nanti diambil ya”

Sebuah pesan singkat sukses mendarat di hape saya. Tak biasanya saya mendapat kiriman atau titipan dari keluarga di desa. Selama ini komunikasi saya dan keluarga biasanya lewat handphone. Dulu…sebelum hape merajalela seperti sekarang ini…untuk sekedar mengabarkan salah seorang anggota keluarga yang meriang atau batuk pilek saja, keluarga dirumah musti datang ke wartel yang jaraknya lumayan jauh di kota kecamatan. Atau sesekali lewat surat, hanya untuk menanyakan, “Piye kabare? Nek ora krasan ning Jakarta…mulih wae yo”

Kini, teknologi sudah menyentuh sendi-sendi interaksi manusia. Betapa mudahnya dan sering bagi saya menelepon keluarga dikampung hanya untuk sekedar iseng menanyakan, “mbok, masak apa hari ini?” Atau, “kambing kita berapa?” Dan aneka pertanyaan tak penting dan remeh lainnya.

Hmm…ada apa gerangan? Namun, apapun bentuk kiriman, titipan atau paketnya sungguh telah membuat saya bertanya-tanya dan mengundang penasaran.

 

Singkat kata dan pada akhirnya…kiriman itu sudah ada dirumah saya. Tepat di hadapan saya. Sejurus saya tertegun. Sekarung beras. Kemudian beras itu saya letakkan begitu saja. Posisinya yang visionable seakan membuatnya menjadi point of view. Dari sudut manapun. Saat hendak ke dapur ataupun keruang depan saya pasti melewati sekarung beras itu. Sampai disini perasaan saya masih biasa saja. Yah, saya pikir, toh hanya beras. Tidak lebih.

Hingga pada suatu malam…

Saya duduk di sofa ruang tamu. Menikmati kopi. Sudah menjadi kebiasaan, anak dan istri saya sudah tertidur selepas Isya’. Jadi saya ngopi hanya sendiri saja.

Menikmati kopi sembari ngudud adalah wajib. Menikmati kopi tanpa permainan penerawangan hati dan pikiran adalah mustahil buat saya. Alhasil pikiran saya mengembara menembus dimensi ruang dan waktu. Sesekali pikiran mengajak saya kembali ke masa masa kecil di kampung. Masa kecil yang sebagian saya habiskan dengan makan nasi jagung dan rebung. Tak lama pikiran mengundang saya mengenang teman teman sekolah dulu. Teman sekolah dulu ada yang sekarang menjadi anggota Polri, bahkan hampir pernah menilang saya di daerah Kebayoran Lama. Teman sekolah yang beberapa diantaranya bahkan sudah meninggalkan dunia ini. Helaan nafas saya seperti hendak menyimpulkan, aah…sudahlah. :-( Betapa cepatnya waktu berlalu.

Hingga tanpa sengaja mata saya bersirobok, seakan seperti beradu pandang dengan sekarung beras itu (lagi). Saya memandangnya lebih dalam. Lebih dalam lagi. Mendadak seperti ada sesuatu perasaan bergolak di hati saya. Antara kesedihan dan keharuan lebur menjadi satu dan sukses mengaduk aduk perasaan saya. Saya masih bisa merasakan (dan dipaksa untuk merasakan kembali) bahwa untuk mendapatkan sekarung beras itu, melewati proses yang tidak mudah dan melelahkan. Dan pengembaraan pikiran saya mulai berganti.

Dulu…kemiskinan kami memang menyedihkan. Sawah yang di garap hanyalah sawah garapan dengan durasi yang bisa saja berubah sewaktu-waktu oleh sang pemilik. Sawah garapan yang oleh orang tua dikelola dengan cucuran keringat seperti tak kenal lelah. Sawah garapan yang memaksa kami seakan seperti hendak pindah rumah, karena sawah garapan itu berada di kampung sebelah. Pagi buta bapak dan ibu saya sudah berangkat dan pulang selepas Magrib. Melewati jalan setapak menembus luas dan lebatnya belukar perbukitan hutan jati. Menjumpai kawanan babi hutan atau menjangan liar adalah hal biasa.

Musim kemarau adalah keadaan terberat buat kami. Saat sumber air menipis dengan sawah yang harus tetap terairi adalah perjuangan penuh uji nyali. Sumber irigasi utama yang mengairi sawah kami dan juga yang lain berada tepat di tengah-tengah pekuburan kampung setempat. Itupun kadang sawah kami tak kebagian air secara penuh. Kami kalah cepat dengan petani setempat. Malam hari adalah saat yang memungkinkan agar sawah kami tidak kekeringan. Tak jarang kami pun menginap di sawah dengan gubuk seadanya.

Ah, kemiskinan kami memang kelam. Kemiskinan kami bagi yang melihatnya seharusnya melahirkan empati. Tapi siapa yang peduli? Sebagian besar penghuni kampung didera persoalan yang nyaris sama. Kadarnya saja yang berbeda. Empati yang terpaksa dikelola secara tersembunyi karena terbentur kondisi. Kemiskinan yang anehnya kami sendiri begitu menikmati. Kemiskinan malah membuat kami bisa merasakan makan singkong rebus bisa menjadi senikmat kentaki. Kemiskinan membuat kami merasa tidak susah untuk berbagi. Berbagi apa saja, karena itulah energi dari kemiskinan kami. Berbagi materi dalam kemiskinan kami adalah mustahil. Berbagi tegur sapa, salam dan suasana damai itulah yang kami bisa. Kemiskinan membuat kami terbiasa berkeringat lebih deras. Kemiskinan membuat kami senantiasa terjaga untuk tetap memastikan nyala api perjuangan tidak padam. Kemiskinan kami memang menyedihkan, tapi tidak hina. Kami bahkan merasa tidak kalah hormat dalam kemiskinan jika dibanding dengan para pejabat pengemplang uang rakyat!

Tanpa saya sadari mata saya berkaca kaca. Terlebih sekarang ini, simbok berjuang hanya ditemani adik perempuan saya. Kurang lebih sewindu yang silam bapak pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. :-(

Saya masih menatap sekarung beras itu. Mencoba mengurai adakah pesan pesan yang mungkin bisa saya rangkaikan.

Seharusnya saya merasa tersinggung. Betapa saya sekarang masih dianggap sebagai penghuni desa tertinggal. Bahkan untuk menyambung hidup di Jakarta ini saya perlu dikirimi beras dari kampung. Ah, tidak! Saya tak bisa tersinggung begitu saja. Jangan! Karena itu berarti bibit kesombongan mulai tumbuh di hati saya. Susah payah saya menetralisir perasaan.

Syukurlah, ternyata saya berada disudut pandang yang keliru. Saya hanya sedikit merubah sudut pandang saja dan perlahan kegaiban perasaan itu saya rasakan. Sekarung beras itu seperti mengisyaratkan selaksa kasih yang tak berujung. Kasih seorang ibu yang tak lapuk oleh jarak waktu. Kasih yang hanya memberi tak berharap menanti. Betapa saya masihlah seorang anak dari ibu yang melahirkan saya. Mendadak saya merasa bersalah. Berkali kali saya mengabaikan telepon dari kampung dengan alasan sibuk dan keesokan harinya saya terlupa untuk menelpon balik. Sekarung beras itu seperti hendak menegaskan bahwa bagaimanapun keadaannya, kasih ibu itu nyata dan tak tergantikan. Perlahan saya peluk sekarung beras itu dengan perasaan mengharu biru.

Bahwa dalam setiap butir padi adalah perwujudan penuh harap dari tetesan keringat dan do’a, lengkap dengan atribut kemiskinan yang melekat. Sekarung beras itu juga seperti hendak menafsirkan bahwa tak mudah mewujudkan harapan. Hanya keyakinan teguh dan perjuangan ekstra keras penuh integritas yang bisa menghadirkannya menjadi nyata. Perjuangan penuh determinasi dan tahan uji.

———————————————-

Saya masih memeluk sekarung beras itu, hingga pada akhirnya saya menyadari, bahwa sekarung beras itu sarat makna.

Fitur-Fitur Sepeda Motor Masa Kini…

Setelah di artikel sebelumnya membahas fitur safety (pada motor jadul) yang dikebiri, (klik) rasanya ga fair jika kita tidak melanjutkan ke topik fitur-fitur sepeda motor masa kini. Ga terbatas pada fitur safety saja, melainkan berbagai macam fitur menyeluruh pada motor masa kini. Fitur yang pada motor jadul kaga ada. Seiring perkembangan roda dua yang sedemikian pesat, pengaplikasian properti berbasis secure, safety dan comfort mutlak dibenamkan.

Wis, ra sah kesuwen…langsung saja kita ke tekape.

1. Cover Muffler.

 

Graphic2dfsfsfsf

Fungsinya sebagai pelindung panas yang dihasilkan oleh sisa pembakaran pada knalpot. Knalpot motor yang merupakan bagian luar motor dan notabene panas…memang beresiko mengenai anggota badan. Kaki terutama. Jelas ini penting. Salah salah betis yang nempel…jiaaaan mak kronyos. :mrgreen:

2. Engine Guard.

Graphic2fasfasdada

Hampir sama dengan yang nempel di knalpot, piranti ini memberi perlindungan dari panas mesin. Bukan peredam panas sebenarnya, hanya semacam properti sebagai batas antara kaki pengendara dengan mesin. Penting. Sehingga panas yang dihasilkan mesin, tidak langsung mengenai kaki rider. Mengendarai motor pelindung mesin, lambat laun bagaikan menginjak bara api…apalagi tanpa sepatu…jiaaan koyo kobong, rasane ra karuan. :D

3. Hand grip guard.

Graphic2dsfsdfsdf

Ini bukan untuk gaya-gayaan khas anak muda. Penting bro…Fungsinya menahan grip apabila motor jatuh. Sebagai penahan gas motor dari resiko pelintiran gas secara liar yang dihasilkan dari impact motor jatuh. Penting banget, kan?! Hanya saja, masih ada beberapa varian motor yang belum memakai piranti sederhana ini.

4. Lean Angle Sensor.

Graphic2sdasdasd

Wih, opo iki? Fitur safety yang bekerja secara otomatis jika motor mengalami sudut kemiringan tertentu. Maksude piye? Jelasnya begini…dengan fitur ini, mesin motor akan otomatis mati, jika motor jatuh. Aman kan?! Kita ga perlu gelagapan matiin mesin motor, saat tiba-tiba motor mendadak oleng dan susah dikendalikan. Fitur ini tergolong canggih dan mutakhir. Ga semua motor dibekali fitur ini.

4. Parking lock.

Graphic2 3

Hampir sama dengan hand brake pada mobil. Fungsinya menahan laju (mundur) motor saat berhenti di tanjakan. Diharapkan dengan fitur ini meminimalkan pengendara motor dari kejengkang dengan kaki cekangkangan akibat tak mampu mengendalikan motor yang mundur… makregadhak. :D

5. Secure key.

Graphic2 1

Dari namanya, ini memang bukan fitur safety, tapi fitur keamanan. Fitur ini diharapkan menimalisir motor dari tindak pencurian. Yang perlu diingat…prinsip kerjanya bukan mencegah, tapi menghambat. Dengan didesain mengcover lubang kunci, para pelaku kriminal ga akan leluasa dalam menggondol motor incaran. Fitur ini penting banget…apalagi, maling biasanya lebih pinter. :mrgreen: ada aja modus operandinya. Sekedar saran sederhana…lengkapi motor dengan kunci ganda.

Graphic2sadadasda

Pada motor bebek tunggangan, yang belum tersentuh fitur secure ini…gue mengakali dengan menambahkan gembok. Karena penempatan gembok pada cakram rem itu udah terlalu mainstream…gue menggemboknya di standar tengah! Alhasil…motor akan diam membisu, didorongpun ga bisa…kecuali digotong beramai-ramai! :D

6. ABS.

Apa itu? Antilock Brake System. Fitur safety yang menurut gue masih sebatas impian…jika di applikasikan pada motor massal nan merakyat. Fitur ini selain sangat penting juga canggih. Saking canggihnya…terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan antara motor yang pake ABS dengan non ABS. Ga semua motor mengadopsi fitur ini. Fitur ini nemplok biasanya pada motor seperempat liter ke atas…mengingat power dan muntahan tenaga dari motor ber cc besar yang nggegirisi.

Lha, sakjane fungsine opo to, bro? Fitur ini mencegah terjadinya rem mengunci akibat bekerjanya rem secara over capacity. Hard breaking. Tegasnya…pada pemakaian rem secara panic breaking, tekanan mendadak dari master rem pada kaliper akan serta merta mengakibatkan piston mendorong kampas rem dan mengunci piringan perlambatan. Akibatnya bisa ditebak… motor akan nyungsruk. :D Cara kerja fitur ini…dengan menambahkan sensor yang berfungsi mengubah tekanan kaliper menjadi putus-nyambung. Secara simultan…tekanan yang dihasilkan akan membuat disc tidak mengunci. Lebih jelasnya, monggo simak video terlampir…

Mengingat fungsinya yang sangat vital…dalam regulasi otomotif di Eropa sono…semua pabrikan wajib menggunakan fitur ABS pada motor diatas 150cc. Tuh kan?! Terbukti bahwa bule-bule ternyata sangat care dengan property safety. Betapa mereka menyadari…bahwa motor bukan sepeda pancal, yang ngeremnya pun bisa pake sendal… :mrgreen:

7. SSS (side stand switch)

Graphic2 23

Mirip saklar yang fungsinya mematikan mesin saat standar samping diturunkan. Dengan kata lain…fitur ini mencegah motor hidup saat standar samping masih on parking.

Sifat pelupa kita itu memang udah bawaan. Mengendarai motor dengan kelupaan menaikkan standar itu jelas bahaya…salah-salah, kita bisa kejengkang. :mrgreen: Hanya sayangnya… dengan fitur ini kita ga akan mendapati orang-orang baik yang menyempatkan diri berteriak “Bang, standarnya bang!”

Gue pernah punya pengalaman menggelitik, sampai sekarang kalo ingat masih akan bisa tersenyum simpul :D Tentang standar samping. Jauh di kampung…berboncengan dengan teman dan melewati hutan karet, gue dikejar ama pengendara motor. Gue pikir doi rampok. Bahaya tenan nih! Karuan aja, gue memacu motor sekuat-kuatnya. Motor tua gue jelas terseok-seok dibanding motor pengejar yang masih nampak baru. Uniknya saat doi berhasil overlap gue…doi bilang “Mas, standare!” sembari nunjuk arah bawah motor gue. Refleks kaki pun menowel standar, sambil tak lupa bilang, “Suwun, kang” diiringi dengan lambaian tangan brotherhood. Ya…beberapa orang baik yang kadang rela bersusah payah, hanya sekedar mengingatkan kita…tentang keselamatan.

8. ISS (Idle Stop Switch)

Graphic2dsfsfsfs

Opo kuwi? Fitur ini membuat mesin motor mati secara otomatis jika throttle gas tidak terbuka dan kitiran rpm tidak jalan selama beberapa detik. Fitur ini lumayan maknyus jika kita sering terjebak kemacetan atau pas di lamer. Dengan menekan tombol ISS sebelumnya, saat di antrian traffic light, motor akan mati dengan sendirinya. Canggihnya…kita tak perlu pencet electric starter lg buat ngehidupin motor, cukup buka tarikan gas maka motor pun akan menyala kembaali. Dengan fitur ini diharapkan pemakaian bbm bisa menjadi lebih hemat. Keren kan?!

8. ABS

Opo iki? Answer Back System. Semacam alarm dengan remote sebagai pemicunya. Fitur ini memudahkan kita mengenali dan menemukan motor saat parkir. Saat di tempat terbuka yang motor pada bejibun berparkir, kita kadang kelupaan dengan tempat parkir motor kita semula. Cukup tekan remote, maka piranti pada motor ini akan bekerja dengan mengeluarkan suara dan kedipan lampu. Keren kan?!

So, pasti…kita tidak akan clingak-clinguk mencari motor di keramaian parkiran. :D Monggo simak video berikut ini yang saya angkut dari official site nya Kang Haji TMC

9. Safety Starter.

Graphic2sdasdada

Fitur ini membuat motor ga akan hidup tanpa melakukan tindakan pada piranti tertentu terlebih dahulu. Pada metic, motor baru mau hidup jika kita menekan tuas rem…depan atau belakang. Sedangkan pada motor ber persneling, motor ogah nyala saat kondisi persneling tidak dalam posisi idle atau netral. Fitur ini penting…untuk menghindari motor jumping atau salto saat motor dinyalakan.

Dan gue punya pengalaman yang sungguh hina bin nista tentang hal ini. :D Saat hendak memboncengkan istri tercinta…belum sepenuhnya pant*t nemplok di jok motor, gue menyalakan motor. Celakanya, pas gue tekan starter, persneling 1 masuk tanpa gue sadari…dan makpecodol. :mrgreen: Motor serasa dijambak setan. Lompat trengginas. Karuan aja kanjeng mami kejengkang dengan sempurna. Malamnya gue panggil dukun urut…dan tragisnya…selama sepekan gue diganjar dengan lirikan mata kanjeng mami yang seperti hendak menghakimi. :mrgreen: So…selalu netral kan persneling saat hendak menyalakan motor. Serius.

10. Charger.

Graphic2

Sekarang kita hidup dijaman, dimana komunikasi digital seperti hampir menjadi kebutuhan pokok, selain pangan, sandang dan papan. Informasi dan interaksi sosial cukup dalam genggaman. Tak pelak, kelangsungan hidup ponsel tetap harus terjaga. Fitur ini menjawab kebutuhan diatas. Hape lowbatt, tinggal colok di motor kita. Wah, ajaib kan?! Jika sudah sedemikian gampangnya…bukan tidak mungkin motor masa depan akan dijejali fitur modem atau bahkan wifi serta bluetooth. Wis jiaaan…kantor bisa pindah di jok motor nih… :D

11. Music mp3

Graphic2 355

Ini fitur kenyamanan. Belum teruji secara safety. Fitur dimana motor udah dibenamkan mp3 player. Tinggal pencet…kita udh bisa ajeb-ajeb, geleng-geleng dijalan. :D Tapi, rasanya secara pribadi gue kok agak gimana gitu ama fitur ini. Ga septi pisan euy… :mrgreen: Tapi untungnya, fitur ini nempel pada motor pabrikan kelas dua…dimana produk-produknya kurang dilirik konsumen, sekedar meramaikan pasar roda dua tanah air. Entah apa jadinya jika fitur ini diaplikasikan pada motor rakyat keluaran pabrikan besar semacam Honda atau Yamaha. Bisa jadi, kita akan gampang menjumpai biker yang geleng-geleng dijalanan dan pasukan joget bertebaran dimana-mana. :D

=========================================================================

Itulah beberapa fitur-fitur pada sepeda motor sekarang ini. Teknologi memang terus berkembang dan pengaplikasian pada motor juga akan mengalami perubahan. Tentunya dengan kemajuan teknologi, selain manfaatnya yang tak terbantahkan, motor juga bisa menjadi sahabat yang saling melengkapi. Motor yang sehat dengan fitur-fitur pelengkap yang mumpuni, tentunya membuat pengendara merasa nyaman. So, konsentrasi riding pun minim gangguan. Namun, yang utama dari itu semua adalah adab berkendara.

Seberapapun canggihnya sebuah motor, tanpa dibarengi perilaku berlalu lintas yang beretika adalah sia-sia. Kang Valentino Rossi bilang…”Mental adalah segalanya.”

#salam safety

*some images taken from google search and TMC Blog

Kemana Perginya Fitur Safety ini…?

Di sebuah pengkolan jalan, dari dalam warung kopi, lamat-lamat gue mendengar suara beep…agak mirip dengan suara beep dalam warning komputer. Awalnya gue pikir ini suara beep yang sangat khas dari mobil truk yang mundur. Terlihat seorang pengendara motor turun bergegas. Motor bebek lansiran tahun tua yang masih terawat dengan baik.

Setelah mengucap salam, ternyata beliau ini bermaksud menanyakan alamat. Gue bersama seorang kawan yang kebetulan tau alamat yang dimaksud, dengan senang hati pun membimbing beliau dari jalan kesesatan dengan menunjuk kan rute dan jalan yang benar. :D Setelah berterima kasih, sang pengendara motor pun berlalu.

====================================================================

Bebek tua itu sudah hilang di telan ujung jalan. Namun mendadak gue terhenyak. Ya, bebek tua itu mengingatkan gue tentang beberapa piranti keselamatan pada sepeda motor yang ironisnya entah sengaja atau tidak, di campak kan begitu saja oleh pabrikan. Disunat alias dikebiri. :mrgreen:

Ditengah isu keselamatan berkendara dan problema berlalu-lintas yang makin hari makin semrawut, jelas langkah pabrikan meniadakan beberapa fitur safety ini adalah sebuah kemunduran. Kontraproduktif. Menilik dari karakter sepeda motor yang responsif dan manuvernya yang “aje gile”, harusnya menuntut hal-hal yang krusial menyangkut faktor safety. Adalah menggelikan dan tragis jika sebuah kecelakaan bermula karena sang korban tidak “terlihat”.

Menurut beberapa rekan drivers yang sempat gue tanyain…pejalan kaki dan pengendara motor ini ada dalam daftar teratas kategori pengguna jalan yang harus diwaspadai. Ingat kasus Bro Ari Wibowo, atau Bang Faisal? Manuver beberapa bikers yang “kura-kura penyu” alias hampir sama dengan sopir bajaj…kadang bikin drivers ekstra hati-hati. Selap selip minim perhitungan adalah yang ditakutkan para driver…ditambah dengan paradigma hukum kita yang kadang mengaburkan fakta sesungguhnya. Betapa sopir truk selalu tak berdaya di depan pak pulisi, jika berhadapan dengan bikers. Padahal, dalam beberapa kasus banyak bikers yang secara individu gagal mengantisipasi keadaan…seperti, motor oleng, terperosok lubang jalan, slonong boy dsb. Pendeknya…yang kecil akan selalu menangan. :mrgreen:

====================================================

Secara garis besar, fitur safety ini dibagi dalam dua kategori. Visual dan verbal. Yang terlihat dan yang terdengar. Sebagai contoh…lampu sein dan klakson. Inilah bentuk komunikasi kita yang sangat krusial dengan sesama pengguna jalan yang lain.

Tanpa media vital ini, kita benar-benar akan menjadi Tarzan kota, dengan bahasa isyarat dan “auuoooo” nya. Pasti repot deh, jika kita mau belok musti bengak-bengok alias teriak. :mrgreen: atau bahkan nunjuk-nunjuk.

Lantas, apa saja sih beberapa fitur safety pada motor yang gue maksud? Fitur safety yang (entah sengaja atau tidak) ditiadakan produsen motor?

1. Sound flasher.

Ini fitur yang gue singgung pada preambule di atas. Kalo boleh menyebut merek…fitur ini nemplok manis di Yamaha Alfa. Entah keluaran tahun berapa. Mungkin sudah sering kita melihat di jalanan, lampu sein kanan nyala…eh, beloknya kiri. :D Atau sepanjang perjalanan, lampu sein nyala terus tanpa kita sadari. Ini jelas membingungkan pengguna jalan yang lain. :mrgreen:

Memang kalo kita cermati, bersamaan dengan nyalanya lampu sein, akan terdengar bunyi beep dari dalam dashboard motor. Sama persis dengan beep yang diaplikasikan di mobil. Hanya saja jelas beda kadar volume penangkapan oleh kuping kita. Kabin mobil yang tertutup rapat, sangat memungkinkan kita mendengar voice dari sein ini, bahkan suara (maaf) buang angin pun bisa terdengar nyaring. :D

Tapi pada motor…yaelaah, suaranya hampir ga kedengaran bro. :D apalagi ditengah ramainya lalu-lintas, ditambah kita pake helm…ya kaga kedengaran babarblas. :mrgreen: Dengan fitur ini, seenggaknya kita “ngeh” dengan sign lamp kita. Kan ga mungkin, kita nunduk terus memelototin dashbord motor kan? Selain pegel, juga beresiko. Sangat disayangkan memang. :mrgreen:

2. Tail light

Ini salah satu property motor yang wajib ada. Lazimnya benda ini nempel pada belakang motor. Spatbor.

Yang masih gue ingat dan khas banget adalah tail light segitiga pada varian motor keluaran Suzuki. Asli trademark tenan. Dan makin kemari…desain tail light pun makin variatif. Ada yang berada di bawah stoplamp, bahkan pada beberapa type motor, di desain menyatu dengan kaca mika lampu rem belakang.

Lha, njur sakjane fungsine opo to? Fitur ini semacam emergency assistance, jika sewaktu-waktu lampu rem belakang motor mendadak mati. Fitur safety ini akan nampak bercahaya jika terkena sorot lampu. Yang akan menyala dalam gelap, menjadikan motor kita menjadi visionable aka terlihat. Tanpa fitur ini dengan lampu rem belakang yang mati, motor tak ubahnya seperti gerobak berjalan. :mrgreen: jelas akan mengundang dan mengandung resiko.

tail light 1 tail light

Hampir sama dengan dibelakang, sama pula benda ini nempel di samping motor. Ini poin pentingnya. Gue menyebutnya “mata kucing”. Pada motor lokal produksi massal keluaran millenium, benda ini berhalangan hadir. Absen. Kaga ada. Hmm…sangat disayangkan. Padahal sebelumnya barang ini wajib nemplok. Posisinya pun bervariasi. Ada yang dibawah tangki ataupun fork depan.

Ironisnya, pada produk serta type yang sama…dilain negara benda ini ajaibnya ada. Mendadak gue bingung. Entahlah, apakah regulasi otomotif roda dua tanah air tidak mengakomodir fitur ini atau efisiensi pabrikan…gue gagal mikir. Padahal jika dipikir sebenarnya benda ini cuma nunut katut aja. Numpang nemplok. Soale cara kerja benda ini nihil sumber tenaga yang dapat membebani kerja accu. Jiaaan simpel tenan sakjane. :D

3. Cover Rantai

Fitur ini bukan ditiadakan, hanya mengalami pergeseran bentuk desain. Pada motor jadul, cover rantai ini menutup seluruh rantai motor…dengan menyisakan lubang untuk pengecekan kerenggangan dan pelumasan. So, fungsionalitas keamanan tetap jempol.

Perkembangan motor modern mengharuskan cover rantai yang full ini lengser. Digantikan dengan desain yang up to date, seperti yang kebanyakan kita lihat sekarang. Walaupun secara fungsional tetap sama…namun desain cover rantai sekarang ini…ada celah yang bisa dimasuki oleh benda-benda rawan nggubet. Apparel boncenger semacam…Jarik, kebaya atau sarung adalah property yang wajib diwaspadai. Salah salah sarung masuk gear…alamat nggeblak berdarah. :mrgreen:

cover rantai 1 cover rantai

=============================================================

Paparan diatas adalah fitur safety yang bersinggungan dengan pengguna jalan yang lain. Ada korelasi paralel yang ditimbulkan jika tanpa property tersebut. Simpelnya…fitur safety yang bukan hanya berguna buat diri sendiri, namun juga bermanfaat buat orang lain.

Nah, jika begitu…apakah ada fitur safety yang migunani tumrap awake dhewe? Ternyata ada bro… :D fitur yang berguna secara personal.

4. Karet kick starter.

Apan ini? Sepele banget! Itu sih ada ga ada kaga ngaruh…keles!  :mrgreen: Memang kelihatan nya sepele.

Gue pernah punya pengalaman tragis tentang kick starter ini. Jaman gue esempe. Motor batangan bokap gue emang hobi banget ama mogok. Motor tua yang teknologi elektrik starter belum ada. Dengan kick starter tanpa karet (yang hilang entah kemana) waktu itu, gue kecil dengan sekuat tenaga mencoba meng engkol motor. Dan tragedi itu terjadilah. Kaki terpeleset disertai kick starter menghantam mata kaki. :mrgreen: Sontak aja…bokap, nyokap dan tetangga berhamburan keluar…gue kecil meraung-raung kesakitan. Ngilu. Dramatis.

Pada motor-motor sekarang, tambahan karet pada kick starter ternyata membuat pabrikan benar-benar galau. :D ada pabrikan yang tetap memasangkan karet, pun ada pula pabrikan yang benar-benar menghapus benda ini. Malah, ada pabrikan yang setengah hati…di varian bebek memakai karet, di type matic kaga pake. Bahkan, walaupun sama-sama bebek, ada yang pakai ada yang tidak. :mrgreen: Jiaaan…galau nih yee… :D

pancalan

pancalan

==============================================================

Itulah sedikit fitur safety pada sepeda motor yang ditiadakan produsen. Hal yang sebenarnya sangat disayangkan, ditengah makin minimnya kesadaran masyarakat tentang berlalu-lintas. Harapan dari artikel ini adalah hanya sebagai pengingat, tanpa tendensi ataupun kepentingan dari pihak manapun, bahwa…… sekecil apapun potensi celaka, tetap harus diwaspadai.

Namun yang terpenting dari semua itu adalah attitude. Perilaku berkendara. Secanggih dan seberapa kaya fitur safety, akan sia-sia…tanpa dibarengi dengan sikap berkendara yang beradab.

#Salam Safety